Randai Mahasiswa dan Siswa Luar Biasa

Randai Luar Biasa

Apa jadinya bila mahasiswa serta pelajar yang memiliki keterbatasan disuruh bermain randai? Setidaknya itulah yang terjadi dengan sekelompok mahasiswa dan siswa kelompok randai inklusi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) jurusan Pendidikkan Luar Biasa Universitas Negeri Padang (UNP)

Luar biasa, itulah kata yang mewakili penampilan randai dari kelompok randai inklusi ini. Mereka tampil dengan maksimal saat kegiatan ramah tamah Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikkan Universitas Negeri Padang (PLB FIP UNP) dengan Jabatan Pendidikkan Khas Fakulti Pendidikkan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) pada Selasa (16/06) pukul 10.00 Wib di Auditorium Rektor UNP.

Tepuk riuh penonton memberi semangat pada penampilan kelompok randai ini. Setiap gerakan mereka selalu diiringi tepukan tangan oleh penonton. Penampilan randai yang berjudul “Puti si Kambang Urai ini memang berbeda.

Suara indah mengalun mendendangkan lagu saat randai pertama kali dimulai. Jika diperhatikan dengan seksama, ada yang berbeda pada si pendendang. Pandangannya kemana-kemana, begitu juga dengan seorang peran yang pertama kali membuka salam, bahkan seorang pemain gendang lebih menyedihkan lagi. Matanya tak terlihat, karena tertutup kulit. Ia sama sekali tak bisa melihat. Tapi bukan itu yang menjadi pusat perhatian penonton melainkan kesempurnaan mereka yang membawakan randai berdurasi setengah jam lebih ini.

Cerita randai pun meawakili para pemainnya. Puti si Kambang Urai diceritakan sebagai anak yang memiliki keterbasan khusus. Bahkan, keluarganya tidak menerima anaknya yang memiliki keterbatasan khusus. Sesekali saat para pemain menampilkan perannya, tawa penonton terdengar saat dialog-dialog biasa dibawakan mereka dengan gayanya, begitu bersemangat dan maksimal. Nawal, Mahsiswi Pendidikkan Khas Universiti Kebangsaan Malaysia pun ikut berkomentar. Ia sangat menyukai penampilan randai ini. Kendati pun baru pertama melihat penampilan randai, ia langsung suka dengan penampilan ini. Bahkan yang membuat Nawal salut adalah para pemainnya yang memiliki keterbatasan khas.

Berbekal Keinginan yang Kuat

Melihat penampilannya yang begitu menarik, P’mails pun jadi penasaran dengan kelompok randai ini. P’mails pun mencari tahu tentang kelompok randai ini. Mulai dari awal terbentuk serta hal lain yang menyangkut dengan kelompok ini.

Randai ini secara resmi terbentuk pada bulan Februari 2009. Sebuah perjuangan yang luar biasa bagi empat orang mahasiswa Pendidikkan Luar Biasa Universitas Negeri Padang Yakni Liliana Sari, Rahmadani Ulfa, Weni Irmavera dan Arif Sulmardi. Keempat mahasiwa ini membuat proposal kepada Program Kreatitivitas Mahasiswa.  Sedangkan ide membuat kelompok randai ini.

Setelah proposal disetujui, mereka lantas mengumpulkan mahasiswa yang memiliki kebutuhan khusus untuk dilatih. Sebelumnya, mereka dibariskan bersama dan disuruh melakukan gerakan randai. Dari sana didapat siapa yang berpotensi menjadi pemain peran, pemain musik, pendendang dan sebagainya.

Kelima belas penampil randai ini bukanlah semuanya memiliki keterbatasan khusus, 8 orang merupakan mereka yang memiliki keterbatasan khusus sedangkan 7 orang lagi merupakan mahasiswa normal. Dari lima belas ini dua diantaranya merupakan pelajar SLB Wacana Asih.

Ditempatkannya 7 orang mahasiswa ini adalah untuk menjadi tutor sebaya bagi pemain yang berkebutuhan khusus. Peran 7 orang ini hanya untuk membantu, sementara yang ditonjolkan adalah mereka yang berkebutuhan khusus, mulai dari pendendang, pemain gendang, pemain peran dan pemain musik. Ada pemain yang menderita tuna netra, untuk membantu perannya 7 orang mahasiswa ini memberikan petunjuk, misalnya ada gerakan yang kurang tepat, atau arahnya membelakangi penonton.

Ternyata tak mudah memberikan latihan randai kepada mereka. Pertama-tama mereka harus diberi pengenalan ruang terlebih dahulu, bagi mereka yang tuna netra. Kebannyakkan dari pemainnya memang menderita tuna netra. Ada yang sama sekali tak bisa melihat. Ada juga yang hanya bisa melihat cahaya saja, ia tak dapat melihat dengan sempurna, tapi bisa membedakan antara siang dan malam, gelap dan terang. Gangguan ini disebut low vision. Ada lagi yang memiliki tuna rungu dan ketunaan lainnya.

Untuk menyempurnakan penampilan mereka. Setiap empat kali seminggu, kelompok ini rutin melakukan pertemuan dan latihan yang bertempat di Aula Kampus PLB FIP UNP di Limau Manis. Mereka dilatih oleh Da Das, begitu sebutan pelatih yang melatih kelompok randai modifikasi ini.

Kendati pun berbaur dengan mahasiswa yang tidak memiliki keterbatasan, ternyata daya tangkap mereka jauh lebih baik dari pada mahasiswa biasa. Hal ini diakui Sari salah satu pemain yang juga terlibat dalam penampilan ini. Menurutnya mereka yang berkebutusan khusus lebih cepat membaca not. Disisi seni, mereka jauh memang lebih pintar, sauar pendendang nya pun begitu merdu terdengar saat melantunkan dendang-dendang.

Semuanya berkat keinginan yang keras. Keinginan yang keras yang membuat kelompok randai ini lahir. Keinginan yang keras serta semangat yang kuat pula membuat penampilan mereka begitu sempurna. Rasanya, memang tak patut kita memberikan pandangan remeh terhadap mereka yang berkebutuhan khusus karena disisi lain mereka juga memiliki bakat di bidang lain. (Fresti Aldi)

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s