Mulai Memulai

Memulai

Oleh:Fresti Aldi

Apapun yang dapat anda lakukan atau yang yang ingin anda lakukan, mulailah. Keberanian memiliki kecerdasan, kekuatan dan keajaiban di dalamnya”  (Geoethe)

Banyak hal yang akan dilakukan atau dapat dilakukan, tapi tak begitu banyak dari hal itu yang bisa dilakukan. Banyak yang gagal atau yang tidak bisa dilakukan tanpa menghasilkan apa-apa.

Semisal, dahulu saya pernah berpikir akan membuat sesuatu. Tapi telah lama, sesuatu yang akan saya buat itu tak pernah ada. Rencana-rencana itu hanya menjadi rencana saja tanpa ada pelaksanaannya.

Saya pernah bertanya: Apakah saya tidak mampu melakukanya? Padahal teman saya bisa melakukannya. Tapi kenapa saya tidak? Ada apa dengan saya? Pertanyaan-pertanyaan demikian mengendap di pikiran saya hingga suatu hari saya mendapatkan jawabannya.

Jawabannya sederhana, yaitu:  saya belum memulai. Saya kira itu yang menjadi kendala saya membuat sesuatu itu tak bisa dilakukan. Selama itu, saya hanya berpikir “akan melakukan sesuatu” bukan “melakukan sesuatu.” Saya tak pernah berani memulai untuk melakukannya sehingga memang tak tercipta sesuatu.

Mungkin memulai adalah sesuatu yang paling sulit. Sebab, tak banyak orang yang mampu memulai sesuatu. Banyak orang hanya terjebak pada kata “akan” sehingga tak pernah terselesaikan juga apa yang telah direncanakan sebelumnya.

Memulai memang sulit. Tapi lebih sulit jika tak pernah memulai. Setelah memulai, mungkin hasilnya tidak akan sempurna. Boleh jadi, apa yang akan dimulai tak akan sama dengan apa yang diinginkan. Tapi jangan pernah berhenti memulai. Teruslah berproses sampai menemukan kecerdasan, kekuatan dan kejaiban.

Ibarat membuat sebuah kue. Untuk membuat kue, sangat lah susah bila tak punya kealihan di bidang itu. Tapi bisa mencari resep kue yang banyak dijual atau yang banyak ditemukan pada buku-buku resep makanan. Ketika tak mau mencoba membuat kue, maka tak pernah jadilah kue. Begitu sebaliknya, kue akan jadi ketika sudah mulai membuatnya. Ketika kue pertama selesai, berarti telah melewati proses yang paling sulit dari kegiatan memulai walaupun rasanya belum enak. Tapi setidaknya untuk membuat kue kedua tak akan kesulitan seperti pertama kali mebuat kue. Sampai akhirnya kue yang kesekian yang selesai hasilnya atau rasanya baru sesuai selera. Tapi, ketika memulai kedua akan sangat mudah, bakhan lebih mudah ketiga untuk ketiga, keempat dan seterusnya.

Intinya adalah berani memulai adalah suatu kekuataan untuk melakukan tahapan demi tahapan, rencana demi rencana. Kekuatan tersebut akan membentuk suatu kepercayaan diri.

Apapun yang akan dimulai, mulailah dan yakinlah akan suatu proses bahwa dalam memulai tak akan sesempurna yang kita bayangkan. Tapi ketika terus beproses dan berproses maka apa yang akan lakukan akan terlaksana dan sesuai dengan apa yang diinginkan.

Agaknya, memulai menjadi penyangga atau awal untuk mencita-citakan sesuatu. Jangan pernah takut untuk memulai. Mulailah dari sekarang apa yang ingin dilakukan, percayalah, pasti bisa memulainya. (***)

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s