Pasaraya di Sore Hari

Sudah lama saya tak mengunjungi pasar sore-sore. Sore ini, secara tak sengaja saya melewati pasar, Bukan untuk membeli apa-apa. Tapi hanya sekedar untuk berlalu lalang. Agak aneh saja rasanya ketika harus berlalu lalang di pasar hari ini. Ada yang sedikit berubah.

Pasar yang dulu, tak seperti yang sekarang. Sekarang pasar sudah lebih sempit dari biasanya. Sedang berjalan, tiba-tiba bunyi klakson sepeda motor mengagetkan saya. Tak lama kemudian juga begitu. Tak hanya motor saja, beberapa mobil berkali-kali membunyikan klaksonnya.

Saya menjadi merasa bersalah. Sebab, sebagai pejalan kaki, saya sudah berjalan di bukan hak saya. Jujur saja, saya berjalan di badan jalan. Sehingga  tak heran jika lalu lalang motor dengan bunti klaksonnya memekakkan telinga saya.

Kalau boleh membela diri, saya akan bilang  jika jalani yang saya jalani ini sudah menjadi hak saya. Sebab,mau kemana lagi saya mesti berjalan? Pinggir jalan sudah dipakai pedagang untuk berjualan. Dari sepanjang jalan yang saya lalui, semua pinggir jalan sudah disesakki oleh pedagang kaki lima. Sehingga, rasanya tak salah jika saya mesti berjalan di jalan raya.

Otak saya berpikir agak keras. Saya mencoba menerka-nerka siapa yang mesti salah dalam kasus ini. Saya kah? Karena telah berjalan di jalan yang bukan semestinya hak saya? Pengendara kah? Sebab, jika dibilang, kawasan ini merupakan kawasan berjualan. Karena sudah tahu macet, mereka masih saja tetap mengotot lewat sini. Ataukah pedagang kaki lima yang sudah memakai pinggir jalanan untuk berjalan? Ataukah pemerintah melalui Dinas Pengelolaan Pasar yang tak memberikan solusi atas masalah ini. Jika ditarik kesimpulan, antara saya (pejalan kaki), pengendara, pedagang kaki lima dan pemerintah mempunyai hubungan yang koheren. Tinggal mencari titik terang atas masalah ini.

[Asrama Jurnalistik, 31 Maret 2011 // 19.36 ]

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Melihat Dunia. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s