Aku, Kamu, Kita Semua Cinta Produk dalam negeri

Aku Cinta Made in Indonesia

Oleh Fresti Aldi

Kenyataannya, di negara kita ini begitu banyak produk luar negeri yang menguasi perdagangan. Tak peduli jenis apa itu. Mulai dari makanan, pakaian, alat transportasi bahkan sampai hal terkecil sekali pun. Dimana saja, hampir di seluruh tempat tiap kali kita melongok, mencoba memperhatikan apa yang ada. Yang tertulis justru made in Korea, Made in Jepang, Made in Malaysia dan sejumlah negara lainnya, walaupun ada made in Indonesia kenyataan justru tak banyak. Jangan kan dari persaoalan barang, dari segi peruasahan jasa saja, banyak juga produk asing yang ikut “nebeng” di Indonesia.

Persoalan ini membuka mata kita bagaimana produk dalam negeri kita sehingga bisa tersaingi dengan produk luar negeri. Dari persoalan harga, produk asing tersebut justru lebih menawarkan harga yang lebih mahal dibanding produk dalam negeri. Tapi kenyataannya memang produk kita tak banyak yang laku. Bahkan masyarakat kita sendiri lebih cenderung membeli produk asing bila dibandingkan dengan produk dalam negeri kita sendiri walaupun dengan harga yang mahal sekali pun.

Masyarakat kita sendiri, atau bahkan kita atau saya juga tergolong hampir setiap saat bertemu dengan produk asing tersebut. Alasan dari teman-teman kita atau sebahagian orang yang tergolong sering membeli produk asing pun bermacam-macam. Mulai dari sekedar coba-coba, ikut-ikutan teman atau bahkan jaga gengsi sekali pun.

Ada juga yang lebih unik, produk dalam negeri tak sebagus produk luaran. Padahal kalah kita teliti, kita tak akan kalah kalau kita bisa memperhatikan beberapa faktor berikut ini.

Pertama, bangsa kita atau masyarakat kita tidak mau berdaya saing. Bangsa kita lebih senang bekerja dari hasil pemikiran orang lain. Bukan berarti tak ada, tapi tak banyak dari masyarakat kita yang mau menciptakan produk baru untuk dilempar ke pasar internasional. Masyarakat kita lebih senang mengolah produk dari pasar internasional untuk dijual lagi di Indonesia. Faktanya, banyak produk jenis produk asing yang tidak diproduksi Indonesia.

Persoalan kedua adalah persoalan pengemasan. Jika produk kita dijual ke pasar internasional atau di ekspor pengemasannya lebih cenderung asalan. Atau lebih mempunyai prisip kemasan yang sederhana dan murah. Padahal, dari segi kemasan lah orang bisa menilai hasil produk suatu barang. Jika pengemasannya berdaya tarik orang akan lebih tertarik untuk membelinya. Dari segi kemasan saja, banyak produk kita yang kalah saing dari produk asing.

Yang lebih parah, saya pernah mendengar cerita guru ekonomi saya. Akibat pengemasan, kita sampai tertipu dengan produk sendiri. Produk kita yang dikemas dengan semberaut akan dikemas lagi oleh masyarakat asing. Produk kita yang sudah dikemas ulang tersebut lah justru di njual kenegara-negara lain termasuk ke Indonesia tentunya dengan harga yang mahal.

Dua persoalan tersebut saja bisa menjadi perenungan kita bagaimana produk indonesia tak banyak diminati. Walau pun tak semua produk dalam negeri seperti itu. Kalau pun ada produk dalam negeri yang dari segi kualias nya bagus, namun kenyataan nya masyarakat kita masih saja suka membeli produk asing.

Dari segi manfaat jelas membeli produk dalam negeri memberi banyak manfaat. Selain untuk menambah pendapatn negara, membeli produk dalam negeri akan meninngkatkan produksi dalam negeri dan menjadikan bisa bersaing. Jika produksi dalam negeri meningkat otomatis lapangan kerja meningkat, pendapatan rakyat juga meningkat bahkan produk yang ditawarkan juga pastinya lebih murah. Perekonomian kita setidaknya membaik.

Sayangnya belum banyak yang mengerti dengan pemahaman tersebut. Masyarakat kita masih fanatik dengan merek dan produk asing. Padahal kalau kita perhatikan di negara Amerika, ada beberapa prisip yang perlu kita renungkan yaitu: Orang Amerika harus membeli produk Amerika bukan produk Asing. Hanya produk yang tidak ada di Amerika yang boleh diimpor. Produk Amerika yang pertama dan terakhir selamnya. Orang Asing tidak dibenarkan menjual produknya di Amerika, kalau pun diizinkan harus dikenakan pajak tinggi. Orang Amerika sejati harus membeli produk Amerika. Membeli produk impor berarti bukan orang Amerika.

Kampanye ini sebetulnya sudah digalakkan oleh pemerintah Indonesia, sayangnya untuk menjalankannya masih tergolong sulit karena masyarakat kita masih enggan untuk membeli produk dalam negeri. Tulisan ini bukan mengajak kita anti produk asing. Kendati pun kenyataan banyak produk asing yang bertebaran di Indonesia dan banyak juga produksi produk asing yang tidak diproduksi negara kita. Tapi paling tidak kita bisa memahaminya, menjadi masayarakat yang cinta produk dalam negeri. Bagaimana bisa mencintai produk dalam negeri dan tidak hanya fanatik dengan produk asing.

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

2 Balasan ke Aku, Kamu, Kita Semua Cinta Produk dalam negeri

  1. oi oi oi… kak blogroll ya blog kamu…jangan keseringan bilang kak jelek… fresti juga jelek..😀

  2. frestialdi berkata:

    hheheheh…
    Fresti juga udah blogroll dari dulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s