Tentukan Batasan Aurat Muslimah

PADANG — Riri Fitria adalah doktor muda yang  baru didaulat IAIN Sunan Ampel, Surabaya. Di usianya yang 28 tahun ia berhasil meraih gelar doktor untuk bidang kajian keilmuan tafsir hadits. Selain berhasil meraih gelar doktor, ia juga berhasil mendudukkan konsep batasan aurat bagi muslimah setelah haid, yang sampai saat ini masih menjadi perdebatan panjang di kalangan ulama Islam.

Ketika saya temui dirumahnya, Riri sedang tidak berada di rumah. Saya menunggunya sekitar 15 menit. Sambil menunggunya datang, saya membayangkan jika sosok wanita yang saya wawancarai ini bakal memakai pakaian yang lebar dan serba tertutup dan memakai cadar. Maklum, disertasinya membahas tentang masalah batasan aurat bagi muslimah pasca haid. Ternyata dugaan saya salah, wanita yang saya temui ini sama seperti wanita muslim lainnya memakai baju kurung dipadu dengan jilbab coklat.

Riri menjelaskan jika masalah aurat memang menjadi perdebatan di kalangan ulama Islam. Memang ada, ulama yang menetapkan jika batasan aurat bagi muslimah itu adalah seluruh tubuh kecuali mata. Golongan ini mengharuskan perempuan muslim untuk memakai aurat. Ulama yang berpendapat seperti menurut Riri adalah ulama aliran klasik. Para ulama ini mengikuti penafsiran Ibn Mas’ud.

Sementara ulama kedua juga mengatakan jika batasan aurat bagi mulismah adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Kendati di Indonesia banyak yang memakai pandangan itu, menurut ini landasan pendapat ini kurang kuat. Sebab hadits yang menjelaskan tentang aurat ini adalah dhaif (lemah). Lain lagi dengan pandangan ulama pada golongan ketiga. Golongan ini cenderung lebih bersikap bebas. Sebab golongan ini berpendapat jika masalah batasan aurat diserahkan kepada tradsisi dan kebudayaan masing-masing daerah. Dengan artian, jilbab bukan merupakan pakaian wajib muslimah.

Dari ketiga pendapat ulama ini, dosen fakultas Adab ini lebih setuju dengan pendapat yang kedua yang menyebutkan jika batasan aurat muslimah itu adalah seluruh tubuh, kecuali muka dan telapak tangan. Kesimpulan tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukannya. Ia meneliti hadits tentang aurat yang selama ini masih dinilai dhaif oleh para ulama. Penelitian yang dilakukan Riri juga bersandar pada pandangan seorang tokoh Islam, Muhammad Nasir al-Din al-Albaniy.

”Saya bersandar pada pendapat Al-albaniy dalam melakukan penelitian. Hadits ini bisa dijadikan mursal karena sanad hadis tersebut oleh dua jalur hadis serta matannya yang dikuatkan oleh oleh 5 hadits dan 4 athar yang memenuhi kriteria kesahihan hadits. Saya menganalisanya dengan menggunakan metode takhrij al-hadits,” ujarnya kepada koran ini.

Masalah batasan aurat juga dicantumkan dalam Al-quran surat An-Nur ayat 31. Riri Fitria menyampaikan jika pendapat ulama pertama menyandarkan jika pengertian jilbab pada ayat tersebut mengacu pakaian lebar yang digunakan muslimah untuk menutupi seluruh tubuhnya. Pendapat pertama ini mewajibkan perempuan menggunakan cadar. Selain itu, pendapat pertama ini juga menyatakan jika yang dimaksud menampakkan perhiasan pada Surat An-Nur ayat 31 itu adalah menampakkan pakaian.

Sedangkan ulama kedua berpendapat pengertian dari al-zinah al zahirah pada ayat tersebut adalah wajah dan telapak tangan. Sehingga ulama kedua ini menafsirkan jika batasan aurat bagi muslimah adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Berbeda dengan pendapat pertama, pendapat yang kedua ini tidak mewajibkan muslimah untuk mengenakan cadar.

