Terimakasih tidak merokok

Saatnya merokok punya aturan tersendiri. Selama ini kita mendengar aturan merokok di Kota besar seperti Jakarta. Ternyata, di Sumatra Barat sendiri juga sudah ada aturan itu. Tepatnya di kota Padang Panjang.

Baru saja menginjakkan kaki di Balai Kota Padang Panjang, Selasa (23/12) lalu, saya sudah dihadapkan dengan rambu-rambu yang bertuliskan “Area Bebas Asap Rokok” yang terletak di sudut kiri dan kanan bangunan tersebut.

Sementara itu masih dalam rambu-rambu yang sama, dibelakangnya tertulis ucapan terima kasih kepada orang yang tidak merokok di tempat tersebut.

Jelas saja rambu tersebut membuat saya menjadi penasaran mengunjungi sudut demi sudut Balai Kota Padang panjang tersebut. Benar saja, setelah sedikit berkeliling, di belakang kantor saya menumukan satu rambu lagi yang bertuliskan “Kawasan Merokok”.

Dikawasan tersebut tersedia sebuah kursi Panjang. Sementara di dinding di atas kursi panjang tersebut terpajang tulisan “Tempat Merokok”.

Tidak perlu menunggu lama, di area tersebut terlihat orang yang datang dengan asap rokok dimulutnya. Mereka terlihat asyik betul menikmati asap rokoknya.

Saya mencoba berkeliling lagi di sekitar gedung tersebut. Tak ada satupun orang yang terlihat merokok selain pada tempat yang bertuliskan kawasan merokok. Tampaknya semua penghuni Balai kota tersebuut benar-benar paham dengan peraturan tersebut.
Setelah tanya seseorang yang ada di tempat itu, saya mendapatkan kebenaran kalau di temapat tersebut memang punya aturan tentang merokok. Dia menjelaskan kalau kota Serambi Mekah tersebut memang menerapkan aturan merokok. Tidak hanya di Gedung Pemerintahan, tapi juga sudah merangkak ketempat-tempat lainnya.

Selain itu, kota tersebut memang tengah berupaya mengatur tentang rokok. Kabarnya, tahun baru mendatang takkan ada lagi produk rokok yang akan memasang iklan di jalan-jalan kota itu. Mulai tahun 2009, aturan itu sudah diberlakukan. Pemerintah kota Padang Panjang memang akan melarang pihak mana pun yang memasang iklan rokok di daerah tersebut.

Sejumlah produk rokok tidak boleh lagi memperpanjang izin iklannya di daerah tersebut. Tapi tetap membiarkan iklan yang sudah lama berdiri. Katanya, kota Padang Panjang pertama kali di Indonesia yang mengeluarkan keputusan tersebut.

Setidaknya, kita belajar dari kota itu. Memberi aturan bagi perokok. Bukan berarti tidak boleh merokok. Tapi bagaimana memberi tempat tersendiri bagi perokok. Memberi kawasan bagi perokok agar tidak menggangu kenyamanan orang yang disekitarnya.

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s