Lagu-lagu Istimewa dari Studio Sederhana

“Lagu-lagu Istimewa dari Studio Sederhana”

Sejak berdiri pada tahun 1998, Teater Imambonjol telah banyak melahirkan syair-syair lagu, bahkan sudah menjadi lagu yang utuh. Sekitar 50 lebih lagu itu telah diperdengarkan pada pertunjukkan teater selama 12 tahun ini. Tidak hanya di lingkungan kampus saja, tapi lagu tersebut telah dikenal oleh orang-orang yang pernah menonton pertunjukkan teater Imambonjol. Wajar, tiap penampilan teater, mereka selalu menyanyikan salah satu dari lagu-lagu kumpulan yang mereka punya.

Dengan kenyataan tersebut, Teater Imambonjol ingin mempatenkan dan membuat lagu tersebut makin dikenal oleh pencinta seni yang lainnya. Menguatkan keinginan tersebut digagaslah rekaman lagu-lagu teater lagu-lagu yang telah berhasil diciptakan oleh anggota Teater Imambonjol sejak awal berdiri. Rekaman lagu ini sudah digarap sejak beberapa hari yang lalu dan rencananya akan selesai dalam waktu sebulan. Tentunya tak semua lagu-lagu itu direkam.

Menurut Ajay yang merupakan koordinator dari proses rekaman itu, lagu yang direkam ada sekitar 14 lagu. Lagu-lagu itu dipilih dari semua pustaka lagu Teater Imambonjol. Lagu yang direkam tentunya lagu yang sudah dikenal dan banyak ditampilkan.Lagu-lagu yang direkam teater Imam Bonjol bukanlah lagu pop seperti yang lagi berkembang saat ini.

Temanya pun tidak menyentuh tema cinta. Tapi lagu dari teater Imambonjol mempunyai ciri khas tersendiri. Lagu-lagu mereka lebih banyak mengangkat tentang kehidupan. Tema yang diangkat pun tidak jauh-jauh dari sana, seperti tema alam, tema agama dan lain sebagainya. Bahkan mereka juga menjadikan beberapa puisi yang dari penyair yang dikenal untuk mereka musikalisikan dan itu direkam pada program ini. Seperti Puisi Kerawang Bekasi sajak Chairul Anwar, dan Suara Cemara sajak Taufik Ismail.

Sementara itu muncul lagu lainnya yang siap menemani puisi Chairil Anwar dan Taufik Ismail tersebut, diantaranya; Kaum Pedalaman, Senandung Anak Laut, Pelayaran Sunyi, Rumah Kosong, Senandung Senja dan beberapa lagu lainnya lagi. Sebenarnya, ide untuk menggarap lagu-lagu itu sudah ada sejak setahun yang lalu. Namun karena terkendala dana, program tersebut terpaksa dibekukan selama setahun.

Program ini baru dijalankan tahun ini karena semangat anggotanya saja. Sementara dana tidak mencukupi untuk proses penggarapan lagu-lagu tersebut. Hal itu diakui oleh Alee Kitonanma, ketua Teater Imambonjol. Menurutnya untuk melanjutkan program ini hanya kegigihan dari anggotanya. “Tanpa kita ketahui sebelumnya, lagu-lagu Teater Imambonjol ternyata sudah mulai terdengar di Bukittinggi, Payakumbuh, Solok dan beberapa kota lainnya di Sumatera Barat, kita cemas dengan maraknya plagiarsm di dunia entertaiment akan menjalar ke wilayah teater.Oleh sebab itu, teman-teman semangat sekali lagu itu segera direkam,” tutur Mahasiswa semester akhir jurusan Sastra Inggris ini.

Persoalan dana lantas berdampak terhadap peralatan dan fasilitas yang digunakan. Fasilitas dan peralatan yang digunakan bisa dibilang seadanya saja. Untuk merekam lagu tersebut, Teater Imambonjol hanya menggunakan ruang kostum sebagai tempat perekaman. Ruangan penyimpanan kostum itu dikosongkan dan diberi sekat-sekat. Uniknya sekat-sekat itu terbuat dari kostum yang ada dalam ruangan itu.. Ventilasi-ventilasi itu ditutup dengan kostum-kostum tersebut. Setelah itu bagian dindingnya dilampisi lagi dengan kain hitam yang membuat ruangan tersebut kedap suara.

Tak hanya itu, untuk peralatan, Teater Imambonjiol juga menyewa peralatan. Mixer dan peralatan lainnya pun dipinjam. Sedangkan untuk alat musik seperti gitar, biola, dan lainnya mereka punya sendiri yang merupakan inventaris dari anggota-anggota sebelumnya. Dengan semua alat yang serba sederhana tersebut jadilah ruangan kostum itu seperti studio rekaman yang apa adanya.

[frestialdi]

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s