Harga Diri di Jalan Raya

Sebelum mendapat Surat Izin Mengemudi, saya kira para pengendara mesti dibekali dulu dengan pelajaran Budi Pekerti. Karena, banyak sekali orang yang tak beretika di jalan raya yang saya temui. Ketika, berpapasan jalan atau bermasalah di jalan raya, sopan santun mereka sudah tertanggalkan. Kalimat-kalimat yang muncul justru hujatan, cacian, bahkan kata kotor. Beberapa kali, bahkan seringkali saya menemukan hal yang sama, ketika sebuah kendaraan melintas dan menyalip kendaraan lain, kalimat yang dimunculkan pengendara lain malah kata-kata yang kotor. Ini juga saya alami ketika mengendari motor menuju kos. Entah saya salah apa, tiba-tiba seorang sopir mobil yang tak saya kenal menghujat saya. Mungkin karena jalan saya agak ke tenga. Saya tak terlalu tahu persis. Terang saya saya tak terima dihujat begitu. Tak bisakah sang sopir dengan manis mengingatkan saya atau melakukan sesuatu yang justru tidak menjatuhkan harga dirinnya. Saya kira, jalan raya tidak mengajarkan kita untuk pintar mengemudi saya, kita mesti diajarkan juga untuk beretika, bersopan santun dan menahan emosi. Bahkan, orang yang berpendidikan sekali pun seringkali juga menjatuhkan harga dirinya di jalan raya. Dan, pelajaran budi pekerti dan sopan santun di jalan raya itu tidak akan bisa diajarkan dimana-mana. Karena diri sendiri pula yang mengajarkannya. Apakah mau menjatuhkan harga diri di jalan raya atau tidak? (***)

Padang, 29 Maret 2010.

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Melihat Dunia. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s