Ritual Wisuda Masing-Masing UKM IAIN Ima Bonjol Padang



“Berharap Masih Berkontribusi Walau Telah Diwisuda”

Gedung Teater Utama Taman Budaya Padang, Sabtu (18/09) tiba-tiba tumpah ruah. Bkan pertunjukkan teater atau pertunjukan seni yang ditampilkan. Tapi ratusan orang berjubah hitam mondar-mandir di kawasan tersebut. Ya, kawasan tersebut sedang dipakai sebagai tempat berlangsungnya acara wisuda sarjana IAIN Imam Bonjol Padang angkatan I tahun ajaran 2010/2011.

Tidak hanya keluarga wisuda yang antusias menunggu anak, kakak, kemanakan dan family mereka keluar dari ruang Teater Utama dengan gelar baru. Tapi beberapa rombongan lain yang tak kalah sigap pun ikut mondar-mandir di lokasi acara. Mereka adalah anggota dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa yang menantikan anggota organisasi mereka yang tengah diwisuda.

Salah satunya Joni, anggota UKM Teater Imam Bonjol ini terlihat mondar-mandir. Setelah ditanya, ternayata Joni tengah mencari beberapa anggota UKM yang wisuda ditengah kerumana orang Sabtu pagi itu. Tak hanya Joni, masih banyak anggota UKM lain yang juga mencari anggota UKM lain yang wisuda ditengah desakan keluarga wisudawan dan wisudawati lainnya yang sedang menunggu.

Siang hari, ketika acara pemasangan toga dan segenap prosesi wisuda telah usai. Para anggota UKM pun bergerak mencari senior mereka yang diwisuda ditengah lauatan wisuawan lainnya. Ada-ada saja ritual yang dilakukan oleh masing-masing UKM. Seperti UKM pramuka misalnya, wisudawan diseret dalam sebuah tempat yang terdiri dari tongkat dan siap melaksanakan prosesi upacara.

Acara yang diadakkan UKM Pramuka bernama acara Purna Racana. Para anggota pramuka yang telah selesai wisuda selanjutnya dlantik atau dikukuhkan menjadi anggota purna. Anggota purna maksudnya, ia tidak lagi menjadi anggota seperti biasanya, tapi telah dianggap menjadi senior.

Hari itu, UKM pramuka melantik dan mengukuhkan 6 orang anggotanya. Pelantikan itu dilakukan setelah acara wisuda terlaksana dan dilaksanakan juga dilokasi wisuda, Taman Budaya Padang. Menurut Hadi, Pemangku Adat Putera Racana Imam Bonjol-Rohana Kudus, pramuka IAIN Imam Bonjol, Tradisi ini dilaksanakan sudah sejak lama.

Lain lagi dengan UKM Teater Imam Bonjol. Sebagai UKM yang bergiat di bidang seni. Mereka pun melaksanakan aksi yang tidak jauh-jauh dari dunia teater. Wisudawan dan wisudawati didandani sekonyol-konyolnya dengan peranan masing-masing. Mereka diberi kostum teater dan make up dan diarak keliling taman budaya sambil menyanyikan lagu-lagu teater.

Aksi Teater Imam Bonjol tentu saja mengundang perhatian pengunjung taman budayasaat itu. Bahkan setelah arak-arakan itu, masing-masing anggota wisuda disuruh menampilkan bakatnya di kerumunan orang tersebut. Diantaranya ada yang membacakan puisi, berakting dan bernanyi. Enam orang anggota teater yang diwisuda itu pun terlihat senang dengan dandanan mereka yang seperti mau mentas.

Tradisi juga telah berlangsung lama. Bahkan sejak dari dahulu di UKM teater. Bahkan, biasanya malam harinya mereka amsih mengadaklan acara malam wisuda. Pada acara tersebut ditampilkan pementasan kecil dan acara lainnya untuk perpisahan sesame anggota teater yang diwisuda.

Jika UKM pramuka dan teater langsung mengadakan acara di lokasi wisuda. Maka lain halnya lagi dengan UKM Mapala Alpichanameru IAIN Imam Bonjol. Mereka mengadakan acara pelantikan di kampus satu hari berikutnya. Hal ini menurut Edo Tri, Dewan Penasehat Organisasi UKM Mapala karena acara wisuda tidak dilaksanakan di kampusnya. Makanya mereka mengambil inisiatif di kampus satu hari berikutnya.

UKM Mapala sendiri mengadakan acara pelantikan dari anggota umum ke dewan kehormatan. Sebenarnya mereka yang dilantik menjadi dewan kehormatan masih mendapatkan hak yang sama sebagai anggota Mapala. Hanya saja, mereka tidak mempunyai hak pilih, sementara hak lainnya dipunyai kepada anggota yang telah diangkat menjadi dewan kehormatan. Hal ini karena di Mapala keanggotaan berlaku seumur hidup.  Acara yang diadakan diadakan oleh UKM Mapala melatik dua orang wisudawa yang akan menjadi dewan kehormatan.

Tradisi yang dipunyai masing-masing UKM memang berbeda-beda. Tradisi ini mereka lakukan intinya adalah untuk member penghargaankepada anggota mereka yang telah diwuda. Selain itu, pesannya  walaupun mereka telah diwisuda masih diharapkan kehadirannya di masing-masng UKM untuk berpartisipasi kendati pun telah dihadapi dengan dunia yang sebenarnya. (fresti aldi)

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s