jump to navigation

Sekilas Tentang Duta Juli 6, 2009

Posted by frestialdi in Telah Terbit.
trackback

Berbagai cara dilakukan untuk mengkampanyekan atau mengajak masyarakat untuk melakukan suatu hal. Sselain dengan iklan, promosi, dan sebagainya cara yang banyak belakangan ini adalah dengan menunjuk dan mencari seseorang untuk mewakili apa yang akan disampaikannya kepada masyarakat, mulai dari lingkungan hidup, narkoba, pariwisata dan bahari. Tak ketinggalan juga, duta baca, duta anak, sampai kepada duta muda asean. Berikut ini adalah gambaran singkat tentang pemilihan para duta tersebut.

Duta Bahari

Panitia Gerakan Cinta Bahari 2008 yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya, Dewan Pendidikan Jatim, Sekolah Tinggi Angkatan Laut juga menggelar pemilihan duta Bahari pada tahun 2008.

Uniknya, para peserta seleksi ini berasal dari sekolah-sekolah dasar yang beragam. Syaratnya mereka harus berada pada kelas 5 dan 6 SD yang kemudian akan diseleksi. Peserta menjalani seleksi yang berupa Pengetahuan Umum, Wawasan Kebaharian, dan Perfomance.

Terpilihlah 10 orang pelajar SD yang menjadi duta Bahari, mereka secara resmi dilantik oleh dengan menyematkan skraf biru muda di leher para duta bahari, setekah terpilih mereka lalu diundang untuk acara pembekalan duta bahari agar mereka benar-benar mampu menjadi duta bagi teman-teman mereka.

Duta Muda Asean

Tahun 2007, pemilihan Duta Muda Asean Indonesia (PDMAI) digelar untuk pertama kalinya. Selain untuk memperingati ulang tahun ASEAN yang ke 40, pemilihan tersebut juga untuk menjaring pemuda-pemuda atau remaja Indonesia yang berprestasi dari seluruh Indonesia unuk menyebarluaskan informasi mengenai ASEAN di kalangan generasi muda.

Selain tujuan tersebut Direktorat Jenderal Kerjasama Asean Departemen Luar Negeri Republik Indonesia menggelar acara ini untuk membangun kesiapan generasi muda dalam membangun ASEAN Comunity 2015, karena notabenenya generasi mudalah yang nantinya akan menjadi pemimpin ASEAN nanti.

Setelah terpilih, para pemenang dan finalis akan mengemban tugas untuk melakukan sosialisasi di kalangan generasi muda mengenai ASEAN. Selain itu, program sosialiasi di luar negeri juga dilakukan melalalui pertukaran pemuda. Diantaranya, Kapal ASEAN, Indonesia-Kanada, Indonesia-Australia, ASEAN-Korea, ASEAN-India melaui pertemuan, seminar ataupun penyuluhan.

Para peserta yang lolos 20 besar akan dikarantina untuk mendapatkan pembekalan, ujian tertulis, wawancara, presentasi hingga kemampuan dalam bidang seni budaya.

Duta Wisata

Setiap provinsi di Indonesia rutin mengadakan pemilihan duta wisata. Pemilihan tersebut dimulai dari tingkat Kabupaten dan Kota. Kriteria peserta yang mengikuti pemilihan ini adalah remaja. Patokan umurnya dimulai dari 16 hingga 25 tahun. Para pemenang diharapkan menjadi teladan bagi remaja yang segenerasi dengannya. Mereka juga menjadi ujung tombak dinas Pariwisata dalam mempromosikan Pariwisata baik secara Nasional maupun Internasional. Para duta wisata seluruh Indonesia ini juga membuat oraganisasi yaitu Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO). Setipa tahun mereka rutin mengadakan konferensi yang menjadi agenda nasional.

Pemilihan duta wisata ini terdiri dari putra dan putri. Uniknya lagi, setiap daerah mempunyai nama duta wisata masing-masing sesuai dengan daerah masing-masing. Berikut adalah nama-nama pemilihan duta di seluruh Indonesia.

Jaka dan Dara (Sumatera Utara)- Uda dan Uni (Sumatera Barat)- Putra dan Putri Sriwijaya (Sumatra Selatan)- Bujang dan Dara Belitong (Bangka Belitung)- Bujang dan Gadis Bengkulu (Bengkulu)- Kang dan Nong (Banten)- Abang dan None (DKI Jakarta)- Mojang dan Jajaka (Jawa Barat)- Mas dan Mbak (Jawa Tengah)- Dimas dan Diajeng (DI Yogyakarta)- Cak dan Ning (Jawa Timur)- Bagus dan Jegeg (Bali)- Putra dan Putri Wisata NTB (Nusa Tenggara Barat).

Duta Baca

Tamara Bleziisky ditunjuk oleh Perpustakaan Nasional RI Sebagai Duta Baca 2005. Terpilihnya Tamara dikarenakan ia sering melakukan kampanye gemar menbaca ke daerah-daerah. Tapi, Perpustakaan Nasional lebih memfokuskan Tamara kepada puisi.

Di tahun 2006, kembali juga ditunjuk duta baca lagi. Kali ini Tantowi Yahya yang mendapat kepercayaan tersebut. Peran aktivnya mengkampanyekan pentingnya membaca membuat Perpustakaan Nasional menunjuknya menjadi duta baca. Selain itu, pertimbangan lainnya adalah sosok Tantowi adalah oranng yang sukses karena membaca.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibiyo menunjuk Happy Salma sebagai Duta Baca Nasional tahun 2008. Terpilihnya Happy Salma karena ia mempunyai status sebagai artis yang sekaligus penulis yang juga gemar membaca, hal tersebut juga bisa diharapkan bisa mengajak masyarakat untuk gemar membaca.

Selain itu, Perpustakaan Nasional bekerja sama dengan GEMARI (Gerakan Masyarakat Mandiri) juga berhasil memilih duta baca anak dan remaja 2009. Mereka yang dinobatkan adalah Aziza Nadia Razanti (DKI Jakarta) sebagai Duta Baca Anak Indonesia Pratama, Arifia Sekar Seroja (Jawa Barat) sebagai Duta Baca Anak Indonesia Dwitama, Rizal Rahmanda Akbar ( Kalimantan Timur ) sebagai Duta Baca Remaja Indonesia Utama, Aldi Nurian Aryandhita (Jawa Tengah) sebagai Duta Baca Remaja Indonesia Pratama, dan Ana Taria Okawati Rambe (Sulawesi Tenggara) sebagai Duta Baca Remaja Indonesia Dwitama.

(Berbagai Sumber)

Komentar»

1. Zora - Oktober 8, 2009

Terimakasih untuk infonya :)