Mahasiswa dan Dosen

Mahasiswa dan dosen adalah sama-sama warga kampus. Dua-duanya memiliki peranan yang sama dalam kampus. Dua-duanya juga memiliki hubungan yang sejalan. Mahasiswa membutuhkan dosen, dan sebaliknya, dosen juga membutuhkan mahasiswa.
Dalam prakteknya, mahasiswa seringkali menjadi orang yang selalu dipersalahkan. Jika mahasiswa terlambat, maka dosen tak mengizinkannya masuk. Tapi bagaimana jika dosen yang terlambat, dengan senyum sumringah masuk kelas dan langsung memulai perkuliahan. Begitu juga dengan kehadiran, dosen menuntut jika mahasiswa selau datang untuk bagian dari penilaian. Bahkan, tak ada toleransi jika mahasiswa itu sakit yang tak ada surat keterangan dari dokter. Sementara dosen, jika tidak datang, tinggal kirim sms dan telepon kepada mahasiswa, semuanya menjadi beres. Ada juga dosen yang tidak datang tanpa memberi kabar kepada mahasiswa, sehingga mahasiswa mesti menunggu dan menghabiskan waktu menunggu dosen yang tak kunjung datang.
Banyak juga dosen yang memberikan perkuliahan dengan sistem yang sekenanya. Kadang, beberapa dosen sekehendak hatinya berceramah di depan kelas dan tak memberikan kesempatan mahasiswa untuk berdiskusi. Ada juga dosen yang memberikan tugas juga sekenanya, sementara perkulihan ditinggalkan dan menngurus kepentingan lainnya. Ada juga dosen yang hanya mengajar 6-7 kali petemuan dari 16 kali pertemuan yang ada. Membahas kasus dosen, tak jauh berbeda dengan kasus mahasiswa.
Dosen dan mahasiswa adalah warga kampus. Dua-duanya memiliki peranan yang sama. Kendatipun tugas dan fungsi dosen lebih utama dari mahasiswa, tapi yang selama ini dosorot hanyalah tingkah dan pola aneh mahasiswa. Sedangkan tingkah dan pola aneh dosen dibiarkan begitu saja. Dosen mestinya juga diberikan penilaian untuk sekedar evaluasi untuk mengajar di waktu mendatang. Kesuksesan mahasiswa juga di tangan dosen, dan sebaliknya. Dosen mestinya bersikap profesional dengan profesi yang diembannya.

-Kampus Imambonjol, 30 Maret 2011-

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Melihat Dunia. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s