jump to navigation

Randai Mahasiswa dan Siswa Luar Biasa Juli 6, 2009

Posted by frestialdi in Artikel untuk mereka.
add a comment

Randai Luar Biasa

Apa jadinya bila mahasiswa serta pelajar yang memiliki keterbatasan disuruh bermain randai? Setidaknya itulah yang terjadi dengan sekelompok mahasiswa dan siswa kelompok randai inklusi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) jurusan Pendidikkan Luar Biasa Universitas Negeri Padang (UNP)

Luar biasa, itulah kata yang mewakili penampilan randai dari kelompok randai inklusi ini. Mereka tampil dengan maksimal saat kegiatan ramah tamah Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikkan Universitas Negeri Padang (PLB FIP UNP) dengan Jabatan Pendidikkan Khas Fakulti Pendidikkan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) pada Selasa (16/06) pukul 10.00 Wib di Auditorium Rektor UNP.

Tepuk riuh penonton memberi semangat pada penampilan kelompok randai ini. Setiap gerakan mereka selalu diiringi tepukan tangan oleh penonton. Penampilan randai yang berjudul “Puti si Kambang Urai ini memang berbeda.

Suara indah mengalun mendendangkan lagu saat randai pertama kali dimulai. Jika diperhatikan dengan seksama, ada yang berbeda pada si pendendang. Pandangannya kemana-kemana, begitu juga dengan seorang peran yang pertama kali membuka salam, bahkan seorang pemain gendang lebih menyedihkan lagi. Matanya tak terlihat, karena tertutup kulit. Ia sama sekali tak bisa melihat. Tapi bukan itu yang menjadi pusat perhatian penonton melainkan kesempurnaan mereka yang membawakan randai berdurasi setengah jam lebih ini.

Cerita randai pun meawakili para pemainnya. Puti si Kambang Urai diceritakan sebagai anak yang memiliki keterbasan khusus. Bahkan, keluarganya tidak menerima anaknya yang memiliki keterbatasan khusus. Sesekali saat para pemain menampilkan perannya, tawa penonton terdengar saat dialog-dialog biasa dibawakan mereka dengan gayanya, begitu bersemangat dan maksimal. Nawal, Mahsiswi Pendidikkan Khas Universiti Kebangsaan Malaysia pun ikut berkomentar. Ia sangat menyukai penampilan randai ini. Kendati pun baru pertama melihat penampilan randai, ia langsung suka dengan penampilan ini. Bahkan yang membuat Nawal salut adalah para pemainnya yang memiliki keterbatasan khas.

Berbekal Keinginan yang Kuat

Melihat penampilannya yang begitu menarik, P’mails pun jadi penasaran dengan kelompok randai ini. P’mails pun mencari tahu tentang kelompok randai ini. Mulai dari awal terbentuk serta hal lain yang menyangkut dengan kelompok ini.

Randai ini secara resmi terbentuk pada bulan Februari 2009. Sebuah perjuangan yang luar biasa bagi empat orang mahasiswa Pendidikkan Luar Biasa Universitas Negeri Padang Yakni Liliana Sari, Rahmadani Ulfa, Weni Irmavera dan Arif Sulmardi. Keempat mahasiwa ini membuat proposal kepada Program Kreatitivitas Mahasiswa.  Sedangkan ide membuat kelompok randai ini.

Setelah proposal disetujui, mereka lantas mengumpulkan mahasiswa yang memiliki kebutuhan khusus untuk dilatih. Sebelumnya, mereka dibariskan bersama dan disuruh melakukan gerakan randai. Dari sana didapat siapa yang berpotensi menjadi pemain peran, pemain musik, pendendang dan sebagainya.

Kelima belas penampil randai ini bukanlah semuanya memiliki keterbatasan khusus, 8 orang merupakan mereka yang memiliki keterbatasan khusus sedangkan 7 orang lagi merupakan mahasiswa normal. Dari lima belas ini dua diantaranya merupakan pelajar SLB Wacana Asih.

Ditempatkannya 7 orang mahasiswa ini adalah untuk menjadi tutor sebaya bagi pemain yang berkebutuhan khusus. Peran 7 orang ini hanya untuk membantu, sementara yang ditonjolkan adalah mereka yang berkebutuhan khusus, mulai dari pendendang, pemain gendang, pemain peran dan pemain musik. Ada pemain yang menderita tuna netra, untuk membantu perannya 7 orang mahasiswa ini memberikan petunjuk, misalnya ada gerakan yang kurang tepat, atau arahnya membelakangi penonton.

