jump to navigation

Hapuskan Perbedaan Gender dari Diri Pribadi Januari 5, 2009

Posted by frestialdi in Artikel untuk mereka.
3 comments

Sampai sekarang, perbedaan gender masih menjadi hal yang diperbincangkan. Perempuan yang selalu ingin disetarakan dengan laki-laki. Kadang, kalau kita pikir, yang membuat perbedaan tersebut adalah diri kita.

Bagaimana tidak, sebenarnya perempuan dan laki-laki mempunyai derajat yang sama. Mempunyai tingkat yang sma. Namun, kita sering membuat satu masalah baru. Laki-laki yang tidak menghoramati perem,puan. Bahkan, perempuan yang selalu merasa dibawah laki-laki.

Di zaman sekarang, sewajarnya kita tak perlu lagi mempersoalkan hal itu. Bila kita masih suka membandingkan nilai lebih dari laki-laki dan perempuan memang suatu hal yang sangat bodoh. Keduanya sama-sama mempunyai nilai lebih masing-masing. Zaman sekarang, tidak ada lagi perempuan yang dikekang. Perempuan bebas berkarir, bebas menentukan nasibnya.

Kenyataannya, sebahagian orang masih belum meyakini hal ini. Yang menarik adalah saat masa kampanye caleg ini. Memang telah diberikan kesempatan untuk perempuan menjadi caleg. Tiap partai harus mempunyai caleg perempuannya.

Ada caleg yang memasang logo, saatnya perempuan menjadi pilihan, idealnya lelaki memilih perempuan, pililah perempuan, perempuan lebih baik, perjuangkan nasib perempuan dan sebagainya.

Secara tidak langsung jelas orang ini membuat pemisah antara perempuan dan laki-laki. Sebenarnya pemimpin itu tak pernah kita nilai dari jenis kelaminnya, namun dari kemampuannya untuk memimpin. Kalau dia perempuan lebih baik dari laki-laki, kita kan pilih. Bukan saatnya lagi membedakan jenis kelamin karena perbedaan gender yang kita harapkan bisa selesai malah semakin selesai.

Tak sekedar Rekreasi Januari 4, 2009

Posted by frestialdi in Artikel untuk mereka.
2 comments

Selain kaya dengan alam yang luas serta indah, negeri kita juga kaya dengan Budaya yang beraneka ragam pula. Tak salah, Dari ujung barat sampai ujung timur membentang, begitu banyak suku Budaya. Tiap daerah mempunyai suku dan kebudayaan yang berbeda.
Keberagaman tersebut merupakan aset bangsa yang sangat berharga. Jarang-jarang Negara yang mempunyai suku yang beragam. Namun, ternyata sebahagian dari kita tidak kenal dengan budaya yang ada di negeri kita ini. Jangankan itu, bahkan untuk kebudayaan yang ada di daerah kita sendiri, kita masih ragu untuk mengatakan kita paham dengan itu.
Padahal, di Minangkabau ini begitu unik. Banyak hal-hal yang menarik. Budaya yang ada sangat menarik untuk kita kenal. Buktinya, banyak orang-orang yang tertarik dengan Minangkabau untuk sekedar tahu, sistem kekerabatan matrilineal yang khas, bangunan adat yang khas, pakaian adat yang menawan sampai dengan kesenian yang menakjubkan.
Keseriusan orang-orang tua untuk mengenalkan kembali kebudayaan daerah ini, khususnya kebudayaan Minangkabau tak pernah mendapat respon positif dari kita semua sebagai generasi muda. Kita terlalu acuh dengan dunia kita masing-masing. Kita tak pernah menanyakan kepada Kakek atau nenek kita tentang kebayaan Minangkabau ini.
Di sekolah, pelajaran tentang kebudayaan juga begitu minim. Sangat sedikit waktu yang diberikan kepada kita untuk belajar tentang Kebudayaan. Pelajaran Kebuadayaan Minangkabau juga terhenti ketika kita menamatkan bangku Sekolah Menengah Pertama. Setelah duduk di Bangku SMA, pelajaran tentang kebuadayaan itu pun hilang. Berganti dengan pelajaran kebuadayaan Jepang dan kebudayaan lainnya. Jika menuntut agar diberikan pelajaran Kebudayaan di sekolah rasanya juga percuma. Sebab, keterbatasan seringkali menjadi faktor untuk mewujudkan hal itu.
Wisata Budaya mungkin menjadi solusi untuk mengatasi hal tersebut. Banyak sekali tempat yang menawarkan pengetahuan tentang budaya. Mulai dari tempat sejarah, museum, Pusat dokumentasi dan lainnya. Ke semua tempat tersebut memang diciptakan untuk tujuan yang sama, yaitu mengenalkan kepada generasi muda perihal budaya daerah kita.
Sayangnya, kita juga masih terkendala dengan persoalan-persoalan yang ada. Walaupun telah didirikan pusat-pusat kebudayaan, museum-museum yang menyimpan cerita dan benda-benda kebudayaan kita selalu enggan untuk mengunjunginya. Lihat saja, Museum Adityawarman selalu kelihatan sepi oleh pengunjung dari kalangan kita dari generasi muda.
Kendatipun ada tempat-tempat kebudayaan lainnya yang berpengunjung. Itu bukan kita, bukan orang Minangkabau. Malahan orang dari luar Minangkabau yang begitu antusias untuk mengetahui tentang kebudayaan Minangkabau.
Kenyataan tersebut juga jadi hal yang perlu kita cermati. Ketika orang dari luar Minangkabau tertarik dengan budaya kita, mereka akan mencari tahu segala sesuatunya. Bisa jadi mereka menanyakan kepada kita. Apa yang akan kita jawab?
Padahal, kita juga tahu kalau kebudayaan sudah memudar. Makanya tak ada salahnya kita menganti jadwal kunjungan kita. Mencoret berwisata keluar daerah. Cobalah berwisata kedalam daerah kita sendiri. Manfaatnnya jelas banyak sekali. Selain kita mengenal tentang kebudayan daerah kita. Jadi, saatnya merubah pikiran kita jadi lebih cerdas. Sambil berekreasi juga sambil belajar kembali.