Adakah yang cinta dengan Produk dalam negeri

(Laporan Halimah Tusadiah, Willy Adrian / SMTI Padang, Bulan Fatiah Bagustari/ SMAN 9 Padang, Fefri Zahitul / SMAN 10 Padang, Annggi Resty Harlen / SMAN 6 Padang, Noviade Jusman / SMA Adabiah Padang, Miftha Hurrami / SMKN 3 Padang dan Dedet Sepriadi / SMAN 5 Padang)

Tak dapat dipungkiri lagi, begitu banyak produk asing yang betebaran di negeri kita ini. Setiap benda atau peralatan yang kita gunakan atau kita temukan itu adalah temuan atau produksi bangsa asing.

Berbagai macam, mulai dari pakaian dan segala tetek bengeknya mulai dari hal yang besar sampai hal yang terkecil sekali pun. Seakan “kecanduan” dengan produk asing, masyarakat kita, bahkan pelajar kita acap kali mengkonsumsi barang buatan luar negeri jika dibandingkan dengan barang buatan dalam negeri. Berbagai alasan mereka sodorkan perihal mengenau seringnya mereka menggunakan produk luar negeri ini.

Sejalan dengan itu, P’mails juga ingin mencari tahu peran produk luar negeri terhadap pelajar di Kota padang, Sumatera Barat umumnya. Apakah teman-teman pelajar kita ini “candu” terhadap produk luar negeri atau kah mereka memang mencintai produk dalam negeri. Seperti yang diungkapkan oleh teman-teman kita berikut ini. Rata-rata pelajar yang P’mails wawancari memang pernah membeli atau mengkonsumsi produk luar negeri. Namun ada beberapa orang yang menyatakan tidak pernah membeli produk luar negeri. Tapi masa iya? Alasannya?. “Mahal,” jawab Lidya dari SMTI Padang. Hal ini sama persis dengan apa yang dikomentari oleh Larya Amaliah atau yang akrab dipanggil Meli dan temannya, Dhea Putri Wantika dari SMAN 9 Padang. Lantas bagaimana tanggapan teman-teman kita yang pernah membeli produk luar negeri?

“Kalau produk luar negeri itu sudah dapat nama, jadi kesannya lebih keren,” ucap Irena Sheyladini Utari, siswi SMKN 3 Padang in. Teman satu sekolah Sheila, Shabrina Ayu Tholsuta mengakui kalau produk luar negeri itu mempunyai kualitas yang lebih baik. Hal ini dianggukkan Shilvi Agusti dari sekolah yang sama, Randa Nofri Yuanda dari SMAN 5 Padang, Erick Dalmantias, SMA Don Bosco Padang, Khairunnisa dari SMA Adabiah, Hazim Akbar Saleh, SMTI Padang dan teman-teman yang lainnya. Namun ada juga yang berpendapat sedikit berbeda. Seperti yang diungkapkan Suci Nurani dari SMKN 3 Padang, ia pernah membeli produk luar negeri hanya untuk oleh-oleh semata. Sering jalan-jalan ke luar negeri ya? Hanny Yolanda, Pelajar dari SMAN 6 Padang mengungkapkan kalau ia pernah membeli produk luar negeri tergantung kebutuhan.

Meninggalkan produk luar negeri, P’mails juga menyodorkan pertannyan seputar produk dalam negeri. Bagaimana pula tanggapan teman-teman kita ini?

Ardhya Argha Andhika atau yang lebih akrab disapa Argha kiting ini dengan semangat empat lima nya menyatakan kalau ia pernah dan sering membeli produk dalam negeri. Alasannya, “Karena aku cinta Produk dalam negeri,” ujar pelajar SMAN 4 ini. Hal ini juga senada dengan Nur Wahyu Amelia atau yang lebih sering disapa Ayu. Bedanya Ayu mengucapkannya dengan logat minang. Cinta Produk lokal juga ya Yu? Ada juga yang berpendapat kalau produk dalam negeri itu murah dan lebih mudah dijanggkau. Hal ini lah yang diungkapakan Hany Rahmayanti, siswi SMKN 3 Padang. Begitu juga dengan Meli, ia menggangap kalau produk dalam negeri itu lebih murah dan kualitasnya juga tidak kalah dengamn barang impor. Begitu juga dengan Nurul Annisa, SMAN 10 Padang. Ia berpendapat kalau produk Indonesia itu bagus, baik dari segi kualitas dan desainnya.

Hal ini jelas langsung disanggah Shabrina, pelajar yang bercita-cita ingin menjadi akuntan ini menurutnya kalau dari segi harga memang terjangkau, tapi barang negara kita memang kalah dari segi kualitas. Pendapat ini didukung oleh Hazim dan Randa. Sedangkan Hanny mengangap kalau produk dalam negeri selalu bagus dibanding produk dalam negeri. “Ada produk dalam negeri yang bagus dibanding produk luar,” beber nya.

Seperti yang P’mails kemukan tadi, berbagai alasan disodorkan orang-orang ketika membeli produk luar negeri. Menurut teman-teman kita ini apakah alasan yang menyebabkan orang-orang membeli produk luar negeri?

Menurut Suci Nurani orang-orang lebih cenderung membeli produk luar negeri karena mengangagap produk luar negeri itu lebih elit dan lebih berkelas. Hal ini juga sama dengan penadapat Ladya, menurutnya orang-orang banyak yang hanya “jaim” alias jaga imej. Banyak juga dari teman-teman kita ini berpendapat kalau orang-orang membeli produk luar negeri karena ingin mendapatkan kualitas yang bagus.

