Layanan Rumah Sakit Bagian dari Obat untuk Sehat

Laporan Ujian Promovendus Dr. Mellyarti Syarif, M.Pd.Kons

Layanan Rumah Sakit Bagian dari Obat untuk Sehat

PADANG — Sejak terjadi peralihan sistem pengelolaan rumah sakit dari sosial oriented ke economic orinted, dari Perusahaan Jawatan (Perjan) ke Badan Layanan Usaha (BLU), juga diikuti perubahan iklim pelayanan kesehatan.

Salah satu dampaknya, rumah sakit dituntut lebih professional, dewasa, mandiri agar mampu bersaing. Selain menghadirkan peralatan canggih, dokter ahli, dan obat yang mujarab, rumah sakit juga butuh kehadiran para konselor.

Komplain pasien dan keluarga pasien di rumah sakit, umumnya bukanlah obat apa yang dipakai, tetapi pelayanan dan layanan prima dari manajemen rumah sakit. Persoalan seperti ini, merupakan wilayah kerja konselor, memberi pemahaman kepada pasien, memberi pengobatan kepada pasien dari sisi spiritualitas.

“Terbukit, pasien yang mendapat pelayanan bimbingan konseling di rumah sakit memperoleh kenyamanan dan kesabaran dalam menghadapi penyakit yang tengah dihadapinya. Ia akan mendapatkan kepuasan yang sangat tinggi dalam pelayanan rumah sakit,” ungkap Mellyarti Syarif menyimpulkan hasil disertasinya, di Aula Pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang, Kamis (5/8) malam.

Dosen Fakutas Dakwah ini menyatakan, pelayanan konseling di rumah sakit sangat dibutuhkan untuk mempercepat kesembuhan pasien. Sebab, ia menilai jika penyakit yang diderita pasien hanya sedikit, sementara beban mental yang tengah ditanggungnya lebih berat dari sakit yang dideritanya.

Berdasarkan penelitian Mellyarti di Jawa Barat, rata-rata rumah sakit di sana memiliki pembimbing konselor di tiap rumah sakit. Bahkan, jumlahnya tidak sedikit. Sedangkan temuan Mellyarti di rumah sakit di Kota Padang, tidak banyak tenaga konselor yang ada.

“Rumah Sakit M Jamil yang besar saja, hanya ada satu tenaga bimbingan konseling,” tuturnya.

Selain keprihatinan tersebut. Pembantu Dekan III Fakultas Dakwah ini juga pernah merasakan buruknya pelayanan di rumah sakit di Kota Padang.

“Dulu terjadi antara perobatan medis dan psikis itu disatukan, sekarang dipisahkan, sehingga kehadiran konseling Islam sangat dibutuhkan di rumah sakit,” tambah perempuan yang mengambil konsentrasi pendidikan Islam ini.

Kehadiran konselor Islam di rumah sakit, menurut Mellyarti sangat membantu dalam percepatan penyembuahan pasien. Sebab, fungsi konselor Islam tidak semata sebagai pembimbing rohani pasien. Lebih jauh, konselor islam juga membantu pasien untuk pasien lebih rajin beribadah. Pasien yang mendapat bimbingan konseling akan lebih sabar menerima sakitnya, sehingga ia menyadari jika penyakit yang sedang dideritanya adalah ujian dari Allah. Selain itu, bimbingan konseling juga akan membantu pasien untuk berzikir dan membaca Al-Qur’an.

“Pengulangan kata pada zikir akan menimbulkan energi penenangan yang luar biasa. Energi ini juga ada pada narkoba, namun narkoba merusak tubuh,” terangnya ketika menyampaikan disertasi di hadapan penguji.

