jump to navigation

Permainan Tradisional Bukanlah Sebuah Kekunoan November 18, 2008

Posted by frestialdi in Artikel untuk mereka.
trackback

“Bukanlah Sebuah Kekunoan

Jaman Dulu, Sekarang kmana???

Jaman Dulu, Sekarang kmana???

Dulu, setidaknya kita masih sering mendengar kata kelereng, petak umpet, gasing, lompat tali, congklak, benteng dan nama-nama unik lainnya yang merupakan sebutan untuk permainan yang sering kita mainkan.

Namun, entah mengapa sekarang kata-kata itu terasa agak asing ditelinga kita. Setiap mendengar kata-kata itu pikiran kita menerawang jauh entah kemana. Menerawang mencoba-coba mengingat arti kata tersebut. Entah mungkin kita tidak menginngatnya, kita tidak lagi mengenalnya ataukah kita kurang menghargainya sebagai permaianan tradisional bangsa kita sendiri.

Memang tak ada yang tahu tentang menghilangnya sejumlah permainan tersebut dari telinga kita. Seakan-akan permaianan tradisional kalah saing dengan sejumlah permaianan modern baru yang berjamuran muncul ditengah kita, dengan istilah yang serba baru juga.

Sebut saja Play Stasion dan game online. Sejumlah permainan seperti ini telah menjadi idola kita saat ini. Dari siapakah virus ini mulai menyebar dan kapan mulai menjangkitnya. Tapi yang jelas permaianan moderen tersebut telah menindas permaianan tradisional sebagai budaya bangsa yang patut dilestarikan.

Namun, sekarang permaianan tradisonal itu tak lagi bisa kenali. Bisa dibilang, sekarang permaianan tradisional itu telah hilang. Benar-benar hilang dari kehidupan dan ingatan kita. Sehingga kita tak lagi pernah mengenal bahkan mengingatnya.

Permaianan tradisional jelas tak bisa dibandingkan dengan permaianan moderen. Permainan modern memang jauh lebih canggih daripada permaianan tradisional. Namun, kita tak pernah tahu bahwa permainan tradisional juga jauh lebih mendidik.

Permainan tradisional tidak pernah membawa kita pada kecanduan yang berujung lupa belajar. Permainan tradisional lebih membawa kita pada kebersamaan dan keakraban. Permainan trasional juga mendidik kita untuk menjadi orang yang menghargai orang lain.

Bukan saja permaianan tradisional menjadi hal yang kita lupakan. Tapi disisi lain, memanbg tidak ada lahan untuk melestarikan lagi permainan tradisional. Orang-orang lebih sibuk dengan kemoderenan mereka sendiri. Tak pernah terpikirkan bagi mereka hal kecil yang menyangkut pelestarian permainan trasisional.

Bayangkan, dimana kita akan bermain kelereng jika tanah-tanah sudah berubah jadi aspal dan semen. Dimana kita akan petak umpet, jika pohon-pohon telah berubah menjadi tiang-tiang dan menara bertegangan tinggi. Atau dimana kita akan bermain layangan, jika tempatnya sudah tidak memungkinkan.

Persoalan tersebut memang sepele. Tapi sepele itukah penyelesainnya? Sampai sekarang belum ada pihak yang berani menyentuh dan memikirkan hal itu. Mereka telalu menyepelekan ketradisionalan yang notabenenya merupakan bagian dari buadaya bangsa.

Masikah kita tega melihat negara yang kaya budaya ini akan berubah seketika. Berubah menjadi negara yang tak lagi mencintai budaya ketradisionalan. Setidaknya kita masih bisa berbuat. Kita masih pernah memainkan permaianan tersebut. Kita masih bisa mengenalkan permaianan tersebut kepada adik kita. Walaupun tak sampai memainkannya.

Tinggal dari kesadaran kita sendiri. Bagaimana meyakinkan diri kita bahwa permaianan tradisional bukanlah hal yang kuno. Kita adalah bagian dari negara ini, sama seperti permaianan tradisional yang juga merupakan bagian dari negara ini. Bagaimana kita bisa menganggap permaianan trasional sebagai hal yang berharaga dan patut untuk dilestarikan.

Komentar»

1. nha aza... - April 13, 2009

yupz.. bener bgt, skrg permainan tradisional bnyak dilupakan orang, alasan’y krna ketinggalan jamanlah, dah gk modernlah,,, padahal itu tuch kebudayaan baNgsa qta Yg perlu dilestaRikan,,, tul gK?????