Pagelaran Seni UPBM UNPAD dan Sanggar KU-LIEK UNP. Yang Muda Yang Berbudaya Oktober 20, 2008
Posted by frestialdi in Puisi.trackback
Hari itu (9/10) Taman Budaya kedatangan tamu. Mereka para mahasiswa Universitas Padjdjaran (UNPAD) Bandung. Kunjungan mereka tersebut tak lain ingin menampilkan berbagai kegiatan kesenian Minang yang tergabung dalam Pagelaran kesenian Unit Pecinta Budaya Miangkabau (UPBM) UNPAD dan Sanggar KU-LIEK UNP.
Pukul dua siang, Teater Tertutup Taman Budaya Padang sudah dipenuhi oleh para mahasiswa dari UNPAD, UNP, UNAND, UPTD Taman Budaya, siswa sekolah di Sumatera Barat serta undangan lainnya.
Acara dibuka dengan tari pasambahan yang langsung dibawakan oleh para mahasiswa UNPAD. Tidak hanya tari Pasambahan, tapi mereka juga membawakan beberapa tari lainnya seperti tari Rantak dan tari Piring. Bahkan, saat tari Piring beberapa orang penari memecahkan piring. “Itu artinya piring kami asli”, ujar kedua MC yaitu Olivia Nelar dan Rahma Nanda yang juga merupakan Mahasiswa UNPAD.
Yang tak kalah menarik saat Pertunjukkan Seni KU-LIEK Kampus Selatan. Beberapa orang Mahasiswa UNP tersebut berhasil menarik hati penonton dengan suguhan Tambuah Kreasi Basikencak. Pertunjukkan tersebut mengkolaborasikan antara alat musik pupuik, gitar, gendang, saluang dan lain-lain. Bahkan juga mengkolaborasikan antara silat dan Break dance.
Selain Tambuah Kreasi Basikencak, Pertunjukkan Seni KU-LIEK juga menampilkan dua musikalisasi puisi, salah satunya puisi USK milik Chairil Anwar. Tak ketinggalan grup vokal Aura Voice dari UNAND juga ikut berpartisipasi dengan dua buah lagu. Suasana tersebut memang terasa begitu berbeda.
Acara ini mengangat tema “ Yang Muda Yang Berbudaya”. Artinya mereka yang kuliah dirantau juga peduli dengan budaya Minang. “ Kami juga cinta kok dengan budaya Minang,” ujar Sonia Putri Reskia, mahasiswi jurusan Psikologi Unpad.
Menurut Muhamad Rizky, ketua UPBM UNPAD kegiatan ini merupakan agenda rutin dari UPBM UNPAD. “Ini kali keduanya, setelah tahun kemarin. Jika tahun kemarin kamu hanya sendiri, tahun ini kamu bekerjasama dengan sanggar KU-LIEK UNP. Bahkan dari Pemprov sendiri sangat mendukung acara kami”, tutur mahasiswa UNPAD tersebut.
Dukungan yang sama diangukkan beberapa orang lainnya. Salah satunya Kepala Taman Budaya bapak Asnaf Rasyid. “ Saya sangat bangga. Sekalipun mereka kuliah di negeri orang tapi mereka tetap mempelajari dan mengembangkan budaya sendiri. Jangan sampai anak muda yang ada disini yang justru tidak mengembangkan kebudayaan sendiri,” ujar pak Asnaf.
Tak lupa Taman Budaya memberikan piagam penghargan atas acara itu. Masing-masing (UPBM, KU-LIEK dan Aura Voice) menerima piagam secara simbolis dari Taman budaya. Acara ditutup dengan foto bersama dari tiga kegiatan mahasiswa tersebut. “Besar harapan acara ini tetap telaksana dengan beberapa universitas lainnya. Tidak hanya mahasiswa Minang, tapi mahasiswa Universitas lainnya,” ujar Pak Asnaf. Semoga saja ya Pak. (Fresti Aldi)






assalam fresti, pa kabar?
hehehe… kak baru sekarang bisa baca tulisanmu setelah hampir sebulan lamanya, hahahha…
thanks lagi dah muat acara kita ya…
soal tulisannya siy udah lumayan, percaya lah sama eksekutor jurnalisme. tapi emang bener masih perlu perbaikan di sana-sini biar bener2 ok. yah, u know lah.. pembaca kita makin lama makin pinter, jadi sebagai jurnalis kita harus bisa memenuhi tantangan itu. okeh? pokoknya tetap belajar gimana caranya supaya tulisan kita meningkat kualitasnya.
btw, bukan pak asnaf, tapi pak asnam. ntar kalo ngeliput lagi di UPTD, ga salah2 lagi. bisa dituntut lho kalo pihaknya galak, hehehhe.. cuma ingetin aja..
yowes, sakitu weh atuh ayeuna, engke disambung deui, hehehhe…
wassalamualaikum…