Setelah menyampaikan disertasinya, istri dari Drs. Buchari R ini disuguhkan pertanyaan oleh para penguji yang diketuai oleh rektor IAIN Imam Bonjol, Prof. Dr. H. Sirajuddin Zar, M.A dan Prof. Dr. H. Awiskarni, M.Ag sebagai sekretaris sidang. Sedangkan bertindak sebagai penguji, Prof. Dr.  H. A. Muri Yusuf, M.Pd., Prof. Dr. H. Syafruddin Nurdin, M.Pd,  Prof. Dr. H. Salmadanis, M.Ag, Prof. Dr. H. Asnawir, Prof. Dr. Yahya Jaya.

Prof. Dr. H. Syafruddin Nurdin, M.Pd yang bertindak sebagai tim penguji satu memberikan ucapan selamat dan salutnya sebelum memberikan pertanyaan kepada Mellyarti Syarif.

“Dua doktor yang sebelumnya dikeluarkan pascasarjana berasal dari perguruan tinggi lain. Yang ketiga berasal dari IAIN. Padahal dalam daftar doktor di pasca sarjana, ada 604 calon doktor. Di tengah kesibukannya sebagai Pembantu Dekan III Fakultas Dakwah, beliau masih sempat meluangkan waktunya untuk kuliah dan menyelesaikan disertasi ini. Saya turut bangga,” ujar Pembantu Rektor I IAIN ini.

Perdebatan hangat pun terjadi antara Mellyarti dan tim penguji. Salah satu yang diperdebatkan adalah pemakaian istilah konselor atau penyuluh di rumah sakit. Mellyarti menyebutkan idealnya tenaga pembimbing rohani di rumah sakit disebut dengan istilah konselor. Masing-masing tim penguji mengkritisi disertasi ketua Persatuan Majelis Taklim ini.

Perdebatan hangat itu tak hanya membuat Mellyarti yang merasa tegang. Suaminya, Drs Buchari R yang duduk di belakangnya juga terlihat sama dengan Mellyarti. Bahkan Wakil Walikota Padang, H Mahyeldi yang juga hadir mengikuti acara promosi doktor tersebut juga ikut manggut-manggut mendengarkan pemaparan dari pengurus MUI Sumbar ini.

Tak hanya sampai disitu, setelah selesai diuji, wajah Mellyarti tampak mengucurkan keringat. Ini karena hasil disertasinya belum diumumkan oleh tim penguji apakah ia berhak meraih gelar doktor atau tidak. Mellyarti pun diberi beberapa semangat dari orang-orang terdekatnya hingga tim penguji membacakan hasilnya.

Pada pukul setengah sepuluh, Mellyarti dinyatakan lulus pada promosi doktor tersebut. Hal itu disampaikan Rektor IAIN, Prof. Dr. H. Sirajuddin Zar, M.A, yang bertindak sebagai ketua.

Sirajuddin juga mengumumkan jika kelulusan itu berdasarkan nilai-nilai yang juga dikumpulkan Mellyarti sebelumnya. Mellyarti juga mesti berbangga, selain lulus dengan predikat sangat memuaskan dengan IPK 3,50 ia juga dihadiahkan selamat dari Sirajuddin karena merupakan satu-satunya doktor pertama dari IAIN yang dicetak pascasarjananya, selain ia juga merupakan doktor perempuan satu-satunya yang dilahirkan pascasarjana.

Senyum bahagia jelas terpancar dari wajah Mellyarti dan suaminya. Di akhir acara, tim penguji pun menjabat tangan perempuan alumni Diniyah Puteri Padang Panjang ini sebagai ucapan selamat. Setelah itu, undangan dan keluarga pun ikut memberikan selamat atas lahirnya doktor baru dengan disertasi pelayanan bimbingan konseling dan penyuluhan islam terhadap pasien atas studi kasus di rumah sakit M jamil dan Ibnu Sina Padang.

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

3 Balasan ke Layanan Rumah Sakit Bagian dari Obat untuk Sehat

  1. Ahmad Husaini berkata:

    Mabruk, smoga bermanfaat bagi kami perawat-perawat diseluruh rumah sakit khususnya di indonesia.

  2. Nasrul Makdis berkata:

    smoga akan lahir doktor berikutnya dari IAIN Padang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s