Cerita Sore di RTH Imambonjol

Ruang Taman Hijau (RTH) Imambonjol, sore ini menarik perhatian. Lapangannya dipenuhi oleh anak-anak yang saling berkejaran, berebut bola dan saling memasukkannya ke dalam gawang lawan.

Mereka berlari sesukanya, kadang-kadang sebuah sentakan dan teriakan terdengar dari pelatihnya. Sementara, di sisi RTH sudah banyak orang-orang yang memfokuskan pandangan ke lapangan hijau. Daya juga tak mau ketinggalan untuk ikut memfokuskan pandangan bersama banyak orang di sana.

Saya sudah mengambil posisi duduk di pinggir lapangan. Di lapangan hijau, lapangan sudah “diacak-acak” oleh anak-anak yang saya prediksi masih duduk di bangku sekolah dasar. Lapangan sudah dibagi menhadi beberapa bagian. Bebarapa bagian diisi dengan pertandingan sepakbola, beberapa bagian lagi ada yang sekedar pemanasan bersama pelatihnya.

Saya mengganti posisi ke tempat yang lebih padat. Dari percakapan orang-orang disamping saya, saya menyimpulkan jika mereka adalah orangtua anak-anal yang sedang berlari dilapangan hijau. Beberapa diantaranya tak mau memasuki lapangan. Ia asik berlari-lari di pinggir lapangan sesukanya. Perkiraan saya, anak yang berlari di pinggir lapangan tersebut baru menduduki kelas 1 atau 2 SD. Saya menyimpulkannya melihat postur tubuhnya.

Apakah maraknya pertandingan sepakbola di televisi memberikan efek terhadap orangtua memasukkan anaknya ke sekolah bola. Apakah ini hanya sekedar tren atau memang murni kemauan. Dan bagaimana dengan keinginan si anak? Apakah mereka ikhlas menjalani aktifitas tersebut atau hanya sekedar ikut-ikutan mengiyakan kata orangtuanya. Saya rasa tak ada yang bisa memaksakan bakat seoarang anak. Semua terletak pada keinginan masing-masing anak. Jika mereka senang, tak ada salahnya. Dan jika tidak senang, tak usah terlaku dipaksakan.

 

[Asrama Jurnalistik, 31 Maret 2011  // 20. 18]

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Melihat Dunia. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Cerita Sore di RTH Imambonjol

  1. Kak Maya berkata:

    hehe keren juga nh blognya Fresti. btw…udah banyak arsipnya ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s