Sayangi Mereka 100 %, Bukan 99,99 %

Tidak semua manusia dilahirkan dengan kondisi yang normal. Diantara puluhan, ratusan, ribuan, dan jutaan manusia dimuka bumi ini. Turut hadir sebagian kecil anak dengan kekurangan fisik atau bahkan mental, anak-anak dengan kebutuhan khusus. Mereka hadir dengan “ketidakberuntungan”, namun bukan itu kiranya yang akan menjadi alasan kita memandang mereka dengan sebelah mata , mereka juga manusia. “Mereka juga tak ingin terlahir seperti itu, tetapi itu sudah menjadi ketentuan Yang Kuasa” tutur Akmal Irsyadi Iswan bijak. Siswa SMA Don Bosco Padang kerap merasa kasihan dan prihatin pada anak-anak yang terlahir dengan keterbelakangan fisik dan mental. Bagi cowok yang hobi main futsal ini mereka adalah saudara yang butuh kasih sayang, perhatian dan bukan ejekan. Senada dengan Akmal, Gibno Adam, siswa SMA 14 Padang ini juga menekankan kasih sayang dan perhatian untuk anak-anak dengan keterbelakangan fisik dan mental. Bahkan bagi cowok kelahiran 28 Juli 1992 ini mereka adalah orang yang layak dijadikan teman, “memberikan perhatian, kasih sayang, dan melengkapi kekurangannya layaknya seorang teman” ungkap Gibno.

Mereka juga manusia, nyaris tak ada alasan untuk memandang remeh mereka. Jika kita mencoba melihat lebih jauh, dibalik kekurangannya mereka juga terlahir dengan kelebihan. Mereka juga punya kemampuan yang bisa diasah hingga itu menjadi hal yang luar biasa. Lihat saja anak-anak yang menderita autisme mereka tidak bodoh, bahkan ada diantara mereka yang sangat pintar, hanya saja mereka tidak mampu berinteraksi dengan baik, mereka hadir dengan interaksi sosial, kemampuan komunikasi dan pola tingkah laku yang tidak normal.

Sudah banyak anak-anak luar biasa itu meraih prestasi yang mengagumkan di suatu bidang, mulai dari menyanyi, melukis, menari atau bahkan berpantomim. Bahkan menurut Sonya Ayu Ratni Arjuni, siswi SMA 14 Padang ini mereka adalah anak-anak yang terlahir dengan kelebihan di bidang tertentu. “walau tak dapat kita pungkiri mereka terlahir dengan keadaan yang tidak normal seperti orang kebanyakan, namun mereka punya kelebihan yang juga patut mereka asah dan banggakan” ungkap gadis manis kelahiran 6 Juli 1993 ini. Begitu pun dengan Miftahul Syafitri “ada kelebihan dalam diri mereka, tak adil jika kita melihat kekurangannya yang tampak” ungkapnya singkat.

Mereka juga punya hak yang sama dengan manusia lainnya. Termasuk urusan pendidikan, mereka juga butuh pendidikan yang layak. Salah satu wadah yang sudah banyak dikenal adalah SLB (Sekolah Luar Biasa). SLB menangani anak-anak yang memiliki kelemahan dikarenakan tidak berfungsinya salah satu bagian pada tubuhnya seperti tuna netra, tuna rungu, tuna wicara dan lainnya. Bagi Tegar Stevindo, lembaga pendikan bagi mereka menjadi sangat penting. “pendidikan menjadi jalan untuk mereka dapat mengembangkan kelebihan yang tanpa mereka sadari ada dalam diri mereka” ungkap cowok kelahiran Padang, 31 Maret 1993 yang akrap disapa Tegar ini. Bigitupun dengan Himelda Wulandara, bagi gadis yang yang bercita-cita menjadi Dokter ini, lembaga pendidikan atau pun lembaga pengembangan lainnya untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus itu sangat berperan dalam keseharian mereka. “mereka dapat menjalani kehidupan seperti kita, ada keluarga, ada teman dan ada sekolah-lingkungan pendidikan” ungkap dara yang Hobi menyanyi ini.

Lembaga pendidikan khusus atau lembaga pengembangan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus menjadi penting. Dari wadah itu lahir prestasi-prestasi dari mereka. bakat yang mereka tidak sadari, diasah dan dikembangkan oleh tenaga-tenaga pendidik yang juga luar biasa. “wadah pendidikan dan pengembangan diri perlu bagi mereka, hendaknya pemerintah juga memberikan perhatian khusus bagi mereka, sediakan fasilitas yang cukup bagi mereka dan dana pendidikan pun dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan mereka” tutur Rahmat Iqbal. Menambahkan Muhammad Irsyad, bagi cowok yang hobi mengotak-atik computer ini pihak pemerintah dan embaga-lembaga yang terkait merancang berbagai kegiatan kreatif bagi mereka dan pelatihan-pelatihan” usulnya. Bagi Fauzan Adiputra, siswa SMA 1 Padang, pihak pemerintah sudah cukup memperhatikan mereka. Namun tiak bagi Siska Rahmadani, pemerintah kurang memperhatikan mereka, “ program pendidikan yang dirancang seolah terlalu berpihak pada pelajar-pelajara yang normal” protes siswi yang hobi punya hobi membaca ini.

No Body is Perfect, begitu ungkapan yang tepat. Tak ada yang sempurna, begitu pun manusia. Dibalik kelebihan yang tampak terdapat kekurangan., dibalik kekurangan yang tampak terdapat kelebihan. Jika kita diberi fisik yang normal, bukan berarti kita manusia tanpa kekurangan, begitupun mereka jika mereka diberi fisik yang tidak normal, bukan berarti mereka manusia tanpa kelebihan. “mereka tak layak dikucilkan, berikan dukungan bagi mereka” ungkap Rachmat Hidayat. Bagi Indri Oktavellia, semua pihak, baik keluarga, teman ataupun lingkungan sekitar hendaknya memberikan perhatian dan sikap adil bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus tersebut. Begitupun dengan kemampuan mereka “ kita perlu memberikan dukungan dan perhatian agar kelebihan mereka itu menjadi sesuatu yang berharga dalam hidup mereka” ungkap Ika Tiara Putri, siswi SMA Adabiah Padang. Lebih khusus, Tika Tristanti mencoba mengajak pada keluarga dan pemerintah “bagi keluarga, karunia Tuhan itu jangan diangggap aib, berikan kasih sayang dan salurkan bakat mereka, dan pemerintah berikan perhatian pada kebutuhan mereka” ungkapnya panjang lebar. Sementara dengan indah, Fernando Fasandra mencoba merumuskan “sayangi mereka 100 %, bukan 99,99 %” ungkapnya dengan senyuman.***

Dirangkum oleh Yosefintia Sinta atas Laporan :
Monica Florida Johan / SMA 14 Padang, Haibati Arizona / SMA 1 Padang, Fefri Zahilatul / SMA 10 Padang, Noviade Jusman/ SMA Adabiah Padang, Rahayu Susanti / SMA 14 Padang

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s