Kalau begitu, barang-barang apa saja kira-kira yang dibeli teman-teman kita ini yang produksinya berasal dari laur negeri.

“Biasanya lebih cenderung barang-barang elektronik,” cetus Argha.

“Iya, pakaian juga banyak seperti tas dan jam tangan” Lanjut Nurul Annisa.

“Pentul,” jawab Ayu.

Memang macam macam jenis produk luar negeri yang ada di negara ini. Ada yang memang mendatangkan manfat ada juga yang tidak sama sekali. Yang mendatangkan manfaat contohnya kepuasan. Itulah yang diungkapakan Shabrina. Menurtutnya kepuasan lah prioritas utama konsimen. Biarlah konsumen mengeluarkan banyak uang asal ia mendapatkan kuaitas dan kepuasan yang dicarinya.

Teman-teman kita menjawab kalau rata-rata orang membeli produk luar negeri hanya untuk mendapatkan kualitas yang bagus. Lantas bagaimana pula dengan produk dalam negeri kira-kira apa manfaat yang kita dapatkan jika kiya membeli produk dalam negeri.

“Bisa meningkatkan penghasilan pekerja yang membuat barang dalam negeri,” jawab Meli. Selain itu? “Meningkatkan pendapatan negara,” tambah Dhea. Lalu? “Selain menambah devisa negara juga bisa menentukan jati diri bangsa,” sahut Hazim.

Dengan begitu banyak produk luar negeri yang ada saeakan menaninggalkan produk dalam negeri. Terkesan produk dalam negeri kalah bersaing. Apa sebabnya produk kita “kalah bersaing” Apa pendapat kamu?

“Kalau produk luar negeri itu harga dan kualitasnya sebanding. Sedangkan prodik Indonesia itu harga dan kualitasnya tidak sebanding. Barang yang dihasilkan terkesan asal-asalan dan hanya menhejar untung besar. Contohnya sepatu, tinggal tempel-tempel, sebulan copot paling tahan Cuma tiga bulan,” jelas Irene.

Lantas bagaimana cara menanggulanginya?

“Produk dalam negeri itu harus lebih berkualitas lagi,” jelas Indah Citra Mawadah pelajar dari SMTI yang suka makan es batu ini.

“Bangkitkan semangat rakyat agar lebih giat lagi,” ujar Novita Eryanti, SMAN 7 Padang.

Sabrina lebih menyarankan membuat poster-poster ajakan cinta produk dalam negeri.

Kalau Meli lebih menyarankan agar tidak membeli produk luar negeri suapaya masyarakat makin cinta dengan produk dalam negeri.

Kerja dimana?

Setiap orang berhak menentukan ia bekerja dimana. Ada yang lebih memilih kerja didalam negeri. Membhaktikan diri terhadap nusa dan bangsa. Bahkan ada juga yang lebih suka memilih beekrja di luar negeri atau pada peruasahan asing dengan alasan gaji atau kesenangan sekali pun. Mencari pendidikan di tempat asing setelah sukses tidak kembali lagi ke Indonesia. Bagaimana pendapat teman-teman kita ini. Bagaimana pula sikap mereka jika dihadapkan dengan pilihan tersebut.

Hal ini diakui oleh Randa, ia lebih memilih bekerja diluar negeri dengan alasan mendapatkan gaji yang bagus dan tempat yang bagus. Randa sependapat dengan Ayu. Ayu juga lebih memilih kerja pada perusahan asing karena fasilitas yang ditawarkannya lebih memadai. Hal ini juga diamini oleh Shabrinan, Suci. Tapi ada satu hal yang menarik yang diungkapkan oleh Hani Rahmayanti. Sebenarnya siswi SMKN 3 Padang ini lebih memilih kerja di luar tapi dengan alasan keluarga ia mengalah untuk bekerja dalam negeri.

Banyak juga yang memilih bekerja di dalam negeri. Seperti yang diungkapkan Hazim, ia mengakui bekerja diluar negeri mendapatkan gaji yang lebih tapi menurutnya tidak sesuai dengan prinsip kewirahusahan karena ia ingin jadi boss. Waduh, Hazim.

Hal yang senada diungkapkan diungkapkan Erick, Argha. Mereka berdua ini memilih kerja di dalam negeri untuk memajukan bangsa. Namun hal yang sedikit berbeda diungkapkan Meli, menurutnya kerja dalam negeri bisa memajukan produk dalam negeri dan bisa mempraktekkan skil mereka, selain itu menurut Meli juga menguntungkan bangsa sendiri.

Ya, apapun alasannya yang penting kerja di luar negeri atau tidak, kecintaan memajukan bangsa sendiri. Bagaimana Indonesia tidak hanya menjadi konsumen saja, tetapi juga harus jadi produsen dan bisa bersaing dengan pasar Internasional. Setidaknya begitu kurang lebih, bangsa kita bisa lebih bisa maju. Dan menciptakan hal baru, semangat buat bangsa. (Fresti Aldi dan Yosefintia Shinta)

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Adakah yang cinta dengan Produk dalam negeri

  1. ada ga data mengenai komunitas pecinta produk Indonesai (SMA) khususnya???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s