Hidup

Melakukan yang Terbaik

Oleh: Fresti Aldi

Kehidupan berawal dari bangun tidur hingga tidur lagi. Bagi sebagian pelajar mungkin ditambah dengan beberapa aktivitas lainnya. Semisalnya sekolah, les dan lainnya. Banyak yang menganggap hidup begitu singkat, terlalu sedikit hal yang mesti dilakukan, hanya bangun, sekolah dan tidur lagi. Rutinitas seakan sudah terpusat di sekolah hingga mungkin lebih dari enam jam.

Perasaan demi perasaan datang begitu saja. Ada perasaan letih, capek atau mungkin ada perasaan menjadi orang yang belum berguna yang belum bisa memberikan sesuatu yang berharga untuk orang lain, maupun dirinya sendiri. Perasaan itu tentu saja menganggu rutinitas belajar wajib yang mesti ditekuni.

Berpikirlah, belum saatnya untuk memikirkan hal-hal yang terlalu besar untuk orang lain. Jalani saja, apa yang menjadi kewajiban, sekolah belajar dan membantu orangtua untuk hal-hal yang berguna. Rasanya, orangtua juga tak akan menuntut hal yang besar dari kita selain belajar yang rajin dan tetap berprestasi memberikan nilai yang bagus di akhir semester. Orangtua tentunya menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Dengan membantu orangtua melakukan hal-hal kecil dirumah tentunya akan mengobati rasa penat mereka. Tapi, rasa ingin memberikan yang terbaik kepada mereka itu pasti sering muncul.

Bila dipikir, memang tak cukup saja dengan belajar dan membantu orangtua. Ada banyak hal lainnya yang bisa dilakukan. Misalnya, ikut kegiatan ekstrakurikuler hingga menghasilkan beberapa hal yang bermanfaat yang menambah ilmu selain belajar di kelas. Namun, perasaan tak puas muncul lagi. Apalagi yang mesti dilakukan, sementara waktu hanya sedikit, seperti yang disebutkan tadi, bangun, sekolah, les, mengerjan PR, hingga tidur.

Memaknai hidup, mungkin ini bisa menjawab rasa ketidakpuasan selama ini. Memaknai hidup yang dimaksud tak hanya melihat hidup dan mencari apa itu hidup, lebih dari itu pengertian memaknai hidup sangat luas. Mulai, dari berpikir, menjalani dan melewati hidup sebaik mungkin, menjadikan hidup indah serta lain sebagainya.

Mulai dari bangun tidur sesungguhnya kita telah memaknai hidup, hanya saja tak pernah tahu jika serangkaian hidup itu bisa kita maknai bila kita menyadarinya. Bangun tidur, mungkin kita akan memaknai hidup yaitu pertanda hidup akan dimulai. Mamaknai hidup mulai dari bangun tidur juga artinya belajar banyak dari bangun tidur, bangun tidur kita telah belajar membagi waktu, berapa jam tidur hingga bangun lagi, atau mungkin mencoba bangun lebih awal dari sebelumnya, belajar membereskan kamar, belajar bangun sendiri tanpa mesti diteriak-teriaki lagi, belajar disipilin, setelah membereskan kamar, mandi serta melakukan sederetan kegiatan yang semestinya dilakukan.

Selain itu, segala sesuatu yang kita jalani juga bisa dimaknai dan dipelajari. Ketika di jalan apakah yang kita lakukan, apakah hanya berangkat sekolah saja? Tidak! Ada banyak hal yang bisa dipelajari, memperhatikan segala sesuatu yang dilihat dan berpikirlah. Misalnya, saat berangkat sekolah melihat ibu masih bekerja di dapur, selagi belum terlambat, coba menawarkan diri untuk sedikit membantu. Setelah sampai di sekolah, melihat papan tulis yang masih belum dibersihkan, ambillah penghapus papan dan bersihkan papan tulis, walau itu bukan jatah piket. Lantas belajar hingga memasuki waktu istirahat. Setelah selesai jajan, jika masih tersedia waktu, ajak teman untuk sekedar bercerita apa saja. Kadang dengan bercerita tanpa sadar kita juga telah bertukar pikiran, menggali ide, memahami teman, mendalami karakter sifatnya.

Tak terasa serangkaian kegiatan tersebut berlanjut hingga pulang sekolah. Pulang sekolah tentu banyak yang dilihat, mulai dari ibu-ibu yang mengumpulkan bekas botol minuman, dengan tidak merusak kemasan minuman tersebut kita telah ikut membantu orang, atau jika mau berbaik hati, kenapa tak mengumpulkannya di suatu tempat di sudut sekolah agar mereka tak kesulitan mengumpulkannya. Atau, mungkin tak menyimpanna di laci meja, tapi membuangnya kedalam tempat sampah.

Diperjalanan pulang, lepaskanlah pandangan, masih banyak hal yang belum diketahui. Mulai dari mereka yang bersekolah di lampu merah, menepuk-nepukkan tangannya hingga keluar beberapa nada dari mulutnya. Sisa jajan bisa sedikit kamu bagi, tak penting berapa jumlahnya, karena mereka hanya butuh uang-uang kecil kita yang akan mereka kumpulkan untuk keperluan yang mungkin mereka butuhkan. Pelajarannya, kita patut bersyukur dengan apa yang kita miliki, sehingga masih bisa sekolah. Itu juga bisa memberikan motivasi untuk lebih rajin sekolah.

Sampai dirumah, setelah selesai mengganti pakaian dan makan jika tak terlalu letih, kerjakan tugas rumahmu sedkit demi sedikit hingga tak terlalu menumpuk. Dengan begitu mungkin punya banyak waktu untuk membantu orangtua. Hingga malam datang, masih banyak hal yang bisa dipelajari dari serangkaian perjalanan hidup dari bangun hingga tidur lagi. Memaknai hidup, belajar banyak hal, memikirkan oranglain, memperhatikan orang lain, melakukan hal-hal kecil, belajar menghargai teman, belajar hidup disiplin, belajar hidup teratur, dan banyak lagi. Jika punya masalah, jangan menjadi orang yang berputus asa. Tapi, lihatlah masalah itu dari segi positif hingga benar-benar tahu masalah juga bagian dari hidup, lihatlah masalah dari kanan, bukan

Jadi, tak tak perlu melakukan hal besar untuk mengisi harimu-harimu di tengah sekolah. Tapi, yang terpenting adalah belajar banyak hal dan melakukan hal kecil yang bisa jadi hal besar. Sesungguhnya, itu semua tergantung dari bagaimana cara memaknai hidup, melewati hidup dan belajar dari hal-hal yang telah dilewati. Belajar memang tak mesti di kelas, tapi dalam hidup kita juga mesti belajar. Yang paling terpenting jangan pernah merasa hal yang dilakukan sebagai hal-hal yang sia-sia. Setiap kegiatan kita pasti ada manfaatnya, hanya saja kita tak mau berpikir kesana dan hanya menjadi orang yang kecewa. Hidup ini pasti indah dengan serangkaian peristiwa yang telah dijalani dengan tetap bersyukur, lihatlah pelajarannya dan tetaplah tersenyum. (***)

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s