setan di bangku belakang

Setan di Bangku Belakang

Oleh: Fresti Aldi

Saya kira masalah duduk tidak jadi persoalan yang berarti.  Sebab, hanya sekedar duduk dan siap mendengarkan pelajaran  dari awal hingga selesai. Saya kira juga, dimana duduk tidak jadi masalah. Antara duduk di depan, di pojok, di belakang hingga di tengah pun sama saja. Tapi saya salah. Selama ini saya hanya duduk di tempat itu-itu saja

Saya paling suka duduk di depan, kalau lah tidak terlalu didepan, mungkin nomor dua dari depan. Saya tak tahu persis alasan apa yang membuat saya suka duduk pada posisi yang demikian. Mungkin karena sudah kebiasaan dari SD atau mungkin juga karena mata saya tak terlalu jelas melihat.

Hingga pada suatu hari, entah bagaimana caranya, saya mendapat posisi duduk di belakang. Awalnya sama saja seperti biasanya, saya masih memperhatikan guru belajar, masih menulis dengan wajar. Pokoknya masih bertindak sama ketika saya duduk di tempat favorit saya.

Duduk di belakang ternayata enak. Saya bisa melihat ke depan dengan leluasa. Dapat melihat dengan bagian depan, dapat memperhatikan bagaimana guru itu menerangkan. Apalagi postur tubuh saya lumayan tinggi, jadi saya dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi di depan.

Dari belakang saya bisa melihat bagaimana teman yang tak serius belajar, teman yang main hape saat belajar, teman yang mengobrol saat belajar sampai teman yang di barisan depan yang saking seriusnya mendengarkan penjabaran guru di depan kelas.

Ternyata pemandangan indah tersebut memaksa saya membuat kejahilan kecil terhadap teman-teman di sekitar saya. Entah sengaja atau tidak, saya sudah berani mengajak ngobrol teman yang di depan saya, sekedar hanya mencolek teman yang di depan, bahkan semua halk-hal jahil saya lakukan ketika saya duduk di belakang.

Saat itu, saya merasa guru di depan tak terlalu memperhatikan tingkah saya yang jahil. Jadi saya benar-benar menjadi setan di belakang kelas dengan segala tingkah jahil yang muncul mungkin karena setan di belakang .

Saat asyik-asyiknya berjahil ria di belakang saya mendapat teguran dari guru yang sedang menerangkan di depan kelas. Saking asyiknya, saya sampai tak mendengarkan teguran sang guru sampai guru menyampiri saya dan memberikan teguran.

Ternyata, walaupun di belakang kita bisa melihat aktivitas hampir seluruh isi kelas hal itu juga yang membuat saya tak konsentrasi belajar. Pada akhirnya saya tersadar merasa rugi duduk di belakang. Duduk di belakang  membuat saya bertindak seolah-olah tidak ada yang memperhatikan, padahal tidak demikian.

Saya kira guyonan konyol yang menyebutkan jika di bangku belakang itu ada setan memang benar adanya. Sebab saya telah merasakan ketika duduk di belakang merasa menjadi setan juga, mengganggu teman-teman yang lain. Duduk di belakang tak senayaman duduk di belakang. Hanya saja kita tak terlalu memikirkan hal ini, bagi sebaggian orang kalau bisa duduk paling belakang mungkin mencari belakang lagi. Tapi, saya tak mau menjadi diganggu setan bangku belakang lagi agar saya juga tak menjadi setan bangku belakang. (***)

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s