Kuliah Umum KPI Jurnalistik IAIN Imam Bonjol Padang

Kuliah umum Mahasiswa KPI dan Jurnalistik IAIN IB

“Bangun Kembali Radio Komunitas yang Rusak karena Gempa”

Jaringan komunikasi di IAIN Imam Bonjol Padang pasca gempa 30 September lalu banyak yang rusak. Salah satunya adalah radio  komunitas di Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang. Seperti yang diungkapkan ketua jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Drs Wahidul Kohar  dalam kuliah umum jurusan KPI dan Jurnalistik pada kamis (17/12) di Aula Fakultas Dakwah pada pukul 14.00 Wib. Untuk itu diadakan kuliah umum dengan mendatangkan Direktur Utama RRI Pusat, Parni Hadi.

Parni Hadi  tampil memberikan kuliah umum dengan memberikan pengetahuan seputar komunikasi. Pria berkacamata tersebut menuturkan bahwa ada tiga hal yang harus dimillki seorang komunikator. Pertama adalah pemikiran yang jernih, kedua berbicara ringkas dan padat dan bernas serta yang ketiga adalah kemampuan menulis.

Menurutnya lagi menulis yaitu berbicara pada kertas. Banyak orang yang sulit ketika harus memulai menulis, Parni Hadi menjelaskan jika akan menuliskan bayangkan jika sedang berbiacara pada kertas. Bicarakan apa yang ingin dibicarakan seperti berbicara dengan teman atau pun dengan sahabat.

Jika menulis adalah berbicara diatas kertas, maka berbicara adalah berpikir yang akan dibunyikan. Begitu Parni Hadi mengistilahkan kemampuan berbicara. Jika berbicara adalah mengeluarkan apa yang dipirkan. Jadi, apa yang yang dipirkan adalah apa yang dipikirkan. Selain itu, menurut orang yang pernah menjadi wartawan ANTARA ini adalah berpikir adalah pidato diam-diam. Berpikir tak jauh berbeda dengan pidato, hanya saja menurutnya, pidato itu hanya diam-diam saja.

Selain memberikan kuliah tentang komunikasi, Parni hadi juga mengajak mahasiswa untuk kembali membangun radio komunitas di IAIN. Untuk lebih memberikan semangat yang lebih untuk membangun kembali radio komunikasi. Parni Hadi menceritakan bagaimana pentingnya radio saat gempoa melanda Sumatera Barat akhir September lalu. Kala itu radio sangat berperan penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Bahkan, RRI juga menyediakan Radio Pelipur Lara untuk mengembalikan semangat korban gempa. Yang lebih mengagumkan lagi penyiarnya juga dadakan dari korban gempa. Radio Pelipur Lara tersebut mampu memberikan semangat bagi korban gempa.

Parni Hadi juga ingin itu terjadi di IAIN Imam Bonjol Padang. Kendati pun banyak prasarana untuk pendukung radio rusak, tapi mahasiswa harus mampu membangun semangat untuk kembali membangun kembali radio komunitas di IAIN imam Bonjol Padang. Tak hanya sekedar memberikan motivasi, Parni Hadi yang juga membawa Direktur Utama RRI Padang dan Bukitinggi ingin memberikan informasi kepada mahasiswa jika mahasiswa merasa kesulitan untuk membantu pembangunan kembali radio komunitas.

Selain bekerja sama untuk membangun kembali radio komunitas yang rusak karena gempa, pria berusia 60 tahun tersebut ingin mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang mampu melahirkan program-pogram yang tak hanya disiarkan di radio komunitas, tapi juga bias disiarkan di RRI Padang atau bahkan di RRI Pusat. “Bahkan jika teman-teman mau, teman-teman bisa bekerja sama dengan RRI dalam program dialog dengan pemirsa,” jelas Parni Hadi.

Dalam kuliah umum tersebut, Parni Hadi juga memberikan sosilisasi green radio yang merupakan program dunia untuk mendukung konferensi perubahan iklim. Itu salah satu progam radio yang dapat dicontoh mahasiswa yitu program yang mampu memberikan manfaat.  Bahkan untuk mendukung program green radio tersebut telah diciptakan jingle yang juga dinyanyikan peserta kuliah umum.

Saat sesi tanya jawab, seorang mahasiswa KPI dan 3 orang Mahasiswa Jurnalistik mengacungkan tangannya dan memberikan pertanyaan kepada Parni Hadi. Diantara pertanyaaan itu, adalah bagaimana tetap mempertahankan eksistensi radio di tengah zaman teknologi canggih disbanding televisi, dan internet. Menjawab pertanyaan itu Parni Hadi menuturkan jika radio memang media audio yang  mudah hilang diterpa angin, namun melihat apa yang terjadi di Indonesia, ia optimis jika radio masih memberikan manfaat yang signifikan terhadap masyarakat. Alasannya radio merupakan media praktis yang bisa diakses oleh semua kalanngan. Contohnya, radio bahkan ada yang harganya sangat murah dan apabila listrik padam, radio masih bisa diakses dengan baterai.  Kenyataan tersebut meyakinkan bahwa radio tetap dibutuhkan dan lebih memberikan semangat kepada mahasiswa untuk kembali membangun radio komunitas.

Kuliah umum tersebut berakhir saat Adzan Ashar Berkumandang. Alkhendra, Pembantu Dekan I mengharapkan pertemuan tersebut tak hanya menjadi yang pertama dan yang terakhir. Bapak Salmadanis, Pembantu Rektor III yang mantan Dekan Fakultas Dakwah yang  juga menghadiri kuliah umum itu mengucapkan terima kasih terhadap kedatangan Dirut RRI pusat tersebut dan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk membangun kembali radio komunitas di Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang. (Fresti Aldi)

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s