Ternyata tak mudah memberikan latihan randai kepada mereka. Pertama-tama mereka harus diberi pengenalan ruang terlebih dahulu, bagi mereka yang tuna netra. Kebannyakkan dari pemainnya memang menderita tuna netra. Ada yang sama sekali tak bisa melihat. Ada juga yang hanya bisa melihat cahaya saja, ia tak dapat melihat dengan sempurna, tapi bisa membedakan antara siang dan malam, gelap dan terang. Gangguan ini disebut low vision. Ada lagi yang memiliki tuna rungu dan ketunaan lainnya.

Untuk menyempurnakan penampilan mereka. Setiap empat kali seminggu, kelompok ini rutin melakukan pertemuan dan latihan yang bertempat di Aula Kampus PLB FIP UNP di Limau Manis. Mereka dilatih oleh Da Das, begitu sebutan pelatih yang melatih kelompok randai modifikasi ini.

Kendati pun berbaur dengan mahasiswa yang tidak memiliki keterbatasan, ternyata daya tangkap mereka jauh lebih baik dari pada mahasiswa biasa. Hal ini diakui Sari salah satu pemain yang juga terlibat dalam penampilan ini. Menurutnya mereka yang berkebutusan khusus lebih cepat membaca not. Disisi seni, mereka jauh memang lebih pintar, sauar pendendang nya pun begitu merdu terdengar saat melantunkan dendang-dendang.

Semuanya berkat keinginan yang keras. Keinginan yang keras yang membuat kelompok randai ini lahir. Keinginan yang keras serta semangat yang kuat pula membuat penampilan mereka begitu sempurna. Rasanya, memang tak patut kita memberikan pandangan remeh terhadap mereka yang berkebutuhan khusus karena disisi lain mereka juga memiliki bakat di bidang lain. (Fresti Aldi)

Belajar Untuk Kesempatan kedua Juli 6, 2009

Posted by frestialdi in Artikel untuk mereka.
Tags: ,
add a comment

Kesempatan hanya datang sekali. Setidaknya ungkapan ini telah menjadi renungan kita selama ini. Ungkapan ini telah menjadi motivasi kita untuk menghargai sebuah kesempatan, untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan, dan untuk memenfaatkan kesempatan.

Banyak orang berpendapat kalau kesempatan itu datang hanya sekali. Sehingga, apabila datang sebuah kesempatan hendaknya mengambil kesempatan tersebut dengan sebaik mungkin, karena tak akan ada kesempatan kedua. Atau, masih banyak orang yang masih kecewa karena tak bisa memanfaatkan kesempatan itu.

Jika memang benar kesempatan hanya datang sekali, berarti dalam hidup manusia hanya diberikan satu kesempatan untuk mendapatkan sesuatu. Rasanya terlalu singkat dan sedikit sekali kesempatan itu, sementara untuk menjalankan hidup manusia mempunyai waktu yang panjang.

Bagaimana dengan kesempatan kedua? Ada atau tidak mungkin tergantung dari usaha kita untuk mencarinya. Jika kita hanya berhenti pada kesempatan pertama, berarti kesempatan itu memang datang hanya sekali. Tapi, jika kita mencoba sedikit saja berusaha, mungkin kesempatan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya itu pasti datang untuk kita, intinya memang tergantung dari usaha kita untuk mencari kesempatan itu.

Jika memang belum yakin pada kesempatan pertama, tak ada salahnya meninggalkannya. Meninggalkan dalam artian mencari kekurangan untuk benar-benar memperbaiki dan bercermin diri, dimana yang belum sesuai dan apa saja yang akan dibenahi sehingga keyakinan untuk kesempatan pertama itu tidak ada. Paling tidak kita diberikan waktu beberapa saat untuk belajar untuk meraih kesempatan kedua dengan potensi yang lebih maksimal.

Masalah lain yang terjadi adalah keputus asaan. Di luar sana masih banyak yang berputus asa karena tak bisa mengambil kesempatan pertama karena beberapa faktor. Boleh jadi ketika itu kita belum diberikan kesempatan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Setidaknya kita juga bisa berproses, berproses lebih menggali diri dan terus mencoba hal lain. Atau juga keberuntungan kita belum ada pada kesempatan pertama tersebut.

