Nasib Anak-Anak Di Hari Anak Nasional

Derita Anak-Anak Indonesia di Perayaan Hari Anak Nasional

“Jangan Panggil Kami Anak Jalanan”

Ada yang berbeda pada perayaan hari nak Nasional pada tahun ini. Jika dahuku jarang sekali kita melihat pemerintah merayakanm hari anak. Tapi, sekarang hari anak tersebut secara khusus diperingati oleh pemerintah khusunya oleh presiden kita.

Tegakah kita Melihat yang seperti ini, mereka juga menuntut hak mereka.

Tegakah kita Melihat yang seperti ini, mereka juga menuntut hak mereka.

Hal tersebut membuktikan kepedulian pemerintah terhadap anak-anak. Tapi dengan perayaan ini tentu saja belum cukup untuk mewakili aspirasi dan hak-hak anak-anak Indonesia untuk menuntut keadilan.

Masih banyak kasus yang menjadikan anak-anak sebagai korbannya. Kasus kekerasan dalam rumah tangnga yang sering melibatkan anak-anak. Belum lagi Berita gizi buruk sering menitikkan airmata kita. Ini baru beberapa contoh, diluar sana juga masih banyak anak-anak Indonesia yang belum mendapatkan hak mereka sebagai mana mestinya. Masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan sewajarnya. Masih banyak mereka yang berada dijalanan saat jam pelajaran berlangsung. Keberadaan mereka di jalanan tersebut bukan karena kenakalan mereka, namun karena kondisi mereka yang menginginkan mereka untuk putus sekolah.

Padahal, kalau kita teliti lebih jauh, sebahagian mereka yang kurang beruntung tersebut menaruh harapan yang besar untuk bangsa ini. Ada yang bercita-cita ingin jadi pilot, dokter, tentara, guru bahkan ada yang bercita-cita ingin menjadi presiden.

Namun, karena pendidikkan yang tergolong mahal mereka terpaksa mengurungkan niat mereka tersebut. Jangankan untuk belajar sembilan tahun, untuk lima tahun saja mereka sudah bangga. Padahal pemerintah juga sudah merancang dana yang banyak untuk meningkatkan mutu pendidikkan kita. Program bantuan Dana Opersional Siswa juga terkesan sia-sia jika pendidikan masih dirasakan mahal.

Keberadaan mereka dijalanan juga sering mendatangkan beberapa hal yang tidak diinginkan. Panggilan anak jalanan pun melekat kepada mereka walaupun tidak 24 jam mereka dijalanan. Pemberian panggilan ini tentu saja membuat mental para anak-anak ini semakin terpuruk. Secara psikologis panggilan tersebut telah mendiskriminasikan mereka dari kehidupan social normal pada umumnya.

Sayangnya banyak pihak yang tidak paham dengan hal ini. Mereka seringkali tidak tahu dengan masalah ini. Bagi mereka ini adalah hal yang tidak penting. Tapi mereka tidak tahu resiko dibalik panggilan yang kel;ihatan sederhana tersebut.

Pengaruh buruk itu semakin parah dengan kondisi disekitar mereka tersebut. Pergaulan mereka bersama orang-orang yang tidak bertanggung jawab semakin menanmbah penderitaan mereka. Mereka seringkali mendapat perlakuan yang tidak baik oleh orang-orang disekitar jalanan tersebut. Kekerasan fisik maupun kekerasan seksual. Bagaimanakah kita menyikapi hal ini.

Jika diperhatikan jumlah mereka yang kurang beruntung ini juga semakin bertambah setiap harinya. Namun penanganan bagi mereka sepertinya tidak pernah bertambah. Sebetulnya mereka perlu dukungan kita. Mereka perlu perhatian kita. Yang lebih penting adalah bagaimana kembali mengembalikan semangat mereka supaya bisa hidup layaknya anak lain, bersekolah dengan baik tidak memikirkan nafkah bagi diri dan keluarganya, dan mereka tidak lagi mendapat pannggilan sebagai anak jalanan.

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s