Saya Menyukai Pasaraya Kala Pagi

Pasaraya memang menyimpan banyak cerita. Cerita tentang pedagang kaki lima, tentang macet, tentang kesembrautan. Terakhir, yang membuat saya terkadang jengkel adalah tentang jalan di Pasar yang sangat padat. Saya selalu kesulitan untuk berjalan dari arah Matahari menuju Permindo. Semua bertumpuk di jalan raya, seperti pedagang kaki lima, pejalan kaki hingga pengendara sepeda motor dan mobil.

Tapi pagi ini, saya sedikit lega. Sekitar pukul tujuh pagi, suasana masih damai dan lengang. Tak ada lalu lalang kendaraan, tak ada pedagang kaki lima yang bersorak-sorak berjualan di sepanjang jalan.

Ini pertama kali saya berjalan pagi-pagi di Pasaraya, hari ini saya berangkat dari rumah untuk menuju kampus. Biasanya saya hanya berangkat ke kampus dari kos saja. Sehingga jarang sekali saya melewati Pasar, apalagi pagi-pagi sekali.

Yang ada hanya jalanan lengang, bebarapa pejalan kaki seperti saya juga terasa nyaman berjalan. Di kiri kanan, terlihat toko yang masih tutup. Satu-satu ada yang baru membuka kedainya. Ada juga petugas kebersihan yang menjalankan tugasnya, menyapu sekitar jalanan.

Sepertinya saya menyukai Pasaraya kala pagi. Saya suka pasaraya yang lengang, saya menyukai pasaraya yag tak menghambat ketika saya harus berjalan melewati Pasaraya. Sebab, tak semua orang juga ke Pasar untuk membeli sesuatu. Seperti saya, melewati Pasar hanya untuk menunggu angkot yang lewat Pasaraya. Saya rasa, Pasaraya mesti direshufle. Pasaraya mesti direnovasi, saya ingin Pasaraya yang nyaman untuk dikunjungi seperti tadi pagi.

[Fakultas Dakwah, IAIN IB Padang/15.29]

Tentang frestialdi

TercipTa dengan nama Fresti Aldi. Bukan nama minuman. Hanya saja mempunyai sedikit kemiripin. Entah siapa yang awalnya yang miliki nama tersebut. Yang jelas sampai sekarang enjoy aja dengan nama tersebut. Bahkan, nama tersebut juga memudahkan orang-orang untuk ingat dengan seorang Fresti Aldi. Selalu ingin menjadi yang terbaik buat orang lain. Selalu berpenempilan ceria walaupun dalam diri ada suatu masalah. Masalah itu akan akan besar kalau kita membesarkan masalah tersebut. Jangan pernah berharap sesuatu terjadi kalau kita tidak melakukan sesuatu, itulah prinsip hidup. Selalu tersenyum. Smile for All. With smile we can to be a good people. Don't worry. I can give my smile for you, for you and for you. Terakhir, selalu menggangap orang lain sama dengan kita. Jangan merasa hebat, tapi jangan juga merasa bodoh. Hargailah sebuah kelemahan. bye..
Pos ini dipublikasikan di Melihat Dunia. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Saya Menyukai Pasaraya Kala Pagi

  1. derry berkata:

    hi,
    Dulu ketika aku masih di kota itu aku juga tidak begitu sering lewat pasar raya di pagi hari. hanya sekali-kali ketika harus menginap di rumah kakekku menuju kampus. mm…namun ada yang patut dicoba ketika berada di sana di pagi hari.
    bubur kacang ijo di depan toko Bata di samping toko On. kacang ijo plus roti tawar, ciri khasnya. entah kenapa aku sangat menyukainya padahal begitu banyak yang menjual sarapan pagi berupa kacang ijo di kota itu. namun tetap kacang ijo si bapak yang melekat di hatiku.
    saranku, usahakan ke sana sebelum jam 9 pagi karena setelah itu tempat berjualan si bapak kacang ijo akan digantikan oleh lapak koran dan majalah. maka kamu akan menemukan sarapan pagi kacang ijo yang simple, bergizi dan yang pasti mempunyai kenangan.
    salam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s