Perayaan Pmails

P’Mails baru saja ulang tahun yang ketiga. Masih teramat muda. Namun di usia yang masih lucu-lucunya ini, P’Mails sudah mampu memotivasi segenap pelajar dan generasi muda. Sungguh luar biasa. (Ah, terlalu hiperbola. Tapi memang begitulah kenyataannya.)

Ultah yang ketiga Pmails

Ultah yang ketiga Pmails

Di hari ulang tahunnya, seperti biasa, P’Mails kembali merenung. Merenung atas apa yang telah dilakukan dan merenung untuk harapan yang akan datang. 7 Agustus 2008, tepat di hari ulang tahun P’Mails, tak banyak aktivitas yang terjadi. Segenap reporter duduk-duduk di ruang redaksi sembari berbincang-bincang biasa. Sama sekali tak ada pesta pora, tanpa balon-balon, tanpa cahaya lilin. Tapi, sesungguhnya ada satu cahaya yang bersinar memenuhi ruangan redaksi ketika itu. Yaitu cahaya hati yang berupaya tak padam di hati masing-masing reporter. Cahaya hati yang cerah, penuh semangat, memotivasi dan menginspirasi kepada yang memilikinya untuk terus berdedikasi dalam memajukan dunia pendidikan. Lagi-lagi hiperbola. Tapi memang begitulah kenyataannya.
Jika kita ber-flashback ke tiga tahun yang lalu, di mana sekitar 20 anak muda berseragam sekolah duduk di Carano Room Padang Ekspres. Mereka hadir untuk membuka cakrawala mereka sendiri yang haus akan pengetahuan. Tiba-tiba, entah ini bisa disebut bernasib baik, mereka lah yang akhirnya ditunjuk, terpilih, dan bekerja bersama-sama untuk mengembangluaskan cakrawala para pembelajar di Sumatera Barat. Mereka inilah yang kemudian disebut reporter, reporter sekolah, teman-teman kita juga.
Kemudian, dua tahun lalu, P’Mails genap berusia satu tahun. 7 Agustus 2006, P’Mails merayakan ulang tahunnya yang pertama dengan mengadakan pelatihan jurnalistik. Bukan perayaan ulang tahun yang lazim tapi sangat mendidik. Di hari ulang tahun itu, P’Mails merenung dengan satu tujuan : P’Mails dan reporternya harus menjadi subjek perubahan. Begitulah, acaranya sederhana tapi semua reporter dan redaksi merasakan kebahagiaan dan kemeriahan di hati mereka.
7 Agustus 2007, P’Mails memasuki usianya yang kedua. Seperti sebelumnya, tak ada pesta. Tapi akhirnya reporter tak bisa tak bergembira. Ulang tahun P’Mails kemudian dirayakan dengan kemeriahan sederhana di Taman Budaya Pantai Padang. Ketika itu, P’Mails telah semakin cerdas, secerdas harapannya kepada generasi muda pembelajar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pokoknya, bagaimana P’Mails mampu menjadi media yang memaksimalkan potensi pelajar dan remaja Sumatera Barat.
Beranjak ke tahun ini , P’Mails semakin dewasa. Media ini semakin aktif dan mengkritisi pembacanya untuk tetap belajar dan berkarya. Begitu juga untuk melejitkan potensi para reporternya. Tahun ini, P’Mails memiliki P’Mailovers sebagai pembangkit pergerakan. P’Mailovers yang anggota dan pengurusnya merupakan semua reporter P’Mails, baik aktif maupun non, berkomitmen akan selalu berkarya, aktif, kreatif, kritis, dan pastinya memajukan dunia pendidikan.
Karena itu, di ulang tahun yang ketiga, P’Mails bersama P’Mailovers tak ingin pembacanya kecewa. P’Mails akan terus melangkah, mencari dan menggali materi-materi yang sarat pengetahuan dan informasi, kemudian menyajikannya kepada segenap pembaca.
***
Sekilas tentang perayaan ulang tahun P’Mails ketiga yang dirayakan pada 9 Agustus 2008 di ruang redaksi P’Mails.

