Nonton Bareng Laskar Pelangi

Nonton Bareng Laskar Pelangi

Film Laskar Pelangi memang ramai diperbicangkan di mana-mana, termasuk di redaksi P’mails. Sudah jauh-jauh hari teman-teman reporter ini sepakat untuk nonton bareng, sebelum film ini rilis. Tak sedikit yang buka telinga lebar-lebar, rajin-rajin datang ke redaksi, ataupun menunggu telepon. Niatnya sama, supaya tak ditinggal nonton bareng lagi, gratis pula. Cukup ketika nonton Nagabonar Jadi 2 saja mereka gondok tak diajak.

“Semuanya ikut,” ucap Bang On dan Om KW, membuat lega setiap reporter.

Nonton bareng ini merupakan hadiah keberhasilan teman-teman reporter dalam mengadakan Lomba Debat Antar Pelajar SMA Se-Sumatera Barat yang diadakan pada 4th Padang Book Fair, 2 November lalu.

Awalnya, acara nonton bareng ini direncanakan pada tanggal 9 November 2008. Tapi, banyak yang tak berkesempatan untuk ikut. Begitu pula ketika diusulkan tanggan 16 November 2008. Banyak yang pasang muka sedih, lagi-lagi tak bisa ikut. Akhirnya, diputuskan tanggal 22 November, P’Mails nonton bareng Laskar Pelangi. Semua tersenyum lebar, kecuali beberapa teman reporter seperti Danil dan Deli. Danil terpaksa melewatkan kebersamaan ini karena harus kuliah, sedangkan Deli baru selesai les pada pukul 15:00 WIB. Padahal, jam segitu film sudah dimulai.

Pendaftaran bagi yang ikut sudah dibuka beberapa hari sebelum tanggal 22 November 2008. Hingga Jumat (21/11), sudah dua puluh reporter yang mendaftarkan namanya. Tak ketinggalan Kak Rina, sekretaris redaksi.

Sabtu (22/11) siang itu, Dedet, Dodi, Nilna, dan Opie sudah hadir di redaksi, lebih awal dari teman-teman yang lain. Semangat sekali, tak sabar ingin melihat aksi sepuluh anak yang tergabung dalam Laskar Pelangi itu. Mendekati pukul 13:00 WIB, tak ada teman-teman reporter yang lain. Dedet tampak gelisah menunggu Fresti, teman seiya-sekata untuk mengantre tiket nonton itu. Bang On sudah bertanya-tanya tentang kepastian berapa orang yang ikut nonton, biar bisa beli karcis secepatnya. Nilna dan Opie segera menghubungi teman-teman lainnya lewat sms. Tak perlu menunggu lama, handphone keduanya didatangi sms bertubi-tubi. Semua minta ditunggu.

Mendekati pukul 15:00 WIB, redaksi ramai, heboh. Semakin banyak yang berdatangan, seperti Shinta, Emil, Dea, Ocha, Borry, Adhe, Tiwi, Cici, Bulan, Amel, Liza, Kak Ria, Bang Eko, Rani, Suci, dan Aci. Dua puluh empat teman reporter itu berangkat ke bioskop Raya Theater sementara Dedet, Fresti, dan Icha sudah membeli karcis untuk teman-teman lainnya. Suasana ruang tunggu bioskop itu pun mendadak ramai ketika puluhan reporter P’mails yang heboh ini tiba. Mengobrol, tertawa, dan berfoto merupakan tiga hal yang tak pernah terlupa jika mereka berkumpul. Di mana ada kamera, di situlah ada mereka dengan canda tawanya. Hal-hal seperti itulah yang membuat teman-teman reporter semakin kompak, merasakan indahnya kebersamaan. Seperti yang diakui Amel, “Sebenarnya, niat nontonnya tak seberapa, tapi kebersamaan dan foto-fotonya itu loh. Bikin rugi kalau nggak ikutan.”

