Barang Bekas Bisa Jadi Sumber Kreativitas

Barang Bekas Bisa Jadi Sumber Kreativitas.

Terkadang, setelah dipakai kita hanya membuang sisanya yang tak bermanfaat. Bisa jadi itu bagian dari barang yang dibeli, kulitnya, kemasannya atau apalah. Banyak juga yang mengangap barang-barang yang sudah dipakai itu sisanya tak lagi bermanfaat. Kita membuangnya begitu saja.

Namun, tahukah kita bagi sebagian orang, barang bekas itu justru menjadi sumber insiprasi. Kiranya, tak hak hanya sumber insiprasi, terkadang barang bekas itu juga digunakan kembali atau dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan-kebutuhan sehari-hari. Ada lagi yang menjadiukannya senagai sumber rupiah. Ya, banyak orang yang bermata pencaharian mengumpulkan barang bekas untuk kemudian dijual dan dimanfaatkan.

Sepertinya, P’mails juga ingin tahu, apakah barang bekas tesebut juga dimanfaatkan atau tidak. Bagaimana juga teman-teman menyikapi tentang barang bekas. Disimpan atau dibuang saja. Sepertinya tak mungkin hanya disimpan saja, pelajar yang kreatif tentu bisa membuat hal yang menarik dari barang bekas. Seperti apa?

Untuk lebih memudahkan, kita harus menyatukan pendapat terlebih dahulu, teman-teman pelajar kita harus tahu dulu yang mana barang bekas, yang mana tidak, nanti malah barang yang berguna atau barang yang mahal yang digunakan atau dibuang. Nah, kira-kira menurut teman pelajar, barang bekas itu apa?

Muhammad Rizky, dari SMAN 1 Padang, mendefenisikan barang bekas sebagai barang yang sudah tidak terpakai. Tak jauh berbeda dengan teman satu sekolahnya, Mega Utami Basra mendefenisikan barang bekas sebagai barang yang habis pakai. Sama halnya dengan ceplas-ceplos Okta Samita. Pelajar SMAN 9 Padang ini juga berpendapat kalau barang bekas itu barang yang tak terpakai lagi

Dari SMKN 1 Solok Selatan, Rizky Kurnia Rahman berpendapat kalau barang bekas adalah barang yang sudah dipakai atau yang telah digunakan oleh seseorang. Sementara Meri Wahyuni dari SMK Cendana Padang Panjang dan Febriza R. Dolla yang juga dari SMK Cendana Padang Panjang satu suara. Mereka menilai barang bekas itu barang yang sudah tak layak dipakai, atau barang yang tidak digunakan lagi.

Sepertinya, pendapat barang bekas memang satu yaitu barang yang telah dipakai atau yang telah digunakan seseorang. Lantas, barang-barang seperti apakah yang digolongkan sebagai barang bekas. Biar tak salah prediksi, mari sebutkan satu persatu contoh barang bekas.

Okta berkomentar jika contoh barang bekas itu ya seperti alat-alat yang tak bisa digunakan lagi. Mega lebih sedikit memperinci maksud dari Okta, ia menyebutkan sepatu, baju atau tas sebagai contoh dari barang yang disebut bekas. Sedangkan Muhammad Rizky lebih mencontohkannya kepada botol-botol minuman, botol-botol plastik. Sedangkan Rizky yang satu lagi, dari Solok  Selatan, lebih menelaah contoh barang bnekas kepada sesuatu yang bisa diolah dan digunakan kembali. Dola, pun memberikan contoh yang dimasud Rizky Solok Selatan, “Contohnya Kardus bekas membeli barang rumah tangga, atau juga kardus bekas makanan atau minuman,” bebernya. Meri lain lagi, ia malah mengkategorikan majalah bekas dan koras bekas sebagai contohnya barang bekas. “Pokoknya yang serba bekas, sandal bekas, sepatu bekas, botol bekas,” sebutnya. Namanya juga barang bekas.

Nah, setidaknya kita sudah ada sedikit gambaran tentang barang bekas. Tak bisa dipungkiri juga, setiap kita juga akan meninggalkan barang bekas dari apa yang kita pakai sehari-hari. Bisa-dikatakan juga, setiap rumah mempunyai barang bekas. Atau mungkin di rumah teman-teman kita ini. Jika dirumahnya ada barang bekas, apa yang mereka lakukan.

Mega dan Okta memilih memilih barang bekas di rumahnya karena menurut mereka berdua barang bekas memang harus dibuang. Tapi tidak begitu dengan Rizky Rahman, siswa yang lahir pada 3 Desember 1991 ini akan mencoba menciptakan sesuatu yang unik dari barang bekas. Sedangkan Muhammad Rizky malah memanfaatkan yang bisa dimanfaatkan. “Contohnya botol bekas minuman dipakai lagi sebagai botol minuman dan dibawa ke sekolah,” tuturnya.

Dola dan Meri satu suara lagi. Mereka berdua akan memilah-milah barang bekas yang ada di rumahnya. Jika benar-benar tak bisa digunakan lagi, mereka akan membuanya kealam tong sampah, bukan tempat sembarangan. Jika ada yang kira-kira bisa dimanfaatkan mereka akan memanfaatkannya untuk menjadi sesuatu, benarkah? Ada yang mau meniru teman-teman kita ini?