Lain lagi dengan pendapat ulama yang ketiga. Golongan ini menganggap jika masalah batasan aurat muslimah diserahkan kepada tradisi dan buday masing-masing daerah. Golongan ini menyebutkan jika tidak ada ayat dan hadits yang menegaskan bagian apa yang mesti ditutup muslimah di depan  yang bukan mahramnya. Golongan ini juga berbicara jika pemakaian jilbab hanya dikhususkan kepada istri Rasulullah. Bagi ulama yang ketiga ini, jilbab bukanlah kewajiban bagi muslimah. Banyak juga ulama yang memakai pendapat yang ketiga ini, salah satunya adalah penulis tafsir Al-Misbah yaitu Prof Dr H Quraish Shihab.

Penelitian hadits yanng dilakukan Riri Fitria tentu saja membuat pendapat yang ketiga ini menjadi lemah. Secara tidak langsung, istri dari Aidil Novia, M.A ini menggungat pendapat ketiga yang menyebutkan jika masalah batasan aurat muslimah diserahkan kepada tradisi dan kebudayaan masing-masing daerah. Bantahan Riri pada pendapat yang ketiga semakin kuat dengan penelitian yang ditemukannya.  Dari penelitiannya yang dilakukannya sudah tergambar batasan yang jelas tentang konsep aurat bagi muslimah yang sampai sekarang masih menjadi perdebatan.

Menurut Riri pandangan Al-Albaniy memiliki kelebihan, diantaranya adalah data yang digunakan adalah data yang lebih kompleks sehingga menghasilkan penilaian yang berbeda  dari sebelumnya. Karena pandangan Al-albaniy didukung oleh beberapa sanad dan matan hadits tentang batasan aurat.

Di hadapan para penguji, guru besar IAIN Sunan Ampel Surabaya, yang terdiri dari Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si, Prof. Dr. H. M. Ridlwan Nasir, M.A., Prof. Dr. H. Ahmad Zahro, M.A., Dr. H. Zainuddin MZ, M.A., Prof.Dr. H. Said Aqil Husin al Munawwar, M.A (Mantan Menag RI), Prof. Dr. H. Burhan Djamaluddin M.A., dan Prof. Dr. H. Zainul Arifin, M.Ag, Riri berhasil memperatahankan disertasinya dan berhak menyandang gelar doktor dan dinobatkan sebagai pakar jilbab.

Selain itu, dengan memperoleh gelar doktor di usianya yang baru 28 tahun ini, Riri merupakan pemecah rekor doktor muda IAIN Sunan Ampel. Bahkan, ia juga bisa disebut sebagai doktor muda IAIN pasca sarjana IAIN se Indonesia. Sebab, doktor yang dihasilkan IAIN rata-rata berumur 30 tahunan.

Ibu satu anak ini juga tidak menampik jika perkembangan dunia mode dan fashion juga telah menjadikan konsep tentang batasan aurat menjadi kabur. Banyak perancang busana yang bermain aman dengan memakai pandangan ulama yang ketiga. Namun, menurut Riri, jika muslimah boleh memvariasikan model pakaian asal masih tetap dalam batasan Islam yaitu pakaian yang longgar dan tidak berbahan yang tipis. Selama ini, masih banyak orang yang memakai jilbab tapi pakaiannya masih ketat, terkadang juga tipis. Makanya, dengan adanya hadits ini, Riri berharap jika perempuan muslim masih tetap modis. Modis menurut Islam dalam pandangan Riri adalah pakaian yang rapi dan menutup seluruh aurat kecuali muka dan telapak tangan.

”Hasil penelitian ini juga menyimpulkan jika yang paling terpenting bagi muslimah berpakaian adalah menutup aurat. Itu bisa saja dimodifikasi dan dikreasikan berdasarkan model dan tren yang sedang berlaku. Modis itu tidak mesti berpakaian ketat dan tipis. Seorang muslim itu hendaklah berpakaian yang longgar. Konsep batasan aurat yang kabur membuat muslimah seringkali tidak memakai pakaian yang sesuai kaidah Islam. Hadits yang saya teliti ini bisa membantu muslimah dalam menentukan batasan aurat yang menjadi perdebatan hingga hari ini” tutur Riri mengakhiri. []

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Tentukan Batasan Aurat Muslimah

  1. amin berkata:

    ada file disertasinya yang bisa di download/dicopi atau bukunya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s