Ketika film Laskar Pelangi dimulai, semua perhatian tertuju pada layar lebar itu. Seperti tersihir dengan indahnya alam Belitong yang disuguhkan film itu. Semua tampak serius mengikuti alur cerita film itu. Sesekali terdengar suara, “Loh, ini kan nggak ada di bukunya”. Sesekali pula, Nilna dan Opie menoleh ke kiri-kanan depan-belakang, melihat-lihat tanda-tanda tangisan di wajah teman-temannya. Maklum, beberapa adegan memang membuat penonton terenyuh, merenung, sedih. Fresti jadi sasaran empuk kali ini. Jika ada adegan sedih, Nilna dan Opie seenak jidat menuduh Fresti menangis padahal entah iya entah tidak ia meneteskan air mata. Membuat Fresti malu saja.

Lain ulah Nilna dan Opie, lain pula ulah Shinta, Dedet, Icha, dan Fresti. Harun sepertinya menjadi tokoh favorit mereka dalam film Laskar Pelangi ini. Penyebabnya, gayanya Harun tak jauh berbeda dengan Emil. Setiap Harun muncul, mereka tertawa, sesekali melirik Emil. Setelah keluar dari bioskop, tak lupa mereka foto bareng dengan ‘Harun’. Emil, seperti biasa, lagaknya cuek saja menanggapi teman-temannya. “Sudah siap jadi selebritis sepertinya, “ celetuk salah seorang teman.

Ketika ditanyai pendapat masing-masing teman reporter ini mengenai film Laskar Pelangi, banyak yang mengusap-usap mata. “Bikin nangis!” ucap Shinta. Nilna senyum-senyum, balas dendam katanya. Kali ini ia tak menangis, cukup ketika nonton Nagabonar Jadi 2 saja ia difitnah menangis. Film ini cukup bagus untuk memotivasi, kata Nilna, meskipun sedikit kecewa karena ada cerita yang ditambah-tambahkan. Kak Ria jelas-jelas mengagumi sosok Lintang. “Kegigihannya, pribadinya, kepintarannya memotivasi kita untuk berjuang, meskipun Lintang tetap tak dapat melanjutkan sekolahnya,” tutur Kak Ria. Fresti menggebu-gebu mengajak semuanya harus nonton film yang satu ini. Ia sampai tak bisa berkata-kata. Tapi, satu kalimat yang diucapkan Fresti, membikin semua spontan memalingkan muka: “Kenapa bukan saya yang ditawarin main film?”

Bicara tentang adegan terfavorit, Shinta dengan semangat angkat bicara. Menurutnya, adegan yang paling ia suka adalah adegan ketika Ibu Muslimah datang ke sekolah setelah lima hari tak mengajar pasca meninggalnya Pak Harfan. Opie lain lagi. Menurutnya, adegan ketika Mahar menyanyikan Bunga Seroja dan teman-teman lainnya jadi penari adalah adegan paling berkesan. Lucu. Nilna, ketika ditanya adegan favorit, ia malah menjawab mengagumi Mahar. “Cakep, sih!” Ia memfavoritkan adegan ketika anak-anak itu duduk melingkar melihat piala kemenangan karnaval. Karnaval juga merupakan bagian yang disukai Fresti. Ditambah adegan ketika Lintang menjawab salah sewaktu mengikuti lomba cerdas cermat dan adegan ketika Ikal mengambil kapur di toko milik ayah A Ling.

Hebohnya nonton Laskar Pelangi ternyata tak habis di bioskop saja. Kehebohan itu masih terasa ketika sampai di redaksi. (Maghriza Novita Syahti)

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

2 Balasan ke Nonton Bareng Laskar Pelangi

  1. Nilna R.Isna berkata:

    Cieeeeeeeee………………..
    theme baru niih..

    Oy Fresh, kayaknya ada yg aneh ma tulisan ini…

    Coba check kategori nyah….

    oke..
    lain kali hati2 ya….
    hehhehe

  2. frestialdi berkata:

    iyah…
    maaf…
    ntar diganti kategorinya…

    o iyah…
    tema baru dan nama baru..

    ntalah yowh is dead

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s