Dari Kegiatan Mencatat

Dari Sebuah Kegiatan Mencatat

Memasuki Taman Kanak-Kanak, pelajaran mengenal huruf disuguhkan guru kepada muridnya. Mulanya hanya satu huruf saja, setelah itu mulai dua huruf, tuga huruf, empat huruf dan lainnya. Pelajaran di Taman Kanak-Kanak memang hanya sederhana, yaitu mengenal huruf dan mencoba menyebutkannya. Lantas ditambah dengan sederetan permainan dan bernyanyi untuk menyeimbangkan kemampuan

Beranjak Sekolah Dasar, pelajaran mengenal huruf berlanjut. Di Sekolah Dasar, tak hanya menyebutkan beberapa huruf, tapi sudah mulai mencoba menuliskan hurufnya.  Semakin lama, pelajaran demi pelajaran akan berlanjut. Huruf B yang telah ditulis dicoba dirangkai dengan huruf U, D, dan I. Sehingga menjadi sebuah kata. Tak hanya “Budi,” kata yang akan dirangkai dari huruf demi huruf yang telah dikenal. Tapi bisa saja, “Ibu Budi, Bapak Budi, Nenek Budi, Budi Pergi Sekolah, Budi Sedang Membaca” dan lain sebagainya.

Kegiatan-kegiatan itu disebut dengan nama menulis. Menulis rangkaian-rangkaian huruf yang membentuk sebuah kata. Awalnya memang sulit untuk menuliskannya, namun, setelah terbiasa mungkin tak akan kesulitan lagi. Lama-lama kegiatan menulis sudah beralih menjadi mencatat. Entah apa beda kedua kata ini, yang pasti kedua kata ini mengacu pada sebuah tujuan yang sama.

Di sekolah, SMP maupun SMA kegiatan mencatat menjadi kegaiatan yang rutin dilakukan. Bisa dikatakan, semua pelajaran disekolah harus disalin kedalam buku catatan. Setiap guru, selalu mengingatkan hal yang sama untuk mencatat setiap pelajaran.

Sejatinya, mencatat adalah sebuah kegiatan yang bermanfaat. Sebab mencatat akan membantu menolong ingatan apabila otak tak mampu lagi mengingat apa yang pernah didengar, dilihat dan diperhatikan. Katanya memang otak manusia memang unik sebab bisa mengingat banyak hal dan kapastitasnya lebih canggih dari computer sekalipun Mestinya, kita juga tak mengandalkan ini untuk tidak mencatat. Sebab, dengan sekian banyak pelajaran yang masuk. Mulai dari TK, menghapal lagu, SD menghapal Budi dan SMP dengan beberapa jenis pelajaran yang masuk tentu saja akan mengurangi kecepatan otak untuk berpikir. Bisa dibilang, otak akan melemah atau ada juga orang yang bahkan mulai lupa.

Kegiatan mencatat tentunya akan membantu dari masalah itu. Mencatat berarti menuliskan kembali apa yang telah dilihat atau didengar. Apabila lupa, tinggal buka saja buku dan akan sangat mudah mengingatnya lagi. Satu hal lagi, saat mencatat, tentunya tak hanya tangan saja yang bekerja. Namun, sesungguhnya otak kita telah bekerja mengingat apa yang telah ditulis. Dengan begitu otak tentu akan lebih fokus untuk menerima sesuatu dan tentunya juga sangat mudah mengingatnya lagi.

Pernakah berpikir kenapa guru menyuruh mencatat? Jawabannya mungkit seperti yang disebutkan tadi yaitu untuk mempermudah ingatan. Mungkin tak hanya itu saja, kita mungkin telah dilatih untuk membaca lebih cepat dari biasanya. Saat mencatat, berarti kita juga membaca. Dengan banyak mencatat tentu saja bacaan membaca lebih lancar. Mungkin, waktu SD kita terlalu lama untuk mengeja kata “Budi”. Tapi, ketika lebih sering menulis, berarti juga lebih sering membaca, dengan mudah otak akan mencerna bacaannya. Coba dicontohkan dengan kata dalam bahasa asing, ketika kita tak sering membacanya, maka kita akan terbata mengucapkannya.

Saking berharga sebuah kegiatan mencatat. Ada sebagian orang-orang tua yang selalu membawa kertas dan pena  kemana-mana. Mereka tentu saja yakin itu akan berguna apabila sewaktu-waktu mereka bertemu sesuatu. Mereka tentu tak terlalu berani mengandalkan otaknya, alasannya karena mereka sudah tua, sudah mulai pikun.

Banyak hal yang dapat dipelajari dari sebuah kegiatan mencatat. Melatih kecepatan daya ingat, melatih kemantapan membaca, melatih fokus, dan banyak hal lagi. Jika dari SD kita sudah terbiasa mencatat mungkin tak akan susah untuk melakukannya ketika sudah SMA.

Sayangnya, masih banyak dari kita yang malas untuk mencatat. Jika disuruh mencatat pelajaran di buku, tinggal photo copy saja. Jika disuruh menuliskan tugas di folio, memilih diketik saja, bisa tinggal cari di internet, lalu copy paste. Jika disuruh mencatat, lebih memilih untuk menyalin catatan teman. Disuruh menyalin catatan ceramah ramadhan, malah minta tolong kakak atau adik, dan menunggu beres saja.Berarti, telah melewatkan banyak hal, melewatkan banyak manfaat dari sebuah kegiatan mencatat. Uji saja, seseorang hanya menyalin catatan teman, ketika disuruh menjelaskan isi catatan pasti akan kesulitan karena tak pernah melihat, mendengar. Coba bandingkandua orang yang sama-sama mencatat nomor handphone, bila orang pertama meminta nomor handphone dan mencatatnya sendiri sedangkan orang kedua meminta orang lain memasukkan nomor ke handphonenya. Pasti orang pertama akan ingat lebih banyak angka dibanding orang kedua, bahkan mungkin orang kedua tak ingat satupun nomor sama sekali. Jadi, mulailah mencatat sendiri, baik itu  pelajaran atau ceramah ramadhan saja, cobalah untuk mencatat hal-hal kecil yang pernah ditemui, yakinlah, pasti bermanfaat karena ada sebuah ungkapan, hal kecil bisa menjadi besar bila kita bisa memanfaatkannya.

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s