Saya Pelupa

Umurku baru 20 tahun, tapi penyakit lupa sudah bersarang di benakku. Aku sering melupakan apa pun. Bahkan hal-hal yang sebenarnya tak harus kulupakan. Kacamata, handphone, buku dan semuanya lupa. Aku sering lupa dimana menaruhnya. Padahal baru beberapa menit saja aku menaruhnya.

Aku bahkan sering bermasalah mengingat apapun. Aku lupa nomor handphoneku sendiri. Ketika mengisi pulsa, seringkali aku melupakan beberapa angka nomor handphoneku.  Aku terpaksa melirik kontak nama yang ada di handphoneku. Masalah angka, aku memang sulit mengingatnya. Aku bahkan tak ingat jumlah uang dalam saku yang kubawa dari rumah saat berpergian.

Orang yang sudah lama tak berjumpa juga sering terlupakan. Bahkan, teman-teman SMA yang akhirnya ketemu lagi, aku lupa siapa namanya. Beberapa orang yang ketemui lagi juga sulit kutebak.

“Kayaknya pernah kenal, tapi dimana ya?”

Kalimat tersebut selalu kusebut dalam hati melihat orang yang rasanya-rasanya kukenal. Padahal baru beberapa bulan saja aku tak bertemu dengannya. Entalah, aku jadi sering melupakan apapun akhir-akhir ini. Mengingat jalan, mengingat nomor, mengingat nama. Bahkan berangkat kuliah, aku sering berbalik beberapa kali karena selalu ada-ada saja yang tertinggal.

Suatu saat, aku takut tak bisa mengingat apapun. Aku takut melupakan apapun. Aku takut jika suatu saat semua yang pernah kuingat terhapus begitu saja. Aku ingin mengingat semuanya. Aku tak ingin melupakan apa pun. Umurku masih 20 tahun, terlalu dini untuk menjadi pelupa. *

[ Asrama Jurnalistik, 03 April 2011 // 07.56]

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Saya Pelupa

  1. Arief Rakhman berkata:

    kebalikan, aku ingin bisa melupakan, hehe..
    karena sering, aku terlalu sibuk mengingat, terlalu takut jika ada sesuatu yang terlupakan,
    padahal tidak semuanya penting untuk diingat-ingat,
    aku jadi kebanjiran ingatan, detil-detil kenangan yang mungkin tidak penting,
    aku ingin bisa melupakan yang tidak penting, sehingga tersisa hanya yang penting-penting saja,
    masalahnya, kadang aku bingung mana yang penting mana yang tidak,
    karena bisa jadi sesuatu yang tidak kita anggap penting ternyata penting, sedangkan sesuatu yang kita anggap penting ternyata tidak penting..

    haha, maaf,
    aku jadi meracau..😛

    salam kenal,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s