Tiup Lilinnya, sekarang juga, bakar kuenya, bakar kuenya

Tiup Lilinnya, sekarang juga, bakar kuenya, bakar kuenya

Jauh-jauh hari, sekitar dua minggu sebelum tanggal 9 Agustus, papan tulis putih di redaksi P’Mails sudah bertuliskan besar-besar : Kita merayakan ulang tahun P’Mails yang ketiga tanggal 9 Agustus 2008. Jangan lupa bawa kado seharga Rp. 5.000 sampai Rp 10.000 dibungkus dengan kertas kacang. Oya, bawa tulisan tentang pengalamanmu bersama P’Mails, yah!
Tepat tanggal 9 Agustus 2008 itu, reporter P’Mails sudah kerasak-kerusuk. Begitu datang, langsung diabsen. Oh ya, yang diabsen sebenarnya bukan orangnya tapi kadonya. “Ini tugas litbang,” seru Emil yang bernama lengkap Cesar Zaihan Camile. Maklum saja, Emil merupakan anggota divisi litbang di P’Mailovers yang dikoordinatori oleh Rahmadanil yang biasa dipanggil Danil.
Mendekati pukul 15.00, ruangan redaksi semakin sempit, makin sumpek, makin panas, maklum saja reporter yang datang semakin ramai. Di ruangan yang kecil itu, berkumpul berbagai reporter dari berbagai angkatan, berbagai sekolah, berbagai umur, dan berbagai macam tingkah laku. Wajah-wajah seperti Rahmadanil (Danil), Cesar Zaihan Camile (Emil), Nilna Rahmi Isna (Nilna), dan Magriza Novita Syahti (Opie), Yulisa Farma (Icha), Fresti Aldi (Fresti), Yosefintia Sinta (Sinta), Borry Fonanda (Bori) dan Dedet Pratama Dinata (Dedet) yang setia bersama P’Mails tampak paling sibuk. Soalnya memang mereka yang mengonsep acara. Selebihnya seperti Reyhana Junaidi (Ana), Pratiwi Agustin (Tiwi), Cici Okta I (Cici), Suci Amelia Harlen (Suci), Vebi Yusefya (Vebi), Deliyanti Cintya Venni (Deli), Zalinar Liza (Liza), Amelia Asmi (Amel), Lily Devani Br. Ritonga (Lily), Fahmil Ridho Illahi (Fahmil), Desyana Putri (Desi), Monica Florida Johan (Monik), Fiska Oktorilla (Fiska), Dodi Prananda (Dodi), Olivia, dan Dhea. Oh ya, ada juga Nurul Azizah Zayzda yang sekarang kuliah di Hubungan Internasional UGM, mumpung liburan dan karena cinta P’Mails maka ia menyempatkan diri datang ke P’Mails berbagi kebahagiaan di hari ultah. Eitss, ada satu lagi yang nggak boleh lupa, namanya Ria Febrina. Kak Ria, begitu reporter P’Mails memanggilnya, ini sedang liburan ke rumah orangtuanya di Pekanbaru. Kak Ria nggak mau ketinggalan berbagi bahagia di hari ultah maka biarpun dirinya tak bisa hadir, Kak Ria tetap mengirimkan kado ultah lewat paket Pos. Duh, niat banget ya Kak Ria, namanya juga cinta P’Mails.
Pukul 15.00 lewat sedikit, Bang On datang bawa kue tiga kotak, titipan dari Om KW yang terpaksa nggak bisa hadir karena harus memberi pelatihan jurnalistik di Lubuk Basung. (Atas nama masih berhubungan dengan ‘mencerdaskan’, reporter P’Mails ikhlas kok Om KW nggak datang) Acara pun dimulai. Seluruh reporter duduk lesehan di ruang redaksi. Kado-kado sudah dikumpulkan dan diberi nomor lot. Kue ultah ditaruh di tengah-tengah.
Perayaan ultah itu dibuka oleh Nilna Rahmi Isna. Tak banyak yang diucapkan ketua P’Mailovers itu, hanya, “Terima kasih untuk hari ini.” Selanjutnya Nilna menyerahkan komando kepada Bang On. Bang On yang ‘dilempar’ komando menyambut tangkas.
Setelah sedikit banyak berkata-kata, Bang On meminta teman-teman reporter menyampaikan kenangannya bersama reporter selama ini. Yang buka suara pertama kali Fresti yang mengatakan bahwa P’Mails adalah tempat belajar. Kemudian Nilna, ketika ia berbicara matanya mengalirkan tangis. P’Mails telah membuatnya merasa berhasil sebagai seorang Nilna, sebagai Nilna Rahmi Isna, atau pun sebagai Nilna R. Isna. Setelah Nilna, ada Eko Kurniawan yang mengibaratkan P’Mails tiga tahun dengan seorang anak yang baru berumur tiga tahun, sebuah pohon yang sudah berusia tiga tahun, juga tentang 7 Agustus yang sangat bersejarah baginya. Terakhir Sinta. Gadis jebolan SMA Don Bosco dan baru saja lulus di Sastra Indonesia UNAND ini mengatakan bahwa P’Mails itu luar biasa dan kita yang bertahan di P’Mails adalah orang-orang yang luar biasa. Kemudian, semua reporter bertepuk tangan dengan semangat baru yang luar biasa.
Tiup lilin dan acara potong kue dilaksanakan setelah penyampaian kenangan. Semuanya tiup lilin, semuanya potong kue, dan semuanya makan kue. Tak hanya reporter P’Mails plus Bang On yang mengecap nikmatnya kue Ultah. Syaddi Aqil Fairuz Meji, P’Mails junior putra Bang On beserta sang mama, Kak Jeni, juga larut dalam enaknya kue ultah. Begitu juga dengan redaksi di Padang Ekspres, redaksi di Pos Metro, bagian umum, divisi iklan, juga Pak Cici kebagian mencicipi kue.

