Belajar Untuk Kesempatan kedua

Kesempatan hanya datang sekali. Setidaknya ungkapan ini telah menjadi renungan kita selama ini. Ungkapan ini telah menjadi motivasi kita untuk menghargai sebuah kesempatan, untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan, dan untuk memenfaatkan kesempatan.

Banyak orang berpendapat kalau kesempatan itu datang hanya sekali. Sehingga, apabila datang sebuah kesempatan hendaknya mengambil kesempatan tersebut dengan sebaik mungkin, karena tak akan ada kesempatan kedua. Atau, masih banyak orang yang masih kecewa karena tak bisa memanfaatkan kesempatan itu.

Jika memang benar kesempatan hanya datang sekali, berarti dalam hidup manusia hanya diberikan satu kesempatan untuk mendapatkan sesuatu. Rasanya terlalu singkat dan sedikit sekali kesempatan itu, sementara untuk menjalankan hidup manusia mempunyai waktu yang panjang.

Bagaimana dengan kesempatan kedua? Ada atau tidak mungkin tergantung dari usaha kita untuk mencarinya. Jika kita hanya berhenti pada kesempatan pertama, berarti kesempatan itu memang datang hanya sekali. Tapi, jika kita mencoba sedikit saja berusaha, mungkin kesempatan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya itu pasti datang untuk kita, intinya memang tergantung dari usaha kita untuk mencari kesempatan itu.

Jika memang belum yakin pada kesempatan pertama, tak ada salahnya meninggalkannya. Meninggalkan dalam artian mencari kekurangan untuk benar-benar memperbaiki dan bercermin diri, dimana yang belum sesuai dan apa saja yang akan dibenahi sehingga keyakinan untuk kesempatan pertama itu tidak ada. Paling tidak kita diberikan waktu beberapa saat untuk belajar untuk meraih kesempatan kedua dengan potensi yang lebih maksimal.

Masalah lain yang terjadi adalah keputus asaan. Di luar sana masih banyak yang berputus asa karena tak bisa mengambil kesempatan pertama karena beberapa faktor. Boleh jadi ketika itu kita belum diberikan kesempatan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Setidaknya kita juga bisa berproses, berproses lebih menggali diri dan terus mencoba hal lain. Atau juga keberuntungan kita belum ada pada kesempatan pertama tersebut.

Lantas, bagaimana dengan ungkapan ”kesempatan hanya datang sekali”. Tak ada yang salah sebenarnya dengan ungkapan ini. Ungkapan ini hanya sebagai motivasi bagi kita. Belajarlah untuk menghargai kesempatan kedua, itu yang terpenting karena kesempatan itu selalu ada untuk orang-orang yang tak putus asa.

Jangan pernah menyalahkan diri sendiri, keadaan dan lain sebagainya. Jika memang kita terlambat pada kesempatan pertama, jika pada kesempatan pertama kita tak bisa memanfaatkannya, selalu ada cara yang  lebih baik untuk mendapatkannya lagi. Kuncinya memang adalah usaha, usaha untuk mencari kesempatan kedua tersebut. Tak ada yang salah dengan kesempatan kedua. Yang salah adalah pola pikir kita selama ini yang hanya buntu pada kesempatan pertama dan tak pernah mencoba mencari cara untuk mendapatkan kesempatan kedua.

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s