Lantas, bagaimana dengan ungkapan ”kesempatan hanya datang sekali”. Tak ada yang salah sebenarnya dengan ungkapan ini. Ungkapan ini hanya sebagai motivasi bagi kita. Belajarlah untuk menghargai kesempatan kedua, itu yang terpenting karena kesempatan itu selalu ada untuk orang-orang yang tak putus asa.

Jangan pernah menyalahkan diri sendiri, keadaan dan lain sebagainya. Jika memang kita terlambat pada kesempatan pertama, jika pada kesempatan pertama kita tak bisa memanfaatkannya, selalu ada cara yang  lebih baik untuk mendapatkannya lagi. Kuncinya memang adalah usaha, usaha untuk mencari kesempatan kedua tersebut. Tak ada yang salah dengan kesempatan kedua. Yang salah adalah pola pikir kita selama ini yang hanya buntu pada kesempatan pertama dan tak pernah mencoba mencari cara untuk mendapatkan kesempatan kedua.

Barang Bekas Bisa Jadi Sumber Kreativitas Juli 6, 2009

Posted by frestialdi in Telah Terbit.
4 comments

Barang Bekas Bisa Jadi Sumber Kreativitas.

Terkadang, setelah dipakai kita hanya membuang sisanya yang tak bermanfaat. Bisa jadi itu bagian dari barang yang dibeli, kulitnya, kemasannya atau apalah. Banyak juga yang mengangap barang-barang yang sudah dipakai itu sisanya tak lagi bermanfaat. Kita membuangnya begitu saja.

Namun, tahukah kita bagi sebagian orang, barang bekas itu justru menjadi sumber insiprasi. Kiranya, tak hak hanya sumber insiprasi, terkadang barang bekas itu juga digunakan kembali atau dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan-kebutuhan sehari-hari. Ada lagi yang menjadiukannya senagai sumber rupiah. Ya, banyak orang yang bermata pencaharian mengumpulkan barang bekas untuk kemudian dijual dan dimanfaatkan.

Sepertinya, P’mails juga ingin tahu, apakah barang bekas tesebut juga dimanfaatkan atau tidak. Bagaimana juga teman-teman menyikapi tentang barang bekas. Disimpan atau dibuang saja. Sepertinya tak mungkin hanya disimpan saja, pelajar yang kreatif tentu bisa membuat hal yang menarik dari barang bekas. Seperti apa?

Untuk lebih memudahkan, kita harus menyatukan pendapat terlebih dahulu, teman-teman pelajar kita harus tahu dulu yang mana barang bekas, yang mana tidak, nanti malah barang yang berguna atau barang yang mahal yang digunakan atau dibuang. Nah, kira-kira menurut teman pelajar, barang bekas itu apa?

Muhammad Rizky, dari SMAN 1 Padang, mendefenisikan barang bekas sebagai barang yang sudah tidak terpakai. Tak jauh berbeda dengan teman satu sekolahnya, Mega Utami Basra mendefenisikan barang bekas sebagai barang yang habis pakai. Sama halnya dengan ceplas-ceplos Okta Samita. Pelajar SMAN 9 Padang ini juga berpendapat kalau barang bekas itu barang yang tak terpakai lagi

Dari SMKN 1 Solok Selatan, Rizky Kurnia Rahman berpendapat kalau barang bekas adalah barang yang sudah dipakai atau yang telah digunakan oleh seseorang. Sementara Meri Wahyuni dari SMK Cendana Padang Panjang dan Febriza R. Dolla yang juga dari SMK Cendana Padang Panjang satu suara. Mereka menilai barang bekas itu barang yang sudah tak layak dipakai, atau barang yang tidak digunakan lagi.

Sepertinya, pendapat barang bekas memang satu yaitu barang yang telah dipakai atau yang telah digunakan seseorang. Lantas, barang-barang seperti apakah yang digolongkan sebagai barang bekas. Biar tak salah prediksi, mari sebutkan satu persatu contoh barang bekas.

