Pagelaran Seni UPBM UNPAD dan Sanggar KU-LIEK UNP. Yang Muda Yang Berbudaya

Hari itu (9/10) Taman Budaya kedatangan tamu. Mereka para mahasiswa Universitas Padjdjaran (UNPAD) Bandung. Kunjungan mereka tersebut tak lain ingin menampilkan berbagai kegiatan kesenian Minang yang tergabung dalam Pagelaran kesenian Unit Pecinta Budaya Miangkabau (UPBM) UNPAD dan Sanggar KU-LIEK UNP.
Pukul dua siang, Teater Tertutup Taman Budaya Padang sudah dipenuhi oleh para mahasiswa dari UNPAD, UNP, UNAND, UPTD Taman Budaya, siswa sekolah di Sumatera Barat serta undangan lainnya.
Acara dibuka dengan tari pasambahan yang langsung dibawakan oleh para mahasiswa UNPAD. Tidak hanya tari Pasambahan, tapi mereka juga membawakan beberapa tari lainnya seperti tari Rantak dan tari Piring. Bahkan, saat tari Piring beberapa orang penari memecahkan piring. “Itu artinya piring kami asli”, ujar kedua MC yaitu Olivia Nelar dan Rahma Nanda yang juga merupakan Mahasiswa UNPAD.
Yang tak kalah menarik saat Pertunjukkan Seni KU-LIEK Kampus Selatan. Beberapa orang Mahasiswa UNP tersebut berhasil menarik hati penonton dengan suguhan Tambuah Kreasi Basikencak. Pertunjukkan tersebut mengkolaborasikan antara alat musik pupuik, gitar, gendang, saluang dan lain-lain. Bahkan juga mengkolaborasikan antara silat dan Break dance.
Selain Tambuah Kreasi Basikencak, Pertunjukkan Seni KU-LIEK juga menampilkan dua musikalisasi puisi, salah satunya puisi USK milik Chairil Anwar. Tak ketinggalan grup vokal Aura Voice dari UNAND juga ikut berpartisipasi dengan dua buah lagu. Suasana tersebut memang terasa begitu berbeda.
Acara ini mengangat tema “ Yang Muda Yang Berbudaya”. Artinya mereka yang kuliah dirantau juga peduli dengan budaya Minang. “ Kami juga cinta kok dengan budaya Minang,” ujar Sonia Putri Reskia, mahasiswi jurusan Psikologi Unpad.
Menurut Muhamad Rizky, ketua UPBM UNPAD kegiatan ini merupakan agenda rutin dari UPBM UNPAD. “Ini kali keduanya, setelah tahun kemarin. Jika tahun kemarin kamu hanya sendiri, tahun ini kamu bekerjasama dengan sanggar KU-LIEK UNP. Bahkan dari Pemprov sendiri sangat mendukung acara kami”, tutur mahasiswa UNPAD tersebut.
Dukungan yang sama diangukkan beberapa orang lainnya. Salah satunya Kepala Taman Budaya bapak Asnaf Rasyid. “ Saya sangat bangga. Sekalipun mereka kuliah di negeri orang tapi mereka tetap mempelajari dan mengembangkan budaya sendiri. Jangan sampai anak muda yang ada disini yang justru tidak mengembangkan kebudayaan sendiri,” ujar pak Asnaf.
Tak lupa Taman Budaya memberikan piagam penghargan atas acara itu. Masing-masing (UPBM, KU-LIEK dan Aura Voice) menerima piagam secara simbolis dari Taman budaya. Acara ditutup dengan foto bersama dari tiga kegiatan mahasiswa tersebut. “Besar harapan acara ini tetap telaksana dengan beberapa universitas lainnya. Tidak hanya mahasiswa Minang, tapi mahasiswa Universitas lainnya,” ujar Pak Asnaf. Semoga saja ya Pak. (Fresti Aldi)

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Pagelaran Seni UPBM UNPAD dan Sanggar KU-LIEK UNP. Yang Muda Yang Berbudaya

  1. olivia nelar berkata:

    assalam fresti, pa kabar?
    hehehe… kak baru sekarang bisa baca tulisanmu setelah hampir sebulan lamanya, hahahha…
    thanks lagi dah muat acara kita ya…
    soal tulisannya siy udah lumayan, percaya lah sama eksekutor jurnalisme. tapi emang bener masih perlu perbaikan di sana-sini biar bener2 ok. yah, u know lah.. pembaca kita makin lama makin pinter, jadi sebagai jurnalis kita harus bisa memenuhi tantangan itu. okeh? pokoknya tetap belajar gimana caranya supaya tulisan kita meningkat kualitasnya.
    btw, bukan pak asnaf, tapi pak asnam. ntar kalo ngeliput lagi di UPTD, ga salah2 lagi. bisa dituntut lho kalo pihaknya galak, hehehhe.. cuma ingetin aja..
    yowes, sakitu weh atuh ayeuna, engke disambung deui, hehehhe…
    wassalamualaikum…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s