Elegi Musisi Jalanan

Melewati Toko Buku di Permindo, saya mendengar sesuara yang menarik perhatian saya. Tak terlalu asing lantunan kalimat yang dilontarkan beberapa remaja seusia saya yang duduk tak jauh dari tempat saya berdiri. Hanya saja, suara tersebut terasa berbeda karena sepotong lirik lagu tersebut dinyanyikan dengan peerpaduan alat musik sederhana, gitar dan gendang yang dimainkan apa adanya.

Rasanya tak ada yang istimewa dari lirik lagu yang saya dengar tersebut. Hanya saja, perasaan saya dibawa dalam kesederhanaan yang terpancar lewat alunan musik tersebut. Tak ada yang istimewa dari yang melantunkan potongan lirik lagu tersebut. Mereka bukan artis, bukan grup musik yang biasanya sering kita tonton di televisi. Mereka hanyalah anak yang sering menghuni jalanan. Tak hanya saya saja yang menikmati sepotong lirik lagu tersebut. Beberapa orang yang berada tak jauh dari saya berdiri juga ikut menggoyangkan kepala pertanda mereka menikmati lirik lagu tersebut.
Begitula para remaja penghuni jalanan tersebut mengekspresikan dirinya. Tanpa beban mereka menikmati jalanan yang mereka punya. Mereka hanya melakukan hal-hal yang kiranya membuat mereka senang, termasuk dengan bermain musik. Mereka tak terlalu memikirkan persoalan yang sebenarnya tengah menempel di otak mereka. Apakah itu masalah pendidikkan, masalah ekonomi, masalah keluarga dan sederetan masalah lainnya.
Mereka, teman-teman kita yang menghuni jalanan, sama halnya dengan kita. Mereka juga mempunyai impian, cita-cita dan harapan. Hanya saja, teman-teman kita tak seberuntung kita. Mereka hanya bisa menerima kenyataan mesti berkawan dengan jalanan. Berkawan dengan musik, berkawan dengan realitas. Musisi jalanan, semestinya mendapatkan perhatian khusus, dan entah dari siapa?

[Asrama Jurnalistik, 31 Maret 2011 // 19.59]

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Melihat Dunia. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s