Okta berkomentar jika contoh barang bekas itu ya seperti alat-alat yang tak bisa digunakan lagi. Mega lebih sedikit memperinci maksud dari Okta, ia menyebutkan sepatu, baju atau tas sebagai contoh dari barang yang disebut bekas. Sedangkan Muhammad Rizky lebih mencontohkannya kepada botol-botol minuman, botol-botol plastik. Sedangkan Rizky yang satu lagi, dari Solok  Selatan, lebih menelaah contoh barang bnekas kepada sesuatu yang bisa diolah dan digunakan kembali. Dola, pun memberikan contoh yang dimasud Rizky Solok Selatan, “Contohnya Kardus bekas membeli barang rumah tangga, atau juga kardus bekas makanan atau minuman,” bebernya. Meri lain lagi, ia malah mengkategorikan majalah bekas dan koras bekas sebagai contohnya barang bekas. “Pokoknya yang serba bekas, sandal bekas, sepatu bekas, botol bekas,” sebutnya. Namanya juga barang bekas.

Nah, setidaknya kita sudah ada sedikit gambaran tentang barang bekas. Tak bisa dipungkiri juga, setiap kita juga akan meninggalkan barang bekas dari apa yang kita pakai sehari-hari. Bisa-dikatakan juga, setiap rumah mempunyai barang bekas. Atau mungkin di rumah teman-teman kita ini. Jika dirumahnya ada barang bekas, apa yang mereka lakukan.

Mega dan Okta memilih memilih barang bekas di rumahnya karena menurut mereka berdua barang bekas memang harus dibuang. Tapi tidak begitu dengan Rizky Rahman, siswa yang lahir pada 3 Desember 1991 ini akan mencoba menciptakan sesuatu yang unik dari barang bekas. Sedangkan Muhammad Rizky malah memanfaatkan yang bisa dimanfaatkan. “Contohnya botol bekas minuman dipakai lagi sebagai botol minuman dan dibawa ke sekolah,” tuturnya.

Dola dan Meri satu suara lagi. Mereka berdua akan memilah-milah barang bekas yang ada di rumahnya. Jika benar-benar tak bisa digunakan lagi, mereka akan membuanya kealam tong sampah, bukan tempat sembarangan. Jika ada yang kira-kira bisa dimanfaatkan mereka akan memanfaatkannya untuk menjadi sesuatu, benarkah? Ada yang mau meniru teman-teman kita ini?

Mungkin tak hanya teman-teman kita ini yang memanfaatkan barang bekas, yang menjadikan barang bekas sebagai sumber kreativitas. Di luar sana, begitu banyak orang-orang yang memutar otak mereka untuk menyulap barang bekas menjadi suatu yang bermanfaat. Misalnya, kotak korek api yang sedikit diolah bisa menjadi sesuatu. Mungkin, juga jika kita mencoba melangkahkan kaki, di pasar-pasar tradisional begitu banyak kita temukan aneka cendera mata yang cantik. Namun, sesungguhnya kecantikkan itu bermula dari barang bekas. Bagaimana menurut kamu  tentang orang-orang yang seperti itu?

Menurut Meri, adanya orang-orang yang seperti itu adalah suatu hal yang luar biasa, bahkan sangat bagus sekali menurutnya itu adalah hal yang bagus. “Apalagi memanfaatkan tumpukkan barang bekas, dengan begitu juga akan mengurangi pencemaran lingkungan,” tambahnya.

Sedangkan menurut Dola, orang-orang seperti itu adalah orang-orang yang memiliki ide brilliant. Dola menambhakan orang-orang yang seperti itu adalah sumber insiprasi untuk membentuk sebuah pemikiran kalau barang bekas ternyata bisa diolah kembali. “Banyak orang yang berpikir kalau barang bekas itu tak bisa dimanafaatkan,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Mega utami berpikir untuk meniru orang-orang yang seperti itu setelah siswi kelas X 6 ini tahu ternyata ada orang-orang yang seperti itu. Sedangkan “duo” Rizky sama-sama menghargai orang-orang yang memiliki kreativitas seperti itu.

Mungkin tak hanya orang yang mampu mengolah barang bekas yang perlu dihargai,  begitu banyak juga orang-orang yang menggantungkan mata pencahariannya pada barang bekas. Mereka mengumpulkan barang bekas dan menujualnya, sementara kita malah membuang barang bekas tersebut, bagaimana pula tanggapan terhadap orang-orang atau pelajar mungkin yang berprofesi seperti ini?

Dola menilai itu merupakan pekerjaan yang mulia, karena berkat mereka lah barang-barang bekas tersebut bisa diolah kembali. Rizky Rahman juga setuju dengan pendapat Dola siswi kelas XI ini. Mega sangat berterima kasih dengan orang yang berprofesi seperti ini, karena bisa membantu kita membersihkan lingkungan. Meri, Okta juga mengganggukkan pendapat teman-temannya ini. Muhammad Rizky ingin memuji orang seperti ini karena jasanya terhadap lingkungan.