Mungkin tak hanya teman-teman kita ini yang memanfaatkan barang bekas, yang menjadikan barang bekas sebagai sumber kreativitas. Di luar sana, begitu banyak orang-orang yang memutar otak mereka untuk menyulap barang bekas menjadi suatu yang bermanfaat. Misalnya, kotak korek api yang sedikit diolah bisa menjadi sesuatu. Mungkin, juga jika kita mencoba melangkahkan kaki, di pasar-pasar tradisional begitu banyak kita temukan aneka cendera mata yang cantik. Namun, sesungguhnya kecantikkan itu bermula dari barang bekas. Bagaimana menurut kamu  tentang orang-orang yang seperti itu?

Menurut Meri, adanya orang-orang yang seperti itu adalah suatu hal yang luar biasa, bahkan sangat bagus sekali menurutnya itu adalah hal yang bagus. “Apalagi memanfaatkan tumpukkan barang bekas, dengan begitu juga akan mengurangi pencemaran lingkungan,” tambahnya.

Sedangkan menurut Dola, orang-orang seperti itu adalah orang-orang yang memiliki ide brilliant. Dola menambhakan orang-orang yang seperti itu adalah sumber insiprasi untuk membentuk sebuah pemikiran kalau barang bekas ternyata bisa diolah kembali. “Banyak orang yang berpikir kalau barang bekas itu tak bisa dimanafaatkan,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Mega utami berpikir untuk meniru orang-orang yang seperti itu setelah siswi kelas X 6 ini tahu ternyata ada orang-orang yang seperti itu. Sedangkan “duo” Rizky sama-sama menghargai orang-orang yang memiliki kreativitas seperti itu.

Mungkin tak hanya orang yang mampu mengolah barang bekas yang perlu dihargai,  begitu banyak juga orang-orang yang menggantungkan mata pencahariannya pada barang bekas. Mereka mengumpulkan barang bekas dan menujualnya, sementara kita malah membuang barang bekas tersebut, bagaimana pula tanggapan terhadap orang-orang atau pelajar mungkin yang berprofesi seperti ini?

Dola menilai itu merupakan pekerjaan yang mulia, karena berkat mereka lah barang-barang bekas tersebut bisa diolah kembali. Rizky Rahman juga setuju dengan pendapat Dola siswi kelas XI ini. Mega sangat berterima kasih dengan orang yang berprofesi seperti ini, karena bisa membantu kita membersihkan lingkungan. Meri, Okta juga mengganggukkan pendapat teman-temannya ini. Muhammad Rizky ingin memuji orang seperti ini karena jasanya terhadap lingkungan.

Jika teman-teman kita ini disuruh mengolah bahan bekas menjadi sesuatu, kira-kiara apa yang akan mereka buat ya? Rizky Rahman pernah menjadikan sedotan-sedotan bekas sebagai pajangan dinding yang berbentuk bunga. Sementara Meri juga bisa menjadikan bekas kaleng menjadi celengan, bekas botol dijadikannya sebagai kotak pensil, keren juga yah? Tak hanya itu, malahan Meri juga bisa membuat tempat foto lucu dari karton bekas.

Lain lagi dengan Okta, Pelajar kelas XI IPA 2 ini bisa mengolah barang bekas menjadi sesuatu yang berguna asalkan ada contohnya. Begitu juga dengan Mega, dia sama sekali tak punya ide apa-apa untuk mengolah bahan bekas. Ide hanya ada ketika ia disuruh sekolah membuat suatu Prakarya. Muhammad Rizky malah punya ide untuk 17 Agustus nanti. Ia akan mencat semua barang bekas menjadi Merah Putih seperti warna bendera, menurut pelajar kelas X 2 ini, barang-barang itu bisa dimanfaatkan buat peringatan kemerdakaan. Sedangkan menurut Dola, botol yang itu dicat dipakai untuk perayaaan kemerdaakan nanti bisa digunakannya lagi, siapa mau Dola bisa membuatkan pot bunga yang cantik dari botol bekas itu.

Ternyata, jika benar-benar dimanfaatkan, bisa begitu banyak barang-barang yang berguna yang bisa disulap dari barang bekas, asal kita mau pasti banyak cara untuk memanfaatkan barang bekas. Yang penting, jangan memikirkan kalau barang bekas itu hanya sampah yang perlu dibuang, tapi cobalah cari ide dari barang bekas agar menjadi suatu kreativitas, selamat mencoba! (Dirangkum Fresti Aldi atas Laporan Dodi Prananda/SMAN 1 Padang)

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

10 Balasan ke Barang Bekas Bisa Jadi Sumber Kreativitas

  1. ryan berkata:

    mana postingan contoh prakaryanya
    gimana bisa jdi inspirasi nih

  2. tama berkata:

    kak icha buruak

  3. friska berkata:

    amang apa sich keleihannya selain itu????///////

  4. maya siahaan berkata:

    kok ga ada contohnya sih… kalo teori kan gampang, cara mbuatnya, bahan2nya dari apa aja???

  5. agung setiawan berkata:

    we cok seng genah pok’o lek gae artikel iku. lek gae artikel iku kudu nyambung oke cok

  6. widi berkata:

    iya,aku butuh contoh prakaryanya tuhcccc.

  7. james berkata:

    gmna sic cra supaya dpt inpirasi dri brng brng bks

  8. Bunda lulik berkata:

    Contoh….mana contohnya !!!!

  9. eva berkata:

    contohnya mana sichh…!!?
    yg di cari tu cntohnya,, bukan pengertian barang bekas.

  10. Arjun Akan Slallu Tersenyum berkata:

    barang bekas adalah kesempatan kita dan kita hanya melihat di luarnya tapi kita tidak tahu seberapa besar manfaaat itu

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s