Band Indonesia yang Populer Masa Lalu
Grup band seperti God Bless, Koes Plus, Panbers, Bimbo, The Favourite’s Group, D’lloyd, The Mercys, The Rollies, AKA memang terasa agak asing di telinga remaja hari ini. Sebab, mereka populer bukan pada zaman sekarang, melainkan jauh hari sebelum kita lahir. Kehadiran merekalah yang menjadi cikal bakal grup band di Indonesia hingga hari ini. Bagaimana ceritanya?
Agak sulit untuk mengungkapkan sejarah grup band di tanah air, sebab tak ditemukan data yang konkrit tentang awal muncul dan lahir grup band pertama di tanah air. Namun, dari data yang ditemukan, nama Idris Sardi (pemain biola sekaligus ayah kandung Lukman Sardi) disebut-sebut sebagai orang yang turut andil menciptakan kelahiran grup band beraliran pop di tanah air.
Diceritakan bahwa Idris Sardi pertama kalinya bereksperimen untuk mengarasemen lagu Sunda “Antosan” yang dinyanyikan oleh Lilis Suryani pada tahun 1964. Idris Sardi mencoba menggabungkan antara elemen musik kalsik dan musik pop dengan perpaduan orkestra. Perpaduan inilah awal cikal bakal kelahiran aliran band bergenre pop progresif.
Setelah nama Idris Sardi, juga muncul nama-nama lain yang ikut meramaikan band di tanah air pada masa silam. Mulai dari Rhapsodia, The Rollies, Giant Step, Harry Rusli, Rasela, The Rhythm Kings, AKA, SAS, Godbless, Superkid , Shark Move dan Favourite’s Group. Nama-namanya memang agak janggal di telinga remaja saat ini, namun pada masa silam, nama mereka menjadi buah bibir di era 70-an.
Di tahun 1975, Guruh Soekarno Putra dan anak-anak Gipsy mencoba untuk menawarkan musik band baru dengan menggabungkan unsur gamelan Jawa dengan unsur rock. Ini jauh berbeda dengan hal yang dilakukan Harry Roesli. Karena Harry Roesli mencoba untuk mentradisonalkan musik rock. Grup band Prambors Rasisonia juga membuat suatu revolusi baru dalam blantika musik Indonesia yaitu dengan menkreasikan gabungan musik pop, klasik dan rock.
Grup Band Koes Plus yang cukup populer pada zamannya dikenal sebagi pelopor lahirnya grup band dengan aliran pop dan rock n roll. Tak kalah uniknya, Panjaitan bersaudara atau Panbers meramaikan musik tanah air pada tahun 1969 yang personilnya merupakan kakak-beradik kandung keluarga Panjaitan.
Grup band D’LLoyd juga tak kalah populernya di era 70-an. Lagu-lagunya seperti Keagungan Tuhan, Tak Mungkin, Oh Di Mana, Karena Nenek, Semalam di Malaysia, Cinta Hampa dan Mengapa Harus Jumpa sampai sekarang masih sering didengar bahkan diaransemen ulang oleh penyanyi dan grup band baru.
Lantas Bagaimana dengan God Bless? God Bless adalah grup musik rock yang telah menjadi legenda di Indonesia. Dasawarsa 1970-an bisa dianggap sebagai tahun-tahun kejayaan mereka. Salah satu bukti nama besar mereka adalah sewaktu God Bless dipilih sebagai pembuka konser grup musik rock legendaris dunia, Deep Purple di Jakarta pada tahun 1975.
Lain lagi dengan grup band Bimbo. Band yang berdiri pada tahun 1967 ini lebih eksis pada tahun 80-an dengan lagu-lagunya yang bertemakan kritik sosial. Bahkan, pada tahun 2007, di usia band mereka yang senior mereka masih sempat menelorkan album baru. Diantaranya menampilkan karya terbaru Taufiq Ismail yang berpola kritik sosial yaitu Jual Beli dan Hitam Putih.
Nama lain yang disebut-sebut cukup fenomenal pada zaman dahulu adalah band A.KA. singkatan dari Apotik Kali Asin. Apotik tersebut milik orang tua Ucok Harahap, tempat mereka bermarkas dan latihan. Band yang berdiri di tahun 1967 ini digawangi oleh Ucok Harahap. Mereka lebih sering membawakan lagu rock dengan lirik berbahasa inggris.

Kalau kita melihat perkembangan band di tanah air yang pesat, tentunya kehadiran band-band baru di tanah air seperti Kerispatih, Dewa, D’masiv, Viera, Armada, ST 12, dan lainnya tak terlepas dari sejarah band legendaris di atas. Setidaknya mereka telah berusaha berkarya demi perkembangan band Indoneisa yang semakin membaik hingga hari ini. [fresti aldi/ panbers.com, wikipedia, kaskus dan berbagai sumber]