Jika teman-teman kita ini disuruh mengolah bahan bekas menjadi sesuatu, kira-kiara apa yang akan mereka buat ya? Rizky Rahman pernah menjadikan sedotan-sedotan bekas sebagai pajangan dinding yang berbentuk bunga. Sementara Meri juga bisa menjadikan bekas kaleng menjadi celengan, bekas botol dijadikannya sebagai kotak pensil, keren juga yah? Tak hanya itu, malahan Meri juga bisa membuat tempat foto lucu dari karton bekas.

Lain lagi dengan Okta, Pelajar kelas XI IPA 2 ini bisa mengolah barang bekas menjadi sesuatu yang berguna asalkan ada contohnya. Begitu juga dengan Mega, dia sama sekali tak punya ide apa-apa untuk mengolah bahan bekas. Ide hanya ada ketika ia disuruh sekolah membuat suatu Prakarya. Muhammad Rizky malah punya ide untuk 17 Agustus nanti. Ia akan mencat semua barang bekas menjadi Merah Putih seperti warna bendera, menurut pelajar kelas X 2 ini, barang-barang itu bisa dimanfaatkan buat peringatan kemerdakaan. Sedangkan menurut Dola, botol yang itu dicat dipakai untuk perayaaan kemerdaakan nanti bisa digunakannya lagi, siapa mau Dola bisa membuatkan pot bunga yang cantik dari botol bekas itu.

Ternyata, jika benar-benar dimanfaatkan, bisa begitu banyak barang-barang yang berguna yang bisa disulap dari barang bekas, asal kita mau pasti banyak cara untuk memanfaatkan barang bekas. Yang penting, jangan memikirkan kalau barang bekas itu hanya sampah yang perlu dibuang, tapi cobalah cari ide dari barang bekas agar menjadi suatu kreativitas, selamat mencoba! (Dirangkum Fresti Aldi atas Laporan Dodi Prananda/SMAN 1 Padang)

Sekilas Tentang Duta Juli 6, 2009

Posted by frestialdi in Telah Terbit.
1 comment so far

Berbagai cara dilakukan untuk mengkampanyekan atau mengajak masyarakat untuk melakukan suatu hal. Sselain dengan iklan, promosi, dan sebagainya cara yang banyak belakangan ini adalah dengan menunjuk dan mencari seseorang untuk mewakili apa yang akan disampaikannya kepada masyarakat, mulai dari lingkungan hidup, narkoba, pariwisata dan bahari. Tak ketinggalan juga, duta baca, duta anak, sampai kepada duta muda asean. Berikut ini adalah gambaran singkat tentang pemilihan para duta tersebut.

Duta Bahari

Panitia Gerakan Cinta Bahari 2008 yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya, Dewan Pendidikan Jatim, Sekolah Tinggi Angkatan Laut juga menggelar pemilihan duta Bahari pada tahun 2008.

Uniknya, para peserta seleksi ini berasal dari sekolah-sekolah dasar yang beragam. Syaratnya mereka harus berada pada kelas 5 dan 6 SD yang kemudian akan diseleksi. Peserta menjalani seleksi yang berupa Pengetahuan Umum, Wawasan Kebaharian, dan Perfomance.

Terpilihlah 10 orang pelajar SD yang menjadi duta Bahari, mereka secara resmi dilantik oleh dengan menyematkan skraf biru muda di leher para duta bahari, setekah terpilih mereka lalu diundang untuk acara pembekalan duta bahari agar mereka benar-benar mampu menjadi duta bagi teman-teman mereka.

Duta Muda Asean

Tahun 2007, pemilihan Duta Muda Asean Indonesia (PDMAI) digelar untuk pertama kalinya. Selain untuk memperingati ulang tahun ASEAN yang ke 40, pemilihan tersebut juga untuk menjaring pemuda-pemuda atau remaja Indonesia yang berprestasi dari seluruh Indonesia unuk menyebarluaskan informasi mengenai ASEAN di kalangan generasi muda.

Selain tujuan tersebut Direktorat Jenderal Kerjasama Asean Departemen Luar Negeri Republik Indonesia menggelar acara ini untuk membangun kesiapan generasi muda dalam membangun ASEAN Comunity 2015, karena notabenenya generasi mudalah yang nantinya akan menjadi pemimpin ASEAN nanti.

