Korupsi

Belakangan ini, berita korupsi seringkali mendera bangsa ini. Entah apa yang membuat korupsi di negeri ini semakin menjadi-jadi. Seiring dengan perkembangan zaman, kasus korupsi pun berkembang pesat. Tak pandang bulu korupsi melanda siapa saja, mulai dari pejabat tinggi negara sampai pejabat rendah sekalipun. Sebenarnya apa itu korupsi?

Korupsi lebih mengacu pada memperkaya diri atau korporasi dengan uang negara. Tapi apakah hanya itu saja ruang lingkup korupsi. Bagaimanakah dengan menggunakan mobil dinas di saat bukan jam kerja, menyontek, menyogok bahkan telat datang kesekolah sekalipun? Apakah ini juga dikategorikan sebagai korupsi atau tidak?Korupsi secara umum lebih mengacu pada memperkaya diri dengan uang negara. Walaupun menyontek sering dikaitkan dengan korupsi. Tapi menyontek lebih menitikberatkan kepada bagaimana menamkan sikap jujur dari dini. Jika menggelapkan uang negara dihukum dengan denda dan mendekam di penjara, maka menyontek sanksinya lebih menitikberatkan pada norma sosial dan norma susila.

Bahkan Dalam undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pembentasan korupsi pun tidak di sebutkan tentang menyontek. Namun, kita juga harus sadar bahwa dari menyontek bisa menjalar ke korupsi. Bahkan dalam undang-undang tersebut yang menjadi subjek dari korupsi adalah pegawai negeri bukan pelajar.

Walaupun dalam undang-undang tersebut tidak disebutkan tentang korupsi. Tapi, perlu kita sadari perilaku menyontek bisa berkembang menjadi korupsi. Jika dari dini kita sudah terbiasa dengan perilaku yang tidak jujur seperti menyontek. Maka, tak ayal lagi jika sudah menjabat, jika sudah memimpin kita sudah terbiasa dengan kehidupan yang seperti itu. Mau jadi apa bangsa ini jika dari dini sudah terbiasa untuk bersikap tidak jujur. Mungkin, kalau memang trend seperti ini masih terus berlangsung, bisa jadi bangsa ini akan mengalami krisis moral.

Sulit untuk mengubah polemik yang tengah berkembang ditengah masyarakat. Untuk mengingatkan orang yang berlaku curang seperti menyontek saja kita bisa mendapat hujatan yang bertubi-tubi. Mereka menjawab “Toh pejabat saja korupsi, salahkah kita?” Jika hal seperti ini masih kita tanamkan dalam masyarakat kita maka segesit apapun korupsi dicegah, segesit itu juga korupsi baru kan bermunculan.

Lantas bagaimana cara memberantas korupsi? Jika kita bepikiran untuk memberantas korupsi mustahil itu kan terjadi. Yang namanya sebuah kecurangan yang berkembang ditengah-tengah kita susah untuk memberantasnya. Paling tidak kita berusaha untuk menekan laju korupsi atau menyontek semakin kecil.

Perkembangan zaman dan kebutuhan yang meningkat menyuburkan korupsi untuk tumbuh diantara kita. Makin banyak kebutuhan, maka semakin banyak korupsi. Jika orangtua kita seorang pejabat, maka tinggal dari diri kita untuk mencegah untuk tidak terjadi korupsi dilingkungan kita. Caranya, tidak meminta yang aneh-aneh dengan orangtua kita. Satu lagi polemik yang juga berkembang di tengah kita adalah “Pemimpin adalah penguasaha” Jika orangtuanya seorang pemimipin maka mereka mengangap bahwa orangtuanya bisa melakukan apapun. Makanya, peran kita sebagai anak juga dituntut dalam mengurangi perilaku korupsi.

Memang susah untuk bertindak anti korupsi.Berbagai cara pun dilakukan. Bahkan Slank, salah satu grup band yang legendaris di Indonesia pun mengkampanyekan korupsi dengan cara mereka sendiri. Lewat lagu mereka bisa menyuarakan betapa korupsi tengah melanda bangsa ini. Betapa korupsi perlu perhatian kita bersama bukan hanya pihak pemerintah dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Mungkin kita bisa belajar dari sikap Slank tersebut. Bahwa korupsi juga urusan kita. Kita bisa melakukan hal kecil untuk mengurangi korupsi. Bisa jadi kita mengadakan gerakan anti nyontek di sekolah. Atau bisa kita mengadakan seminar tentang korupsi. Bagaimana peran kita sebagai warga negara untuk ikut prihatin dengan urusan negara.

Selanjutnya yang penting adalah bagaimana menanamkan dalam diri kita menanamkan sikap jujur. Tidak perlu menunjuk orang lain. Pejabatkah dia, pengusahakah dia atau hajikah dia. Kita boleh meneladani yang positif dari figur tersebut. Tapi, tetap saja perilakunya yang kita benci. Bukan artinya kita bersikap cuek. Yang penting tanamkan sikap dalam diri kita untuk tidak sama dengan orang-orang yang merugikan negara dan masyarakat tersebut. Dengan sadar diri mungkin bisa membantu mengurangi pesatnya perkembangan korupsi.

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s