Pose di depan Markas, hehehehehe

Pose di depan Markas, hehehehehe

Begitu kue “ledes”, acara tukar-tukaran kado berlangsung. Reporter yang paling repot itu Deli. Siswi kelas 3 SMA Don Bosco itu dapat kado paling kecil sebesar kotak korek api. Begitu dibuka, rupanya isinya surat. Surat itu menunjukkan bahwa hadiah ada di papan tulis. Di papan tulis, Deli (kembali) menemukan surat. Isinya mengatakan kado untuk Deli ada sama Kak Jeni. Dari Kak Jeni. Deli dapat amplop berpita merah. Begitu dibuka, ternyata isinya surat lagi. Di dalam surat itu, deli disuruh membuka salah satu nama folder reporter di komputer. Soalnya, kata surat itu, petunjuk hadiah Deli ada di salah satu file dalam folder itu. Akhirnya, Deli menemukan file yang dimaksud, tapi isinya menunjukkan bahwa kado buat Deli ditaruh di kantin Padang Ekspres. Waduh, Deli kewalahan. Cuma ada yang nyeletuk, si Opie, “Opie tahu! Opie tahu! Tadi Opie lihat kadonya di kantin.” Alhasil, Deli mendapatkan kadonya juga setelah ditemani Opie dan Danil. Konon Opie dan Danil tahu persis di mana kado itu berada. Selamat deh buat Deli atas perjuangannya.

Ndeh da Danil, jan di gituan hadiah wak,0 subananyo wak kurang suko lo mah, tapi baa lai walaupun pasta gigi berarti mah.

Ndeh da Danil, jan di gituan hadiah wak, subananyo wak kurang suko lo mah, tapi baa lai walaupun pasta gigi berarti mah.

Kado dari teman-teman yang lain juga nggak kalah oke. Seperti kado Kak Ria yang isinya mainan kunci bertuliskan ‘P’Mails’ dan ‘Aku Cinta P’Mails’. Yang lucu Dedet dan Fresti. Dua orang ini ternyata bersahabatan baik di dunia nyata maupun di dunia loting. Dari hasil lot, kado dari Dedet didapatkan Fresti sedangkan kado dari Fresti didapatkan Dedet. Tapi Fresti protes, katanya nggak imbang. Pasalnya, kado dari dia untuk Dedet berupa mainan Hape tapi kado dari Dedet untuknya malah sikat gigi plus odolnya. Sayangnya, nggak ada yang nanggepin waktu Fresti protes. “Nggak bisa protes dong. Dedet kan nggak nyuruh Fresti yang dapat kado dari Dedet,” sahut Dedet geli.
Demikianlah, sekelumit cerita tentang kebahagiaan untuk ulang tahun P’Mails yang ketiga. Semoga kebahagiaan dan kekompakan seperti ini akan terjalin selalu sepanjang masa. Amin.
(Nilna Rahmi Isna)

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s