Setelah terpilih, para pemenang dan finalis akan mengemban tugas untuk melakukan sosialisasi di kalangan generasi muda mengenai ASEAN. Selain itu, program sosialiasi di luar negeri juga dilakukan melalalui pertukaran pemuda. Diantaranya, Kapal ASEAN, Indonesia-Kanada, Indonesia-Australia, ASEAN-Korea, ASEAN-India melaui pertemuan, seminar ataupun penyuluhan.

Para peserta yang lolos 20 besar akan dikarantina untuk mendapatkan pembekalan, ujian tertulis, wawancara, presentasi hingga kemampuan dalam bidang seni budaya.

Duta Wisata

Setiap provinsi di Indonesia rutin mengadakan pemilihan duta wisata. Pemilihan tersebut dimulai dari tingkat Kabupaten dan Kota. Kriteria peserta yang mengikuti pemilihan ini adalah remaja. Patokan umurnya dimulai dari 16 hingga 25 tahun. Para pemenang diharapkan menjadi teladan bagi remaja yang segenerasi dengannya. Mereka juga menjadi ujung tombak dinas Pariwisata dalam mempromosikan Pariwisata baik secara Nasional maupun Internasional. Para duta wisata seluruh Indonesia ini juga membuat oraganisasi yaitu Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO). Setipa tahun mereka rutin mengadakan konferensi yang menjadi agenda nasional.

Pemilihan duta wisata ini terdiri dari putra dan putri. Uniknya lagi, setiap daerah mempunyai nama duta wisata masing-masing sesuai dengan daerah masing-masing. Berikut adalah nama-nama pemilihan duta di seluruh Indonesia.

Jaka dan Dara (Sumatera Utara)- Uda dan Uni (Sumatera Barat)- Putra dan Putri Sriwijaya (Sumatra Selatan)- Bujang dan Dara Belitong (Bangka Belitung)- Bujang dan Gadis Bengkulu (Bengkulu)- Kang dan Nong (Banten)- Abang dan None (DKI Jakarta)- Mojang dan Jajaka (Jawa Barat)- Mas dan Mbak (Jawa Tengah)- Dimas dan Diajeng (DI Yogyakarta)- Cak dan Ning (Jawa Timur)- Bagus dan Jegeg (Bali)- Putra dan Putri Wisata NTB (Nusa Tenggara Barat).

Duta Baca

Tamara Bleziisky ditunjuk oleh Perpustakaan Nasional RI Sebagai Duta Baca 2005. Terpilihnya Tamara dikarenakan ia sering melakukan kampanye gemar menbaca ke daerah-daerah. Tapi, Perpustakaan Nasional lebih memfokuskan Tamara kepada puisi.

Di tahun 2006, kembali juga ditunjuk duta baca lagi. Kali ini Tantowi Yahya yang mendapat kepercayaan tersebut. Peran aktivnya mengkampanyekan pentingnya membaca membuat Perpustakaan Nasional menunjuknya menjadi duta baca. Selain itu, pertimbangan lainnya adalah sosok Tantowi adalah oranng yang sukses karena membaca.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibiyo menunjuk Happy Salma sebagai Duta Baca Nasional tahun 2008. Terpilihnya Happy Salma karena ia mempunyai status sebagai artis yang sekaligus penulis yang juga gemar membaca, hal tersebut juga bisa diharapkan bisa mengajak masyarakat untuk gemar membaca.

Selain itu, Perpustakaan Nasional bekerja sama dengan GEMARI (Gerakan Masyarakat Mandiri) juga berhasil memilih duta baca anak dan remaja 2009. Mereka yang dinobatkan adalah Aziza Nadia Razanti (DKI Jakarta) sebagai Duta Baca Anak Indonesia Pratama, Arifia Sekar Seroja (Jawa Barat) sebagai Duta Baca Anak Indonesia Dwitama, Rizal Rahmanda Akbar ( Kalimantan Timur ) sebagai Duta Baca Remaja Indonesia Utama, Aldi Nurian Aryandhita (Jawa Tengah) sebagai Duta Baca Remaja Indonesia Pratama, dan Ana Taria Okawati Rambe (Sulawesi Tenggara) sebagai Duta Baca Remaja Indonesia Dwitama.

(Berbagai Sumber)