Pagelaran

Setelah disuguhi dengan soal UN yang rumit, sekarang saatnya buat siswa-siswi kelas XII untuk menenangkan diri. Caranya dengan mengadakan pagelaran kesenian. Ya, sambil menyelam minum air lah. Enjoy, tapi nilai kesenian juga dapat.
Sebelumnya guru Kesenian, Bu Miharti Y memberikan instruksi untuk masing-masing kelas buat mebuat undagan kepada guru-guru mereka. Awalnya Bu Miharti menyuruh bikin undangan yang biasa. Tapi, masing-masing kelas rupanya unjuk kreativitas dengan berbagai macam bentuk undangan dengan bahan yang berbeda.
Tepatnya Sabtu (26/4) pekarangan kelas XII pun disulap menjadi pentas lokasi pagelaran. Jumatnya (25/4) banyak yang berkumpul disekolah buat dekorasi. Tapi pagi harinya masih nampak sepi. Ada juga beberapa kelas yang gak ikut mendekor. Alasannya mesti latihan (curang tuh).
Pagelaran ini memang terbilang dadakan. Pengumumannya jauh sebelum UN. Namun, karena lebih fokus buat UN makanya banyak kelas yang gak sempat latihan. Tapi ada juga kelas yang udah nyolong start duluan buat latihan.
Walaupun begitu, penampilan mereka pun terbilang sukses. Hanya dengan beberapa kali latihan, masing-masing kelas berhasil memukau para guru-guru yang juga ikut memberikan nilai kepada mereka. Bahkan, ada kelas yang berani tampil. Mereka tidak latihan sama sekali. Tapi, penampilan mereka mampu menghibur orang-orang yang hadir pada hari itu.
Tidak ketinggalan, para walikelas dari kelas XII IPA1 sampai XII IPA 4 dan walikelas XII IPS 1 sampai XII IPS 4 ikut memerihakan acara dengan nyanyi bareng. Tentu saja penampilan para walikelas ini membuat situasi heboh. Masing-masing kelas meneriaki walas mereka masing-masing. Dengan dua lagu, satu diantaranya “Kampuang Nan Jauah Di Mato” membuat sejumlah siswa juga ikut berjoget di bawah panggung.
Setelah delapan kelas selesai tampil, ada lagi yang bikin heboh. Kali ini datang dari adik kelas. Kelas XI IPA 4 memberikan kejutan kepada kakak kelas mereka. Mereka menyuguhkan operet yang berjudul “Tanjidin dan Aqua Ajaib”. Kekonyolan tampilan mereka mampu membuat para guru serta siswa-siswi untuk tertawa. Mereka berhasil menyuguhkan kisah Tanjidin yang berhasil melamar Yasmin dengan menghadiakan Istana baru pengganti Istana Pagaruyung yang terbakar.
Di akhir drama, Yasmin pun tampil dengan sebuah lagu “Wajah Kekasih” milik Siti Nurhaliza. Dan penampilan tersebut juga menutup acara pagelaran tersebut. Semoga saja pagelaran tersebut mampu mengobati stress para siswa kelas XII dan semoga mereka juga dihadiakan kelulusan yang maksimal. Amin. (Fresti Aldi/ SMAN 6 Padang)

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s