Kunjungan Lukman Sardi ke Padang

Lukman Sardi, artis yang belakangan ini sedang populer memerankan tokoh Ahmad Dahlan  dalam film “Sang Pencerah” mendatangi Kota Padang (8/10). Disamping untuk berkeliling kota Padang,  rencananya, Lukman Sardi akan mendapatkan award dari UNAND sebagai aktor terpuji. Namun, Award ini terpaksa dibatalkan karena sebagian pihak ada yang menilai jika award ini harus ada penilaian dan penjurian. Namun, karena kesuksesannya dalam dunia Film, Lukman Sardi hanya mendapatkan penghargaan dari rektor UNAND. Lukman pun sempat menjambangi kantor Harian Padang Ekspress di Jalan By Pass.

Dalam obrolan yang dilakukan Lukman dengan wartawan di Padang Ekpress, terbuka jika Lukman Sardi mampu bermain biola. Maklum, ia adalah anak pemain biola terkenal Idris Sardi. Namun, Lukman tidak mau mengikuti jejak ayahnya tersebut karena takut dibanding-bandingin dengan ayahnya, makanya ia memilih jatuh cinta kepada dunia film.

Lukman Sardi pun mengungkapkan jika dahulunya ia memang bercita-cita menjadi tentara. Namun, karena beberapa kendala niatnya untuk menjadi abdi negara itu terpaksa beralih menjadi pemain film.

“Walaupun gak kesampain jadi tentara, tapi main di Film Merah Putih dan Darah Garuda membuat saya senang dan merasakan kembali cita-cita tersebut,” tutur pria yang baru saja menjadi ayah ini.

Tak tanggung-tanggung, sebelum main film Merah Putih itu, Lukman Sardi pun ikkut pelatihan selama sepuluh hari. Latihan yang dilakoninya sangat mirip dengan aktifitas kemiliteran, makanya ketika main film tersebut Lukman seakan menjemput kembali cita-citanya tersebut.

Dari semua film yang dimainkannya, Lukman Sardi mengku jika di film Ahmad Dahlan ia lebih banyak mendapatkan kesulitan. Sebab, data yang ada dalamuntuk pembuatan film Ahmad Dahlan sangat sedikit. Berbeda dengan film lain yang biasa dimainkannya. Bahkan menurut Lukman, Muhamadiyah saja tidak punya data yang banyak seputar Ahmad Dahlan, sehingga data-data serupa ada yang diambil sebagian dari Belanda.

Cerita kesuksesannya, ternyata Lukman Sardi punya komunitas sendiri. Komunitas yang dibuatnya berguna untuk mendiskusikan film yang didapat oleh masing-masing anggotanya. Misalnya, saat Lukman Sardi mendapat film, dalam komunitas itu didiskusikan tentang isi naskahnya. Kemudian setelah, jadi baru dikritisi lagi bagus atau tidaknya.

Lukman Sardi mengungkapkan jika ia percaya sekali dengan takdir. Selama ini film yang dimainkannya bisa dibilang laku keras. Bahkan, ia punya pengalaman saat beberapa filmnya hampir punya jadwal yang bersamaan. Karena keberuntungan itu, beberapa film diundur satu-satu sehingga ia dapat konsentrasi pada satu-satu film.

Konsentrasi, menurut pria yang juga bermain dalam Film Gie ini sangat penting. Sebab, dalam mengdalami karakter, seorang aktor mesti fokus dengan film yang dimainkannya. Bahkan, artis holyywood selalu konsentrasi terhadap filmnya. Satu film di hollywod saja, menurit Lukman Sardi bisa menghidupi sampai tiga tahun. Menurutnya lagi, bermain film itu tidak seperti bermain sinetron, banyak hal yang lebih penting terdapat dalam film.

Cerita aktingnya, Lukman Sardi tidak mendapatkannya dari main film saja. Ia juga sering membaca buku untuk menggali imajinasi dan mengasah sensitifitasnya. Terkadang, disela-sela kesibukannya main film ia pun melakukan observasi terhadap kru-kru yanga da di sekitarnya.

“Bisa lihat ada orang yang punya karakter begini, karakter begitu. Jadi ketika disodorkan dengan film dengan karakter itu, saya tinggal mengingat saja orang yang saya obeservasi. Jadi tidak susah dalam mengeksplor akting. Sebab akting itu bukan pura-pura tapi rasa. Bagaimana kita merasakan sedih, bukan pura-pura sedih,” tutupnya.

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s