Lebaran

Ramadhan akan segera berakhir. Syawal pun segera datang. Hari nan fitri telah menanti kita setelah satu bulan kita menjalankan ibadah kepada sang pencipta. Orang bilang Lebaran adalah hari kemenangan. Seperti itukah?

Kemenangan itu adalah beberapa hari yang diberikan kepada kita untuk merayakan hasil kerja kita selama sebulan penuh. Bukan berarti selesai lebaran semua amal yang kita kerjakan di bulan ramadhan tidak lagi kita kerjakan setelah lebaran usai.

Kemenangan saat lebaran adalah milik sebagian orang yang benar-benar menjalankan ibadah dengan baik. Orang yang menang adalah orang yang mampu mengendalikan diri saat ramadhan dan setelah ramadhan.

Tahukah kita, tidak semua kita menjadi orang yang menang saat ini. Mungkin kita coba untuk mengintropeksi diri tentang apa yang kita kerjakan sebelumnya. Apakah kita telah sempurna melaksanakan puasa? Apakah Puasa kita telah dibarengi dengan memohon kepadaNYA dengan sholat? Ataukah, apakah telah kita sisakan sebagian harta kita buat orang yang memang butuh?

Tidak mudah untuk mencapai kemenangan itu. Semua harus berjalan sebaik mungkin. Banyak kita lihat orang yang bersorak-sorak untuk merayakan kemenangan dengan berbagai gaya, cara dan upaya. Tapi, menangkah kita?

Ataukah kita termasuk orang yang kalah. Bayangkan saja, kita tidak melaksanakan puasa, kita tidak mengerjakan sholat apalagi bersedekah. Tapi, kita juga ikut-ikutan menyambut kemenangan. Tidakkah ini terlalu aneh?

Memang aneh bagi orang yang benar-benar mengerti arti kemenangan yang sesungguhnya. Bukan hanya ikut-ikutan orang belaka. Tapi, benar-benar kita tahu posisi kita yang sebenarnya. Menang, kalah atau tidak sama sekali. Hanya diri kita yang tahu.

Kita juga tidak tahu bahwa sesunguhya kita telah mendustakan diri kita dan orang sekitar kita. Ataukah, kita pura-pura tidak tahu dengan kenyataan yang terjadi. Ingat, kita tidak menyalahkan orang lain, tapi kita harus merenungkan diri kita dan berusaha untuk menjadi orang yang disenangi oleh orang lain.

Di hari yang suci ini kita juga berharap, agar kemenangan kita tidak rusak dengan tidak mau minta maaf dan memaafkan orang lain. Kemengan itu tidak hanya kita rasakan sendiri tapi kita juga berbagi dengan orang didekat kita. Selamat Hari Raya idul fitri. Semoga kita menjadi orang yang benar-benar menang.

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s