Tongkat Kelelawar Januari 9, 2008
Posted by frestialdi in Artikel untuk mereka.trackback
Pada tahun 2003 lalu, lebih dari 25 juta orang di negara maju merupakan penderita tunanetra atau gangguan penglihatan. Hal ini membuat para ilmuwan di Inggris bekerja sama dengan sebuah perusahan Sound Foresight Ltd., mendapat ide untuk membuat penemuan baru berupa tongkat kelelawar atau yang disebut UltraCane.
Cara kerja tongkat kelelawar ini sama persis dengan cara kerja yang ada pada kelelawar.Istilah ini dinamakan ekolokasi (dari istilah echolocation; echo: gema, suara terpantul, dan location: penentuan letak, tempat benda). Ekolokasi adalah penentuan letak keberadaan suatu benda dengan memanfaatkan gelombang suara yang terpantul dari benda tersebut. Perangkat yang ada pada tubuh kelelawar ini mirip prinsip kerja sonar dan radar dewasa. Tapi, sonar alami ini telah terpasang pada tubuh kelelawar sejak puluhan juta tahun yang lalu.
Gelombang ultrasonik yang dipancarkan kelelawar (echo atau gema) yang diterima oleh alat pengindera kelelawar (tragus) diteruskan ke otak untuk diterjamahkan. Dengan kata lain, gerakan kelelawar merupakan gerakan semu. Hal ini membuat kelelawar dapat terbang di malam hari dengan leluasa.
Tongkat kelelawar ini tampak seperti tongkat logam putih yang biasa dipakai oleh para tunanetra. Namun, alat ini mempunyai daya bantu yang cukup besar yaitu memunculkan citra buatan pada penggunanya tentang gambaran tiga dimensi lingkungan sekitarnya. Alat ini merupakan hasil tukar pikiran para peneliti bidang biologi, elektronik dan ultrasonik di Universitas Leeds, Inggris.
Awalnya alat ini diuluki Batcane yang berarti tongkat kelelawar, sesuai dengan yang mengilhaminya. UltraCane menerapkan dua jenis teknologi.
Pertama, penerapan teknologi ekolasi yang mampu menemukan arah dikegelapan. Ketika mengenai benda-benda di sekeliling, termasuk yang terletak setinggi kepala penggunanya seperti kaca-spion truk, gelombang tersebut kemudian dipantulkan. Pantulan suara yang diterima UltraCane ini diubah menjadi getaran yang dirasakan oleh tangan pemakai, dan kemudian diteruskan ke otak. Hal ini membantu penggunanya mengetahui benda-benda penghalang di atas tanah maupun yang terjulur dari atas, baik yang ada di depan, di sekeliling, di atas kepala maupun yang dekat kepala.
Kedua, alat yang dihidupkan oleh baterai jenis AA ini menerapkan sistem informasi umpan balik yang mudah dipahami sistem pencitraan pada bagian tertentu dari otak manusia. Dengan ini dapat memudahkan pemakai untuk memahami kondisi sekitarnya tanpa perlu menyentuh dengan tongkat ultraCane walaupun pada jarak tiga meter.
Adanya benda penghalang ini beserta jaraknya akan diberitahukan kepada pemakai melalui getaran tombol-tombol di bawah jari-jemari pemakai yang menggenggam alat ini. Semakin dekat jarak pemakai dengan benda tersebut, frekuensi getaran yang dirasakan semakin meningkat. Getaran yang dirasakan pada jari kemudian dikirim ke otak sehingga dapat diterjemahkan dalam benak pemakai.
Dalam merancang “tongkat kelelawar” ini, Sound Foresight Ltd. bekerja sama dengan Cambridge Consultant Ltd., sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perancangan dan pengembangan produk, proses dan sistem baru yang inovatif. Bahkan UltraCane telah banyak penghargaan diantaranya Tomorrow’s World Health Innovation Award, oleh NESTA (the National Endowment for Science, Technology & the Arts) pada tahun 2002, Design Application of the Year Award.






Komentar»
No comments yet — be the first.